{"id":324718,"date":"2025-03-26T13:56:15","date_gmt":"2025-03-26T06:56:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=324718"},"modified":"2025-05-19T14:53:44","modified_gmt":"2025-05-19T07:53:44","slug":"3-cara-klaten-mengalahkan-ekonomi-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-cara-klaten-mengalahkan-ekonomi-jogja\/","title":{"rendered":"3 Cara Kabupaten Klaten Mengejar Ekonomi dan Status Kota Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membandingkan Jogja dan Klaten adalah usaha yang sia-sia. Khususnya untuk saat ini ketika 2 daerah ini punya perbedaan yang menjulang. Khususnya dalam bidang pariwisata dan ekonomi. Bahkan dari sisi status, perbedaan keduanya sangat jomplang. Yang satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klaten-kota-kecil-yang-terlupakan-ditengah-pesona-jogja-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pusat budaya dan wisata<\/a>, satunya wilayah yang \u201chanya ada\u201d di antara 2 kota besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa Jogja bisa begitu besar? Ini tentu jenis pertanyaan yang tidak perlu. Kita sama-sama tahu bahwa branding kota dan provinsi tersebut sudah berlangsung sangat lama dan berhasil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka punya segalanya. Mulai dari wisata budaya, alam, hingga sejarah, ada semua. Bahkan dari sisi pendidikan, mereka punya branding <a href=\"https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2022\/01\/11\/184512078\/awal-mula-yogyakarta-dijuluki-kota-pelajar?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota pelajar<\/a>. Oleh sebab itu, mereka segala daya tarik kuat untuk \u201cmemancing\u201d wisatawan untuk datang. Lantas, apakah Klaten bisa sebesar, bahkan mengalahkan Jogja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, dengan percaya diri, menegaskan bahwa bisa banget. Prosesnya memang akan panjang. Namun, Pemkab Klaten pasti bisa mengerjakan 3 cara sederhana yang akan saya jelaskan ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Luas wilayah seharusnya menjadi keuntungan bagi Klaten untuk mengalahkan Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbandingan wilayah Klaten dan Jogja itu 1:20. Ini perbandingan dengan angka yang yang cukup jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita membandingkan luas wilayah, Kota Jogja punya 32,8 km\u00b2. Sementara itu, Klaten sampai 655,6 km\u00b2. Bayangkan saja perbandingan 1:20 ini punya potensi besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klaten punya banyak peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Asal, mereka mampu memaksimalkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di setiap kecamatan. Saya yakin pemerintah yang sekarang bisa menginisiasi program jangka panjang ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Punya 26 kecamatan dengan potensi dasar yang berbeda-beda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Klaten terdiri dari 26 kecamatan di mana masing-masing memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda. Di mata saya, Pemkab masih bisa memaksimalkan perbedaan karakteristik ini. Misalnya bisa memulai program ini dengan membuat peta potensi yang lebih aktual berdasarkan riset mendalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klaten, misalnya, bisa memaksimalkan sektor pertanian dan perkebunan. Dua lini ini berkembang sangat pesat di kecamatan-kecamatan yang berada di pinggiran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ada juga industri kerajinan yang punya daya tarik tersendiri. Misalnya, kerajinan gerabah di Kecamatan Wedi dan Bayat. Lalu ada industri genteng di Kecamatan Juwiring.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, sektor pariwisata juga punya potensi besar, terutama candi dan umbul. Banyak kecamatan di Klaten yang punya sumber air melimpah. Misalnya di Jatinom, Tulung, dan Karanganom. Ini adalah potensi luar biasa di mana Jogja tidak memilikinya. Kesuksesan branding soal \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/umbul-susuhan-klaten-tempat-wisata-pemandian-yang-cocok-bagi-kaum-introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisata umbul<\/a>\u201d bisa menjadi blueprint strategi Pemkab ke depannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Konsisten melanjutkan program yang memberi manfaat\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca penjelasan di atas, kita jadi tahu besarnya potensi Klaten. Saya yakin, kabupaten kecil ini bisa mengalahkan ekonomi Jogja atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klaten-kota-indah-yang-sialnya-terjepit-jogja-dan-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a> suatu saat nanti. Nah, kuncinya ada di satu hal ini, yaitu konsisten meneruskan program yang memberi manfaat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), prosesnya jelas tidak singkat. Saya rasa, pemerintah yang sekarang bisa menjadi tonggak program panjang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Klaten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya bisa dengan membuat semacam mind map. Lewat peta itu, masyarakat juga bisa melihat strategi apa yang akan berjalan. Kami juga bisa membantu lewat gerakan akar rumput. Kolaborasi antara pemerintah dan rakyat akan jadi kunci penting. Sisanya tinggal konsisten melanjutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, ini soal strategi dan aksi yang jelas. Saya yakin masyarakat akan aktif dalam usaha bersama ini. Kalau tujuannya jelas dan bisa memberi kesejahteraan, siapa yang tidak ingin terlibat? Akhirnya, mengejar ekonomi Jogja bukan imajinasi semata. Kan begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Khoirul Iksan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/klaten-bintang-baru-di-langit-pariwisata-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klaten: Bintang Baru di Langit Pariwisata Jawa Tengah<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini kamu akan paham bahwa Klaten punya cara untuk mengalahkan ekonomi Jogja. Kuncinya ada di poin terakhir.<\/p>\n","protected":false},"author":2894,"featured_media":324781,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[27943,27944,27940,115,27941,8095,27945,27942,27939,27938],"class_list":["post-324718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bayat","tag-industri-genteng-klaten","tag-jatinom","tag-jogja","tag-juwiring","tag-klaten","tag-pemkab-klaten","tag-wedi","tag-wisata-umbul","tag-wisata-umbul-klaten"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2894"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=324718"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324718\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/324781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=324718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=324718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=324718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}