{"id":324689,"date":"2025-03-27T13:32:29","date_gmt":"2025-03-27T06:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=324689"},"modified":"2025-05-19T14:53:40","modified_gmt":"2025-05-19T07:53:40","slug":"4-episode-upin-ipin-spesial-lebaran-yang-bikin-banjir-air-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-episode-upin-ipin-spesial-lebaran-yang-bikin-banjir-air-mata\/","title":{"rendered":"4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tayangan TV anak-anak asal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-saat-di-malaysia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malaysia<\/a>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak pernah gagal memikat hati penonton melalui ceritanya. Tidak terkecuali episode-episode bertema Lebaran yang bisa berkali-kali menyentuh hati penonton. Alur cerita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0episode tema Lebaran sebenarnya sederhana saja, tapi sarat dengan nilai kehidupan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">spesial Lebaran seolah-olah memang ingin mengajak penonton merefleksikan kembali suka dan duka kehidupan sebelum hari raya, benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Itu mengapa, bagi saya, episode spesial Lebaran layak masuk dalam jajaran episode terbaik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini 4 episode\u00a0 spesial Lebaran yang berhasil mengaduk-aduk emosi saya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Episode <\/b><b><i>Selamat menyambut Lebaran <\/i><\/b><b>yang mencerminkan kerinduan mendalam pada keluarga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode ini mengisahkan persiapan menyambut hari Lebaran di Kampung Durian Runtuh. Cerita dimulai dengan <a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=Badrol+mojok&amp;sca_esv=7c0335b6038f02f9&amp;rlz=1C1VDKB_enID1058ID1058&amp;ei=yO3kZ43IGJ6c4-EPmO-BwQY&amp;ved=0ahUKEwiNzJzqzqmMAxUezjgGHZh3IGgQ4dUDCBA&amp;uact=5&amp;oq=Badrol+mojok&amp;gs_lp=Egxnd3Mtd2l6LXNlcnAiDEJhZHJvbCBtb2pvazIIEAAYgAQYogQyCBAAGIAEGKIEMgUQABjvBTIFEAAY7wUyBRAAGO8FSIMNULUKWLUKcAB4AJABAJgBWKABmwGqAQEyuAEDyAEA-AEBmAICoAKiAcICCxAAGIAEGLADGKIEwgIIEAAYsAMY7wWYAwDiAwUSATEgQIgGAZAGBZIHATKgB78FsgcBMrgHogE&amp;sclient=gws-wiz-serp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Badrol<\/a>, cucu Tok Dalang yang menghubungi Abahnya, Tajul yang sibuk bekerja di kota tanpa pernah mudik ke kampung halamannya. Tok Dalang, sempat menegur Tajul melalui telepon, tiba-tiba Tajul memutuskan sambungan telepon tersebut. Seolah ingin memberikan surprise, secara mengejutkan ia tiba-tiba sudah ada di kediaman Tok Dalang untuk berkumpul dengan keluarga besarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di scene lain, Susanti teman baru Upin Ipin yang berasal dari Indonesia tampak sedih merindukan keluarga besar dan kampung halamannya. Saat teman seusianya bergembira menyambut hari Lebaran dengan makan-makan dan meminta THR, Susanti tampak sedih dan murung di beranda rumah Tok Dalang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat kesedihan Susanti, si kembar dan kawan-kawan mengajaknya menggunakan internet guna menghubungi keluarganya di Indonesia dengan panggilan video. Susanti pun tampak senang dan tidak bersedih lagi, setelah panggilan video dengan keluarga besarnya di Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Episode <\/b><b><i>Menjelang Syawal<\/i><\/b><b> adalah bukti betapa sayang Upin Ipin pada Opah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita dimulai dua hari sebelum Lebaran, Upin Ipin merasa heran kenapa neneknya tidak ikut sahur, Opah beralasan sudah sahur lebih awal. Saat waktu berbuka puasa tiba, Opah masih tidak terlihat. Kakak beradik botak itu merasa janggal, kemudian Kak Ros menjelaskan kepada mereka berdua bahwa Opah sedang terbaring sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin pun segera bergegas mengunjungi kamar Opah, sambil memijat-mijat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-sosok-misterius-yang-menjadi-suami-opah-upin-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Opah<\/a> yang terbaring sakit, kemudian Opah berpesan agar mereka berdua mendoakan kesembuhannya. Kemudian, duo kembar membantu Kak Ros membersihkan rumahnya menyambut Lebaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat hari Lebaran tiba, duo kembar botak begitu gembira Opah telah kembali sehat. Si kembar pun antusias menyambut kedatangan kawan-kawan mereka kecuali Susanti yang mudik ke Jakarta, Indonesia. Upin Ipin dan kawan-kawan pun menghubungi Susanti melalui telepon. Ini membuktikan hubungan persahabatan mereka tanpa memandang jarak meski berjauhan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 <\/b><b><i>Rindu Opah\u00a0<\/i>episode di mana Upin, Ipin, dan Kak Ros pertama kali ditinggal Opah.\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rindu Opah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk episode yang cukup menyentuh hati penonton. Untuk pertama kalinya Kak Ros, dan adik-adinya merayakan Lebaran tanpa kehadiran Opah yang melaksanakan ibadah umrah. Mereka di rumah tampak merisaukan keselamatan Opah dan merindukan sekali betapa sepinya rumah tanpa kehadiran Opah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghibur Kak Ros, Upin, dan Ipin yang kesepian tanpa kehadiran Opah, warga Kampung Durian Runtuh berinisiatif kumpul di rumah Upin Ipin. Suasana yang tadinya sepi berubah menjadi ramai. Puncaknya, Kak Ros, Upin dan Ipin yang risau akan keselamatan Opah, kemudian mereka melihat Opah masuk Televisi dalam siaran di TV Mekkah. Suasana semakin ramai dan melegakan karena kondisi Opah ternyata baik-baik saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 <\/b><b><i>Syahdu Syawal <\/i><\/b><b>episode yang penuh kontroversi sekaligus mengharukan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita dimulai dengan suasana Kampung Durian Runtuh saat<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Takbiran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> malam takbiran<\/a>. Upin, Ipin, Mail dan Fizi berkumpul di Surau. Mereka bercengkrama ngobrol santai, Mail menyebutkan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu, sebuah hadits yang menggambarkan betapa pentingnya berbakti kepada seorang ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Upin dan Ipin seorang yatim piatu bertanya apa yang terjadi jika sudah tidak memiliki ibu? Fizi dengan entengnya menjawab &#8220;kalau tidak ada ibu, tak ada surga&#8221;. Ucapan dari Fizi sampai melukai Upin Ipin mereka pun terdiam dan sedih. Mail mencoba memperbaiki suasana dengan menegur Fizi, namun si kembar tetap terpukul dan pulang ke rumah dalam keadaan sedih karena terucap ucapan Fizi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin yang pulang dalam keadaan murung. Mereka kemudian menceritakan perkataan Fizi, dan mereka berdua khawatir tidak akan masuk surga. Dengan penuh kelembutan, Opah menenangkan kedua cucunya kemudian menjelaskan bahwa surga bukan tentang perkara ibu, tetapi bisa juga didapatkan dari perbuatan baik kepada orang lain. Kata-kata dari Opah membawa kelegaan pada hari si kembar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pagi hari di Lebaran, Opah sekeluarga melaksanakan tradisi ziarah kubur mengenang kedua orang tua Upin dan Ipin. Di sisi lain, Fizi menyadari kesalahannya yang tidak bisa mengontrol kata-kata setelah di tegur Mail, Fizi kemudian video call Upin Ipin dan meminta maaf sembari menangis sesenggukan. Yang patut dicontoh, Upin dan Ipin dengan hati lapang menerima permintaan Fizi karena bagaimanapun Fizi dan kawan-kawan adalah sahabat selamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 4 episode Upin dan Ipin spesial Lebaran yang mengharukan. Selain mengaduk-aduk hati, episode-episode di atas punya banyak nilai yang patut direnungkan dan dicontoh menjelang Lebaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Acep Saepulloh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susanti-upin-ipin-kurang-serius-merepresentasikan-indonesia\/\"><b>Karakter Susanti Sebenarnya Bukti Serial \u201cUpin Ipin\u201d Kurang Serius Merepresentasikan Indonesia dalam Cerita<\/b><\/a><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upin Ipin punya banyak episode yang mengharukan, tapi 4 episode soal Lebaran ini yang paling bagus dan bikin banjir air mata.<\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":324882,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[26703,342,5855],"class_list":["post-324689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-episode-upin-ipin","tag-lebaran","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=324689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/324882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=324689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=324689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=324689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}