{"id":323244,"date":"2025-03-15T15:25:53","date_gmt":"2025-03-15T08:25:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=323244"},"modified":"2025-03-15T15:25:53","modified_gmt":"2025-03-15T08:25:53","slug":"dzul-upin-ipin-anak-yang-tampan-sayangnya-suka-membual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dzul-upin-ipin-anak-yang-tampan-sayangnya-suka-membual\/","title":{"rendered":"Dzul \u201cUpin Ipin\u201d Anak yang Tampan, Sayangnya Suka Membual"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggemar setia serial TV anak-anak asal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kkn-di-perbatasan-indonesia-malaysia-banyak-pengalaman-unik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malaysia<\/a>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pasti sudah asing dengan karakter bernama Dzul. Di antara anak-anak yang ada di Tadika Mesra maupun Kampung Durian Runtuh tampang Dzul sebenarnya paling tampan.\u00a0 Wajahnya yang berbentuk segitiga dengan dagu tajam cocok dipadukan dengan rambut gaya curtained. Pembawaan yang kalem dan keren memperkuat pesona anak bernama lengkap Dzulkifli ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik parasnya yang menarik, Dzul punya satu kekurangan yang mengurangi ketampanannya secara signifikan. Dzul anak yang suka membual dengan mencatut atau menyeret neneknya. Dia selalu mengucapkan \u201cnenek aku kata\u201d sebelum membagikan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangankan belum jelas kebenarannya, bisa jadi neneknya sendiri tidak pernah mengatakan hal yang dibagikan Dzul kepada teman-temannya. Dengan kata lain, Dzul banyak bohongnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Membual soal lembu yang kabur tidak akan pernah kembali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sapy Oh Sapy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di musim ke-3, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uncle-muthu-upin-dan-ipin-belajar-masak-dari-mana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uncle Muthu<\/a> meminta tolong duo botak Upin dan Ipin untuk mengantarkan lembu peliharaan Rajoo, Sapy, makan di padang rumput. Kebetulan Rajoo yang biasa melakukannya sedang demam berat. Di tengah perjalanan Upin dan Ipin bertemu Mail dan Jarjit yang sedang bermain daun putri malu. Karena tergoda ingin ikut bermain, Upin Ipin melupakan tugasnya untuk memberi makan Sapy. Sapy pun kabur meninggalkan padang rumput.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat proses pencarian, Upin dan Ipin bertemu dengan Dzul dan Ijat dan menanyakan apakah mereka melihat Sapy?\u00a0 Dzul dan Ijat menunjuk arah yang berlawanan, si kembar pun bingung. Sampai akhirnya, Dzul berkata &#8220;nenek aku kata, lembu yang sudah hilang tidak akan kembali lagi\u201d. Mendengar penjelasan itu, Upin dan Ipin semakin panik. Padahal diakhir cerita, Sapy ditemukan oleh Susanti dan dikembalikan kepada Uncle Muthu. Benar-benar Dzul ini ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Membual biji rambutan bakal tumbuh di perut kalau tidak sengaja memakannya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perut Ehsan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di musim ke-13,\u00a0 Ehsan diceritakan sakit perut karena terlalu banyak makan rambutan milik Tok Dalang. Keesokan harinya, Ehsan mengadu sakit perut di Tadika Mesra gara-gara menelan biji rambutan semalam karena tidak disengaja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar Ehsan yang tidak sengaja menelan biji rambutan, Dzul malah menakuti Ehsan dengan ngomong &#8220;Nenek aku kata, kalau tertelan biji rambutan nanti pohon rambutan tumbuh dalam perut&#8221;. Mendengar penjelasan dari Dzul, Ehsan pun ketakutan dan menangis sesenggukan, untungnya Cikgu Melati mencarikan solusi mengeluarkan biji rambutan dari dalam perut Ehsan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dzul membual soal Nenek Kebayan<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek Si Bongkok Tiga\u00a0 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada musim ke-7 mengisahkan pengalaman seram dan lucu Upin, Ipin, dan kawan-kawannya. Cerita diawali Mei mei, Devi dan Susanti bermain di pondok sambil menyanyikan lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek Si Bongkok Tiga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mei mei pun yang berperan sebagai Nenek Si Bongkok Tiga atau biasa disebut Nenek Kebayan. Upin, Ipin, Jarjit, dan Ehsan yang baru datang ke pondok berpartisipasi mengikuti permainan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat di rumah, Upin dan Ipin menceritakan kepada Opah dan Kak Ros tentang permainan Nenek Kebayan. Duo kembar botak itu bertanya, apakah Nenek Kebayan adalah Opah. Opah menjawab bahwa Nenek Kebayan hanya dongeng saja. <a href=\"https:\/\/upinipin.fandom.com\/id\/wiki\/Ros\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kak Ros<\/a> pun menunjukan kepada adik-adiknya buku berjudul Nenek Kebayan. Upin Ipin pun membandingkan gambar nenek kebayan dengan Opah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya, Upin dan Ipin membawa buku tersebut ke Tadika Mesra. Dzul pun menceritakan kisah seram tentang Nenek Kebayan. Dzul berkata &#8220;Nenek aku kata, Nenek Kebayan rambutnya putih, jalan bongkok-bongkok, ia pakai tongkat kayu, tongkat kayu itu ada kuasa, tapi yang paling menakutkan ia suka makan budak-budak macam kita, lebih-lebih macam Ehsan yang banyak isi&#8221;. Ketika pulang sekolah, mereka bertemu nenek-nenek mirip nenek kebayan membuat Ehsan lari ketakutan, Upin dan Ipin pun ikut panik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir episode, nenek yang dikira Nenek Kebayan yang dilihat ketika pulang sekolah itu ternyata Neneknya Dzul yang sedang mencari alamat cucunya. Akhirnya terkonfirmasi\u00a0 bahwa neneknya itu baru pertama kali ke rumah Dzul. Jadi, bisa dipastikan bahwa selama ini Dzul benar-benar tukang bohong suka bercerita membawa nama neneknya, padahal mereka tidak perna tinggal serumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sekilas mengenai karakter Dzul dalam serial <em>Upin Ipin<\/em> yang sebagai murid paling tampan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-tadika-mesra-sekolahnya-upin-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tadika Mesra<\/a> yang sering membual dengan mencatut nama neneknya. Kalau sifat Dzul seperti itu terus, bukan tidak mungkin kalau besar nanti, dia bakal menjadi orang yang percaya teori konspirasi. Seperti percaya bumi itu datar atau mungkin percaya juga kalau Hitler meninggal di Garut. Karakter yang jelas nggak selaras dengan tampangnya yang menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Acep Saepulloh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ehsan-upin-ipin-punya-ayah-crazy-rich-segini-kekayaannya\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung Kekayaan Ayah Ehsan \u201cUpin Ipin\u201d yang Membuatnya Jadi Crazy Rich Kampung Durian Runtuh<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dzul Upin Ipin sebenarnya sosok yang taman dibanding anak-anak lain. Sayangnya, dia suka membual dengan membawa-bawa nama neneknya. <\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":323538,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[19473,27841,16487,5855],"class_list":["post-323244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-dzul","tag-dzul-upin-ipin","tag-tadika-mesra","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=323244"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/323244\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/323538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=323244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=323244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=323244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}