{"id":323786,"date":"2025-03-19T14:27:55","date_gmt":"2025-03-19T07:27:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=323786"},"modified":"2025-03-19T14:29:01","modified_gmt":"2025-03-19T07:29:01","slug":"andai-susanti-upin-ipin-pulang-ke-indonesia-nggak-balik-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/andai-susanti-upin-ipin-pulang-ke-indonesia-nggak-balik-malaysia\/","title":{"rendered":"Ini yang Akan Terjadi kalau Susanti \u201cUpin Ipin\u201d Pulang ke Indonesia dan Nggak Balik Lagi ke Malaysia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susanti salah satu karakter yang ada dalam serial TV anak-anak asal Malaysia, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Walau bukan tokoh utama, Susanti menarik perhatian penonton karena jadi satu-satunya teman Upin dan Ipin yang diceritakan tidak berasal dari Malaysia. Karakter yang digambarkan lemah lembut dan baik hati itu berasal dari Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susanti pertama kali muncul saat dirinya menjadi murid baru di Tadika Mesra. Ceritanya, Susanti pindah dari Jakarta, Indonesia ke Malaysia karena pekerjaan ayahnya. Tidak pernah dijelaskan secara detail pekerjaan ayah Susanti, tapi salah satu tulisan Mojok pernah menguliknya dengan judul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-pekerjaan-orang-tua-susanti-upin-ipin-di-malaysia\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Menebak Pekerjaan Orang Tua Susanti \u201cUpin Ipin\u201d di Malaysia<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak muncul, Susanti menjadi salah satu karakter yang masih dipertahankan hingga saat ini. Padahal ada banyak karakter sampingan dalam serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dimunculkan lagi seperti, Raju, Fatiah, dan Devi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya di salah satu episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0pernah diceritakan Susanti akan pulang ke Indonesia dan tidak akan lagi kembali ke Malaysia selamanya. Sebab, tugas sang ayah kerja di Malaysia sudah selesai. Namun, itu semua hanya prank kecil dari penulis cerita pada penonton setia. Ternyata,\u00a0 rencana Susanti untuk pulang dan kembali menetap di Indonesia urung terjadi. Sebab, sang ayah tidak jadi pindah ke kerja Indonesia dan memilih untuk tetap bekerja di Malaysia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya agak greget dengan episode ini. Saya jadi membayangkan dan bertanya-tanya, apa yang bakal terjadi kalau Susanti benar-benar pulang dan tidak kembali ke Malaysia ya. Di bayangan saya, tiga hal inilah yang bakal terjadi kalau Susanti pulang ke Indonesia dan nggak balik lagi ke Malaysia. Simak sampai habis, ya!\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mei Mei bakal kehilangan teman bermain masak-masaknya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam serial<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Susanti merupakan teman baik dari Mei Mei. Mereka bak dua sejoli yang sukar dipisahkan. Ikatan mereka juga sangat dekat sedekat urat nadi. Ibarat kata, kalau ada Mei Mei, di situ pasti ada Susanti. Padahal, mereka hanyalah teman biasa, bukan saudara kandung yang lahir dari satu ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susanti dan Mei Mei juga sering berangkat ke sekolah dan bermain bersama. Masak-masak, menjadi permainan yang sering kali mereka lakukan. Biasanya, Susanti dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-mei-mei-di-serial-upin-ipin-yang-sebaiknya-nggak-ditiru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mei Mei<\/a> bermain masak-masak di saung yang menjadi tempat Upin Ipin dan kawan-kawan sering berkumpul.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andai Susanti pulang ke Indonesia dan nggak balik lagi ke Malaysia, Mei Mei tentu bakal kehilangan teman bermain masak-masaknya. Tidak ada lagi teman yang mau menerima ajakan Mei Mei untuk bermain masak-masak. Sebab, Upin Ipin dan kawan-kawannya, seperti Mail, Fizi, Jarjit, dan Ehsan kerap menolak kalau diajak Mei Mei bermain masak-masak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Mei Mei pasti juga bakal kehilangan satu-satunya teman perempuan yang hampir tiap hari menemaninya, baik saat di sekolah maupun saat bermain bersama Upin dan Ipin. Jika ini terjadi, Mei Mei pasti bakal sangat sedih dan merasa kehilangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jarjit bakal patah hati berkepanjangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Mei Mei, Jarjit juga menjadi salah satu karakter dalam serial Upin Ipin yang bakal merana kalau Susanti pulang dan menetap di Indonesia untuk selamanya. Sebab, Susanti dan Jarjit diketahui punya hubungan asmara yang terpendam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ini-yang-terjadi-jika-jarjit-dan-susanti-upin-ipin-pacaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jarjit<\/a> sendiri sudah lama diceritakan naksir kepada Susanti. Hal ini terbukti dari salah satu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">scene<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana Jarjit pernah memajang foto Susanti di dalam kamarnya. Namun, perasaan terpendam Jarjit ke Susanti ini tidak pernah diutarakan secara langsung. Jarjit mungkin menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaan itu. Bisa jadi, Jarjit bakal mengutarakan perasaannya ke Susanti saat keduanya tumbuh dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Susanti pulang ke Indonesia dan nggak balik lagi ke Malaysia, Jarjit pasti bakal patah hati. Sebab, dia nggak bakal lagi bisa melihat pujaan hatinya secara langsung. Selain itu, Jarjit juga nggak bakal lagi bisa ngobrol dengan Susanti, baik saat di sekolah maupun saat bermain bersama Upin Ipin dan kawan-kawan di saung. Paling-paling, Jarjit cuma bisa memandangi foto Susanti yang dipajang di kamarnya kalau merasa rindu berat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak bakal ada juru dokumentasi dadakan momen spesial bersama Upin Ipin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Susanti punya salah satu ciri khas yang tentu kerap diingat oleh para penonton. Selain kerap melontarkan kata \u201cAsyiiik!\u201d saat sedang merasa antusias terhadap suatu hal, kamera juga menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada karakter Susanti. Hal ini lantaran Susanti kerap membawa kamera yang dibelikan oleh orang tuanya kemana saja dia pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, kamera ini dipakai untuk mendokumentasikan momen-momen spesial, baik saat di sekolah maupun saat bermain bersama Upin, Ipin dan kawan-kawan. Ia kerap mengambil foto secara tiba-tiba sehingga hasil foto pun terkadang jadi unik dan lucu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika Susanti pulang ke Indonesia, tentu nggak bakal ada lagi juru dokumentasi dadakan yang bakal mengabadikan momen-momen spesial dalam serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau ini terjadi, Susanti mungkin bakal terlebih dahulu mencuci dan mencetak semua foto hasil jepretannya. Setelah itu, ia bakal memberikan semua foto tersebut kepada kawan-kawannya sebagai tanda perpisahan. Semua foto itu pasti bakal membuat Upin Ipin dan kawan-kawan nangis bombay. Sebab, foto-foto itulah yang menjadi dokumentasi kebersamaan mereka selama Susanti tinggal di Malaysia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira itulah tiga hal yang bakal terjadi kalau Susanti pulang ke Indonesia dan nggak balik lagi ke Malaysia. Sebagai penggemar Upin Ipin, saya pribadi berharap karakter Susanti bakal terus eksis untuk selamanya. Sebab, kehadiran Susanti dalam serial Upin Ipin bisa jadi alat diplomasi budaya Indonesia terhadap publik <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Malaysia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malaysia<\/a>.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Dyandra Rama Putra Bagaskara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susanti-upin-ipin-kurang-serius-merepresentasikan-indonesia\/\">Karakter Susanti Sebenarnya Bukti Serial \u201cUpin Ipin\u201d Kurang Serius Merepresentasikan Indonesia dalam Cerita\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karakter Susanti dalam Upin Ipin begitu kuat, seandainya dia pulang ke Indonesia dan tidak balik ke Malaysia, banyak hal akan berubah.<\/p>\n","protected":false},"author":2886,"featured_media":324006,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[31,5612,14409,27507,5855],"class_list":["post-323786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-indonesia","tag-malaysia","tag-susanti","tag-susanti-upin-ipin","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2886"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=323786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323786\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/324006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=323786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=323786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=323786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}