{"id":322722,"date":"2025-03-11T13:55:50","date_gmt":"2025-03-11T06:55:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=322722"},"modified":"2025-03-11T13:55:50","modified_gmt":"2025-03-11T06:55:50","slug":"gwan-sik-cowok-green-flag-drakor-when-life-gives-you-tangerines","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gwan-sik-cowok-green-flag-drakor-when-life-gives-you-tangerines\/","title":{"rendered":"Yang Gwan-sik dalam Drakor Netflix &#8220;When Life Gives You Tangerines&#8221;: Takhta Tertinggi Cowok Green Flag"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencinta drakor tengah digegerkan dengan kemunculan cowok green flag baru yang disebut-sebut pemegang takhta tertinggi cowok green flag drakor. Adalah Yang Gwan-sik sosok yang dimaksud. Yang Gwan-sik muncul dalam drama Korea terbaru <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drakor-netflix-nggak-menye-menye-untuk-penonton-usia-matang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Netflix<\/a> berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">When Life Gives You Tangerines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">When Life Gives You Tangerines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah drama yang menceritakan kisah Oh Ae-sun (IU) dan Yang Gwan-sik (Park Bo-gum) yang tinggal di Jeju. Keduanya sudah berteman sejak masih kecil. Ae-sun adalah anak seorang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/haenyeo-para-penyelam-wanita-tangguh-dari-pulau-jeju-yang-muncul-dalam-drakor-our-blues\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">haenyeo<\/a> miskin yang bercita-cita menjadi penyair. Sementara Gwan-sik adalah anak seorang penjual ikan yang setia menemani Ae-sun ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"When Life Gives You Tangerines | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4ECAaQkNAbc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">When Life Gives You Tangerines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri berlatar tahun 1960-an di mana saat itu patriarki masih cukup kental di tengah kehidupan masyarakat Korea. Sosok Ae-sun yang miskin tapi memiliki cita-cita tinggi sering kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya. Anak perempuan diabaikan, sementara anak laki-laki dijunjung tinggi saat itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Yang Gwan-sik dalam drakor <em>When Life Gives You Tangerines<\/em> setia menemani Oh Ae-sun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang saya katakan di atas, Gwan-sik dan Ae-sun sudah berteman sejak mereka masih kecil. Saat Ae-sun masih tinggal bersama keluarga pamannya dan tak pernah kebagian ikan untuk lauk makan malam, Gwan-sik memberikan seekor ikan lebih agar Ae-sun juga bisa makan ikan. Dia selalu ada saat Ae-sun dalam kesulitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ketika mereka beranjak dewasa dan Ae-sun harus berjualan kubis di pasar, Gwan-sik turut membuka lapaknya di samping Ae-sun. Dia membantu gadis itu melayani pembeli yang datang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesetiaan Gwan-sik menemani Ae-sun dalam setiap momen inilah yang akhirnya membuat Ae-sun luluh. Meski Ae-sun keras kepala dan galak, Gwan-sik tak mau menyerah. Dia tetap mengulurkan tangannya untuk menolong dan menemani Ae-sun di masa-masa terberat gadis itu. Hingga pada akhirnya mereka berdua menikah dan dikaruniai seorang anak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Membela istrinya di depan nenek dan ibunya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat sosok Yang Gwan-sik dalam drakor Netflix <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">When Life Gives You Tangerines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> disebut-sebut sebagai suami idaman karena dia selalu membela Ae-sun istrinya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, drakor ini mengambil latar kehidupan di Jeju Korea sekitar tahun 1960-an. Saat itu <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/yunita-putri-1730685179678847882\/budaya-patriarki-di-korea-selatan-dan-tantangan-menuju-kesetaraan-gender-240y1d3dk5a\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai-nilai patriarki<\/a> masih begitu kental, sehingga lumrah bagi menantu perempuan untuk mengabdi pada keluarga dan leluhur dari suaminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sosok Ae-sun kemudian digambarkan kerap disuruh-suruh oleh ibu mertua dan juga nenek dari Yang Gwan-sik. Dia harus memasak, menyiapkan makanan, dan ikut ke kuil untuk berdoa. Bahkan Ae-sun nggak bisa makan di meja yang sama dengan suaminya dan nggak mendapatkan lauk yang sama banyaknya dengan yang dimakan para lelaki di keluarga Yang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kerap mendapat perkataan dan perlakuan kurang menyenangkan dari ibu mertua dan nenek mertua di rumah, Ae-sun tetap tegar. Salah satu alasannya karena Yang Gwan-sik kerap membelanya. Gongnya, Gwan-sik mengajak Ae-sun pergi dari rumah setelah pertengkaran besar antara ibu dan neneknya dengan istrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak netizen yang kemudian memuji sikap Gwan-sik dalam drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">When Life Gives You Tangerines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini. Mereka mengatakan jarang sekali ada suami seperti Gwan-sik yang rela pasang badan demi istri di hadapan keluarganya. Biasanya para suami enggan membela istri mereka di depan keluarga. Mereka memilih untuk diam atau meminta sang istri bersabar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menghargai dan mendukung cita-cita istrinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain setia menemani Oh Ae-sun dalam suka maupun duka, sosok Yang Gwan-sik dalam drakor Netflix <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">When Life Gives You Tangerines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga merupakan sosok yang menghargai dan mendukung Ae-sun. Dia tahu bahwa Ae-sun memiliki cita-cita tinggi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi Ae-sun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil, Ae-sun diceritakan memiliki ketertarikan pada dunia sastra. Dia ingin melanjutkan studinya hingga<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perguruan-tinggi-kian-eksklusif-nggak-cocok-untuk-semua-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> perguruan tinggi<\/a> dan bercita-cita menjadi penyair. Alih-alih meremehkan keinginan Ae-sun ini, Gwan-sik justru mendukung penuh Ae-sun. Dia memberikan semangat. Bahkan dia juga membelikan Ae-sun buku untuk bisa dibaca dan dipelajari oleh istrinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa hal dari Yang Gwan-sik yang membuatnya disebut-sebut cocok menduduki takhta tertinggi cowok green flag di semesta drakor. Kehadiran Gwan-sik membuat standar suami idaman makin tinggi lantaran banyak perempuan yang pengin punya suami kayak Park Bo-gum ini. Drama yang baru saja menyelesaikan 4 episode pertamanya pada minggu lalu ini akan muncul lagi di minggu ini. Kalau penasaran dengan kisah mereka, coba tonton sendiri, ya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Intan Ekapratiwi<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/the-trauma-code-heroes-on-call-sebaik-baiknya-drakor-medis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The Trauma Code: Heroes on Call, Sebaik-baiknya Drakor Medis. Sungguh Merugi Orang-orang yang Belum Nonton<\/a>.<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosok Yang Gwan-sik dalam drakor Netflix When Life Gives You Tangerines merebut hati penonton. Dia menjadi sosok cowok green flag baru.<\/p>\n","protected":false},"author":1182,"featured_media":322756,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[16475,1307,1293,20211,27793],"class_list":["post-322722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-cowok-green-flag","tag-drakor","tag-drama-korea","tag-green-flag","tag-when-life-gives-you-tangerines"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1182"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=322722"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322722\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/322756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=322722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=322722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=322722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}