{"id":323823,"date":"2025-03-18T10:03:06","date_gmt":"2025-03-18T03:03:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=323823"},"modified":"2025-03-18T10:03:06","modified_gmt":"2025-03-18T03:03:06","slug":"ringroad-barat-jogja-sirkuit-pengendara-tak-punya-empati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ringroad-barat-jogja-sirkuit-pengendara-tak-punya-empati\/","title":{"rendered":"Ringroad Barat Jogja, Ketika Malam Jadi Sirkuit Para Pengendara Motor yang Tidak Punya Empati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dari lahir tinggal di dekat Ringroad Barat Jogja. Jalan ini, di siang hari, adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ringroad-jogja-tidak-ramah-pengendara-sepeda-motor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur utama yang sibuk<\/a>. Mobil-mobil besar melintas, motor-motor lalu lalang, dan sesekali ada truk pasir yang jalannya santai, seolah-olah tidak sedang membawa beban dunia. Tapi begitu malam tiba, suasana berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan jadi tenang, bukan jadi damai, apalagi jadi waktu yang ideal untuk merenung atau tidur nyenyak. Justru di saat orang-orang mulai beristirahat, Ringroad Barat beralih fungsi menjadi sesuatu yang lebih\u2026 berisik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Brong brong symphony di bawah langit Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak tahu pasti kapan tradisi ini berawal. Sudah beberapa tahun terakhir, suara knalpot brong mulai mendominasi malam-malam di sekitar Ringroad Barat Jogja. Bukan balapan liar, bukan drag race, mereka hanya\u2026 gas pol untuk kepuasan pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah siapa yang pertama kali memulai ide ini. Bahwa di antara pukul 11 malam sampai dini hari, adalah waktu yang tepat untuk merasakan sensasi ngebut di jalan raya yang relatif lengang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebebasan? Mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspresi diri? Bisa jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi yang pasti, berisiknya minta ampun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, kamu sudah bersiap tidur. Lampu kamar sudah redup, udara malam sudah mulai sejuk, playlist lo-fi sudah diputar, dan pelan-pelan kantuk mulai datang. Lalu tiba-tiba:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBROOOOOONGGGG\u2026!!!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suara mesin meraung seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenyamanan-bukit-bintang-jogja-terganggu-knalpot-brong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jet tempur lepas landas<\/a> dari depan rumah. Tidak hanya satu, tapi berturut-turut. Kadang sendiri, kadang beriringan seperti rombongan tour motor yang kebablasan sampai tengah malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat yang lain menikmati mimpi, saya di sini menikmati festival suara knalpot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang Sebenarnya Mereka Kejar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering bertanya-tanya, apa yang sebenarnya mereka cari? Sensasi kecepatan? Adrenalin? Atau hanya perasaan bahwa mereka memiliki kendali atas sesuatu di dunia ini, bahkan jika itu hanya gas motor yang ditarik sampai mentok?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencoba berempati. Mungkin ini cara mereka melepas stres, mungkin ini cara mereka melawan tekanan hidup, atau mungkin ini sekadar pengalihan dari kenyataan bahwa harga bensin naik tapi hasrat untuk ngebut tetap tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tetap saja, tolonglah, Bro! Ada orang yang butuh tidur!<\/span><\/p>\n<h2><b>Ringroad Barat Jogja itu gelap dan sunyi, ironi di antara kebisingan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membuat keadaan ini semakin unik adalah fakta bahwa Ringroad Barat Jogja, di beberapa titik, <a href=\"https:\/\/radarjogja.jawapos.com\/jogja-24-jam\/652657986\/jadi-jalur-horor-padahal-lampu-pju-berjejer\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masih cukup gelap<\/a>. Lampu jalan kadang berfungsi, kadang tidak. Ada yang temaram, ada yang seperti hidup segan mati tak mau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelapnya jalan ini seolah memberi tantangan ekstra bagi para pegaspol. Mungkin bagi mereka ini justru menambah sensasi. Bisa menembus jalan yang samar, ditemani suara mesin yang meraung keras, seakan mereka adalah protagonis di film balapan jalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi bagi yang tinggal di dekatnya? Ini bukan adegan film. Ini realitas. Realitas di mana suara motor lebih nyaring daripada suara hati yang menginginkan ketenangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keluhan yang elegan, tapi tetap saja keluhan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepada para pegaspol malam, saya mengerti bahwa kalian ingin merasakan kebebasan. Saya paham bahwa jalan yang kosong di malam hari itu menggoda. Tapi ingatlah, ada orang-orang yang butuh istirahat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada mahasiswa yang besok harus ujian. Banyak pekerja yang besok harus bangun pagi. Lalu, ada juga anak kecil yang butuh tidur nyenyak agar tidak cranky di pagi hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang ingin ngebut, bisakah memilih lokasi yang lebih jauh dari permukiman? Atau kalau tetap di sini, bisakah tanpa knalpot brong? Karena kebebasan kalian seharusnya tidak datang dengan harga mengorbankan ketenangan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau bisa, ayo kompromi. Biarkan kami yang tinggal di dekat Ringroad Barat Jogja bisa menikmati malam dalam keheningan yang seharusnya. Karena di Jogja yang katanya istimewa ini, tidur nyenyak seharusnya bukan barang mewah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Janu Wisnanto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ringroad-jogja-menyebalkan-bikin-saya-malas-melewatinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Alasan yang Membuat Saya Malas Lewat Ringroad Jogja<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ringroad Barat Jogja di kala malam berubah menjadi sirkuti pengendara motor dengan knalpot brong nan bising. Sungguh nir empati betul.<\/p>\n","protected":false},"author":2789,"featured_media":323841,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,2578,18849,24676,27861,21446,27862,7235],"class_list":["post-323823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jogja","tag-knalpot-brong","tag-ringroad","tag-ringroad-barat","tag-ringroad-barat-jogja","tag-ringroad-jogja","tag-ringroad-sleman","tag-sleman"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2789"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=323823"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323823\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/323841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=323823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=323823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=323823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}