{"id":323918,"date":"2025-03-19T09:55:09","date_gmt":"2025-03-19T02:55:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=323918"},"modified":"2025-03-19T09:55:09","modified_gmt":"2025-03-19T02:55:09","slug":"bagi-saya-warga-bangkalan-madura-pemerintah-jawa-timur-hanyalah-pendosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-saya-warga-bangkalan-madura-pemerintah-jawa-timur-hanyalah-pendosa\/","title":{"rendered":"Bagi Saya Warga Bangkalan Madura, Pemerintah Jawa Timur Hanyalah Pendosa yang Bikin Kabupaten Ini Terus Sengsara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa tidak sepakat pada sebuah<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banyuwangi-dan-jember-terlalu-sering-disepelekan-jawa-timur\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">artikel<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tentang Banyuwangi dan Jember yang terbit minggu lalu. Pasalnya, kedua kabupaten ini mengaku-ngaku sebagai kabupaten paling disepelekan di Jawa Timur. Ah, saya rasa penulis belum pernah berkunjung ke Madura, khususnya kabupaten saya, Bangkalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian pernah berkunjung ke Bangkalan Madura, saya yakin kalian akan berubah pikiran. Sebab, di provinsi ini tak ada kabupaten yang lebih disepelekan dari pada Bangkalan Madura. Bahkan, bukan cuma disepelekan, tetapi juga hanya dimanfaatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat saja, betapa stagnannya pembangunan di kabupaten ini. Jangan dulu tanyakan pembangunan manusianya, pembangunan insfrastrukturnya saja sangat jauh dari kata ideal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, tak salah jika saya sebut mereka ini hanya pendosa yang bikin Bangkalan Madura terus sengsara.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pusat buang-buang anggaran di Bangkalan Madura supaya nggak ketahuan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jawa Timur, tak ada yang lebih aman untuk buang-buang anggaran selain di Bangkalan Madura. Kenapa saya bilang seperti itu, sebab di kabupaten ini belum ada yang benar-benar peduli, pengetahuan masyarakat Bangkalan Madura juga belum cukup tinggi. Makanya, tikus-tikus yang pakai dasi tak perlu takut akan ketahuan di kabupaten ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau bukti betapa masifnya kegiatan buang-buang anggaran di kabupaten ini? Mudah. Banyak proyek di kabupaten ini yang seakan-akan dibuat demi membangun Bangkalan Madura, tapi hasilnya hanya jadi bangkai busuk. Proyeknya terbengkalai setelah ngabisin anggaran sampai milyaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, proyek terminal tipe A yang sudah menghabiskan<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/74893418\/kuras-anggaran-puluhan-miliar-terminal-tipe-a-mangkrak\"> <span style=\"font-weight: 400;\">45 milyar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kini terbengkalai penuh semak belukar. Saya tak mau tahu apakah ini proyek kabupaten, provinsi, atau nasional. Terminal tipe A adalah proyek yang besar. Tentu juga butuh dukungan pemerintah provinsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi yang sangat menjengkelkan, kok bisa dibiarkan terbengkalai. Anggaran 45 milyar itu tidaklah sedikit. Apakah emang sengaja saja mau buang-buang uang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, gedung IKM dengan anggran<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/74919144\/sentra-ikm-habiskan-anggaran-rp-75-miliar\"> <span style=\"font-weight: 400;\">75 milyar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Tanean Suramadu yang menghabiskan anggaran<\/span><a href=\"https:\/\/www.koranmadura.com\/2019\/05\/sempat-telat-dan-kena-denda-akhirnya-proyek-tanean-suramadu-akan-diresmikan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">100 milyar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ini proyek apa anjay. Nggak jelas sama sekali kegunaannya. Serius ingin membangun Bangkalan Madura nggak sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proyek-proyek kayak gini nih diperjelas dong!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemerintah Jatim tak perlu heran, kerja saja yang benar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah alasan mengapa saya mengatakan bahwa kabupaten ini lebih disepelekan daripada kabupaten yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu, pasangan gubernur Jatim saat ini adalah pasangan petahana. Harusnya, mereka tahu betul dong kondisi wilayah yang sedang mereka pimpin. Tapi, tidak dengan kondisi Bangkalan Madura. Buktinya, ketika berkunjung ke kabupaten ini,<\/span><a href=\"https:\/\/madura.tribunnews.com\/2025\/03\/04\/wagub-jatim-emil-dardak-heran-investasi-tidak-ada-di-bangkalan-padahal-dekat-surabaya\"> <span style=\"font-weight: 400;\">wagub Jatim<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> malah heran dengan kondisi Bangkalan Madura. Katanya, kok bisa investasi di kabupaten ini jauh berbeda dengan kawasan metropolitan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aneh memang! Sudah tahu Bangkalan Madura masuk kawasaan metropolitan Jawa Timur, kok bisa pemerintah provinsi menyepelekan pembangunan kabupaten ini. Semestinya, pemerintah provinsi memahami apa potensi dan kendala kawasan metropolitannya. Lebih dari itu, bukan hanya paham, tapi juga punya ide bagaimana supaya potensinya bisa dikembangkan dan kendalanya diselesaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lah ini, malah sok-sok heran. Bisa kerja nggak sih pak\/bu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, mana mungkin investasi mau masuk di Bangkalan. Sulit! Di kabupaten ini, proyek yang masuk haruslah proyek yang menguntungkan. Makanya, hanya proyek pemerintah saja yang berhasil masuk. Sebab, proyeknya bisa di-setting sesuka mereka. Apakah nanti hasilnya akan mangkrak, terbengkalai, atau tidak berguna, itu masalah belakangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang penting ada dulu. Betul?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/bangkalan-madura-bikin-warganya-marah-sekaligus-malu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Alasan Bangkalan Madura Menjadi Kabupaten Tertinggal yang Membuat Warganya Marah dan Ingin Pergi<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi saya warga Bangkalan Madura, Pemerintah Jawa Timur adalah pendosa yang bikin Bangkalan sengsara dan disepelekan.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":317100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22434,27873,27874,2356],"class_list":["post-323918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan-madura","tag-pembangunan-bangkalan","tag-pemerintah-jawa-timur","tag-proyek-mangkrak"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=323918"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323918\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/317100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=323918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=323918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=323918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}