{"id":322173,"date":"2025-03-10T11:15:30","date_gmt":"2025-03-10T04:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=322173"},"modified":"2025-03-10T11:24:47","modified_gmt":"2025-03-10T04:24:47","slug":"visa-schengen-saya-lebih-mudah-dikabulkan-berkat-sponsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/visa-schengen-saya-lebih-mudah-dikabulkan-berkat-sponsor\/","title":{"rendered":"Pengalaman Saya Mendapatkan Visa Schengen Tanpa Perlu \u201cBerdarah-darah\u201d Berkat Sponsor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari lalu saya sempat membaca tulisan seputar visa Schengen di Terminal Mojok yang berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/visa-schengen-jadi-momok-orang-indonesia-yang-ingin-ke-eropa\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurus Visa Schengen Jadi Momok bagi Orang Indonesia yang Ingin ke Eropa<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Visa Schengen memang terkenal sulit untuk didapat, tapi itu semua sebanding dengan keuntungannya: bebas mengunjungi 29 negara di Eropa. Saya salah satu orang yang beruntung karena bisa mengantongi visa Schengen tanpa harus \u201cberdarah-darah\u201d. Kuncinya? Punya sponsor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini saya ingin sedikit berbagi pengalaman. Permohonan visa Schengen saya diterima oleh kedutaan Spanyol di Jakarta bulan November 2024 setelah menunggu kurang lebih 1 bulan lamanya. Visa yang saya ajukan adalah visa turis dengan jangka waktu yang diberikan oleh kedutaan adalah 90 hari. Dokumen yang saya serahkan sama seperti dokumen untuk pengajuan visa turis pada umumnya dan ditambah dokumen sponsor.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sponsor memperbesar peluang permohonan visa dikabulkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki sponsor bisa jadi salah satu cara mempermudah proses permohonan visa Schengen<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sponsor adalah pihak yang akan bertanggung jawab selama kita berada di area Schengen. Tanggung jawab yang dimaksud berupa memberikan tempat tinggal ataupun bantuan secara finansial. Dalam konteks pengajuan visa saya, sponsor adalah pasangan saya yang memang warga negara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-lumrah-di-spanyol-tapi-nggak-wajar-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Spanyol<\/a>. Asal tahu saja, sponsor tidak harus pasangan dari negara yang dituju, tapi bisa juga teman ataupun anggota keluarga yang tinggal di area Schengen. Kalau\u00a0 punya teman atau kerabat yang merupakan warga negara dari area Schengen, dia bisa menjadi sponsor kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi perlu diingat, jangan asal memilih sponsor. Perlu dipastikan bahwa sponsor yang dipilih adalah warga negara dari negara yang kalian akan tuju, memiliki pekerjaan, tidak memiliki catatan kriminal, dan memiliki keuangan yang stabil. Sebab, nantinya, kedutaan tidak hanya melihat dokumen milik pemohon visa, tapi juga sponsornya. Dan, tentunya persetujuan dari orang yang akan kamu pilih menjadi sponsor juga sangat penting.<\/span><\/p>\n<h2><b>Proses pengajuan visa Schengen dengan sponsor sedikit berbeda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh pengalaman dan pengetahuan saya, proses pengajuan visa Schengen dengan sponsor sedikit berbeda. Terutama pada bagian kelengkapan dokumen. Kalian harus menyertakan dokumen tambahan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), rekening koran selama 3 bulan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah surat keterangan kerja. Semua dokumen tersebut untuk memastikan kalian memiliki pekerjaan dan akan kembali ke Indonesia serta memperkecil peluang imigran gelap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, dokumen tambahan yang perlu dipersiapkan dari sisi sponsor diantaranya KTP, rekening koran, surat keterangan kerja, surat pernyataan dari sponsor yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kamu ketika di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kawasan_Schengen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">area Schengen<\/a>. Tidak ketinggalan, surat izin dari kepolisian yang menyatakan bahwa akan ada warga negara asing yang tinggal di rumah mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan penting, KTP, rekening koran, surat keterangan kerja, dan surat pernyataan sponsor bisa disertakan dalam bentuk soft file. Namun, untuk surat dari kepolisian, sponsor harus mengirimkannya ke Indonesia. Kedutaan hanya menerima hard file karena ada bagian dari surat tersebut yang perlu dibubuhi stempel oleh kedutaan. Perlu diperhatikan, surat izin dari kepolisian nantinya akan dikembalikan ke kalian dan surat tersebut harus dibawa dalam perjalanan karena akan kamu tunjukkan ke pihak imigrasi di negara Schengen.<\/span><\/p>\n<h2><b>Siapkan uang tunai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah semua dokumen terkumpul, kalian baru bisa booking appointment ke Pusat Pengajuan Visa. Tidak semua negara Schengen diurus di satu tempat yang sama. Contohnya seperti Belanda dan Jerman, kalian bisa urus di VFS Global. Sedangkan untuk kasus saya, visa Spanyol dilakukan di BLS Spain Application Centre. Biaya yang dibutuhkan untuk mengajukan visa kurang lebih Rp1,6 juta dan dibayar secara tunai. Jadi jangan lupa untuk membawa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-suka-pinjam-uang-tunai-ke-teman-daripada-ke-atm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang tunai<\/a> saat hari appointment ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah proses pembayaran, kalian perlu menunggu kurang lebih 3 hingga 4 minggu. Selama proses pengajuan tersebut, kalian perlu cek website mereka untuk tahu status visa. Kalau status visa kalian di website tertera \u201cready to pick-up\u201d, itu berarti visa kalian sudah selesai diproses. Tapi ingat, itu bukan berarti kalian otomatis mendapatkan visa Schengen. Kalian baru tahu permohonan visa dikabulkan atau tidak ketika &#8220;menjemput&#8221; dan cek paspor kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, diterima atau tidaknya visa Schengen kembali lagi ke kedutaan masing-masing. Meskipun dokumen sudah lengkap ataupun kalian sudah mengikuti tips dari berbagai sumber, tapi kedutaan juga punya pertimbangan mereka sendiri dalam menerima ataupun menolak permohonan visa. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Syukurnya, dalam kasus saya, permohonan visa Schengen dikabulkan. Tidak saya mungkiri keberadaan sponsor jadi salah satu faktor terbesarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Shesa Uli<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/liburan-ke-jepang-bebas-visa-tapi-nggak-cukup-bawa-paspor-aja\/\"><b>Jangan Salah Kaprah, Liburan ke Jepang Memang Bebas Visa, tapi Bukan Berarti Cukup Bawa Paspor Saja<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Visa Schengen sulit dikantongi orang Indonesia. Syukurnya, saya punya sponsor yang memperbesar lolosnya peluang permohonan visa.<\/p>\n","protected":false},"author":2859,"featured_media":322181,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13086],"tags":[7050,12328,11930,27310],"class_list":["post-322173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-eropa","tag-schengen","tag-spanyol","tag-visa-schengen"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2859"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=322173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322173\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/322181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=322173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=322173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=322173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}