{"id":325191,"date":"2025-04-05T08:00:58","date_gmt":"2025-04-05T01:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=325191"},"modified":"2025-04-05T06:18:45","modified_gmt":"2025-04-04T23:18:45","slug":"jumbo-film-animasi-indonesia-terbaik-yang-pernah-saya-tonton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jumbo-film-animasi-indonesia-terbaik-yang-pernah-saya-tonton\/","title":{"rendered":"Jumbo, Sebaik-baiknya Film Animasi Anak Indonesia yang Pernah Saya Tonton"},"content":{"rendered":"<p><em>Awalnya cuma berniat menemani anak saya nonton film animasi Jumbo, eh, saya malah jatuh cinta sama film ini.<\/em><\/p>\n<p>Sebagai seorang ibu yang memiliki anak di bawah usia 13 tahun, memilih tontonan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bioskop\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bioskop<\/a> menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, film dengan rating semua umur atau SU yang ditayangkan di Indonesia masih dapat dihitung dengan jari. Apalagi jika menanti film berbentuk animasi.<\/p>\n<p>Bukan artinya saya anti dengan karya Pixar atau Disney, tetapi menikmati film kartun sambil membaca teks terjemahan cukup menyulitkan anak saya jika dialognya terlampau cepat. Makanya apabila sineas Indonesia meluncurkan film animasi anak, sudah tentu masuk dalam daftar menonton bersama anak. Sayangnya, sejumlah animasi lokal yang pernah saya lihat, kualitasnya masih jauh di bawah buatan studio animasi dari luar negeri.<\/p>\n<p>Akan tetapi persepsi pesimis saya diluluhlantakkan ketika menonton film <em>Jumbo<\/em> (2025) yang tepat diluncurkan di hari pertama Lebaran kemarin. Awalnya, saya beranggapan film anak tersebut punya mutu setara dengan sederet pendahulunya. Pokoknya, niat saya cuma menemani anak di bangku sebelah dia duduk saja. Ironisnya, justru saya dibuat jatuh cinta seketika dengan film <em>Jumbo<\/em> sejak menit pertama.<\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Official Teaser Trailer - JUMBO | Segera 2025 di Bioskop\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/YW3sQ16oksY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>Premis cerita <em>Jumbo<\/em> sebenarnya sederhana, tetapi nyaris nggak ada bolongnya<\/strong><\/h2>\n<p>Memang benar, dalam promosinya, <em>Jumbo<\/em> mengisahkan tentang seorang anak bernama Don yang memiliki tubuh gempal sehingga sering dirundung temannya. Namun, ternyata masalah yang ingin digali jauh lebih dalam lagi. Bukan hanya tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bullying-masih-subur-karena-sekolah-lebih-fokus-ngurusin-rambut-dan-kaos-kaki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bullying<\/a>, <em>Jumbo<\/em> menuturkan gambaran rasa kehilangan yang dipunyai setiap orang, dari anak kecil hingga orang dewasa.<\/p>\n<p>Kompleksitas cerita dibangun perlahan tapi pasti. Benang merah antar tokoh mulai tampak di pertengahan film. Secuil adegan yang tampaknya tak terlalu penting, justru menjadi pengait yang membuat <em>Jumbo<\/em> jadi satu kisah utuh nan elok. Di mata awam, plot film animasi Indonesia ini dibuat nyaris sempurna tanpa cela meski sasarannya penonton usia belia.<\/p>\n<h2><strong>Tone warna yang memanjakan mata dengan detail super gila<\/strong><\/h2>\n<p>Mulanya, saya pikir animasi <em>Jumbo<\/em> dibuat asal-asalan, yang penting jadi tepat di hari Lebaran. Istilahnya, menang momen saja. Sialnya, dugaan saya dimentahkan bulat-bulat dengan tampilnya animasi lokal sekelas Pixar. Tak berlebihan rasanya jika menyebut teknik pembuatan film animasi satu ini dapat bersaing dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/turning-red-dari-menstruasi-sampai-gaya-parenting-dalam-metafora-panda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Turning Red<\/em> (2022)<\/a>.<\/p>\n<p>Mulai dari bola tenis yang menggelinding, tekstur tumpukan kardus, hingga garis rambut dibuat begitu nyata dan presisi. Estetika pemilihan warnanya pun jempolan. Sepanjang film, penonton dimanjakan dengan perpaduan warna pastel yang ceria, jauh dari kata menyakitkan mata. Bahkan, saya berani bilang pengolahan visual <em>Jumbo<\/em> mengungguli animasi buatan Jepang, <em>Totto-Chan<\/em> (2023).<\/p>\n<h2><strong>Konsisten menyisipkan budaya Nusantara tanpa berisik bersuara<\/strong><\/h2>\n<p><em>Jumbo<\/em> sungguh pantas diapresiasi sebagai karya anak bangsa yang membanggakan. Sebab, bukan cuma serius dari segi komersil semata, <em>Jumbo<\/em> turut mengangkat budaya Nusantara. Penokohan Meri sebagai hantu merepresentasikan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap supranatural.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, pemakaian rangkaian bunga melati turut mengingatkan kekayaan bangsa akan flora. Seperti yang diketahui, melati merupakan salah satu dari tiga bunga nasional Indonesia yang disebut Puspa Bangsa. Tak lupa pula selipan acara perayaan kemerdekaan lengkap dengan aneka lomba tradisional serta konflik penggusuran rumah warga ikut membuat penonton semakin larut.<\/p>\n<p>Sejatinya, masih banyak deretan keunggulan lain dari film animasi satu ini. Misalnya saja terkait penggarapan lagu dengan lirik puitis dan melodi yang sopan di telinga walaupun <em>Jumbo<\/em> bukan <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/hype\/entertainment\/fernanda-reza-saputra-1\/film-animasi-musikal-disney-paling-ikonik-c1c2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">animasi musikal<\/a>. Selain itu, nilai moral yang disampaikan mampu menyentil penikmatnya, sekalipun adalah anak-anak. <em>Jumbo<\/em> menggambarkan bahwa tidak ada orang yang benar-benar baik ataupun murni jahat. Yang ada hanyalah perbedaan kepentingan sehingga menimbulkan benturan antarindividu.<\/p>\n<p>Penulis: Paula Gianita Primasari<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukan-nussa-serial-animasi-dalam-negeri-terbaik-adalah-keluarga-somat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bukan \u2018Nussa\u2019, Serial Animasi dalam Negeri Terbaik Adalah \u2018Keluarga Somat\u2019<\/a>.<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejujurnya, saya sempat skeptis dengan film animasi Indonesia. Tapi waktu pertama kali nonton Jumbo di bioskop, saya langsung jatuh cinta!<\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":325529,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[5769,8243,18417,28034,20,4944,28033],"class_list":["post-325191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-animasi","tag-animasi-terbaik","tag-film-animasi","tag-film-animasi-indonesia","tag-film-indonesia","tag-film-indonesia-terbaik","tag-jumbo"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}