{"id":322081,"date":"2025-03-09T15:18:59","date_gmt":"2025-03-09T08:18:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=322081"},"modified":"2025-03-09T15:18:59","modified_gmt":"2025-03-09T08:18:59","slug":"preman-pensiun-9-sebaik-baiknya-sinetron-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/preman-pensiun-9-sebaik-baiknya-sinetron-ramadan\/","title":{"rendered":"Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah lama sekali saya tidak menonton televisi. Malas sekali rasanya setiap menyalakan televisi lagi-lagi disuguhi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menerka-alasan-alur-cerita-sinetron-di-indonesia-banyak-yang-absurd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sinetron absurd<\/a> yang menguras emosi. Namun, semua itu berubah setelah menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Sinetron garapan Aris Nugraha itu berhasil memberi warna baru dan menarik saya menonton TV lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penayangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun<\/span><\/i> 9<span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi daya tarik tersendiri karena ditayangkan pada bulan Ramadan, tepatnya menjelang berbuka dan sahur, pada pukul 17.30 WIB &amp; 03.15 WIB. Selama menyaksikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya menyadari bahwa sinetron ini berbeda dengan sinetron lainnya karena memberikan makna di setiap adegannya.<\/span><\/p>\n<h2><b><i>Preman Pensiun 9<\/i><\/b><b> dekat dengan kehidupan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berhasil menunjukkan arti kehidupan. Sinetron tersebut menceritakan 3 orang yang kerap nongkrong di<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terminal-bungurasih-surabaya-bukan-milik-calo-dan-tukang-palak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> terminal<\/a>, yakni Jack, Iding, Deni dengan masing-masing dinamika keluarga. Dinamika yang saya yakin dekat para penontonnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cukup prihatin dengan Jack. Hari-harinya selalu diwarnai kekesalan terhadap sang istri. Istri Jack tidak mau memasak lantaran takut mubazir, tetapi di sisi lain banyak keinginan, seperti ingin membeli tas baru, padahal sudah memiliki beberapa tas. Bahkan, tas yang dibeli pun secara kredit. Kemalangan Jack masih berlanjut ketika istrinya dijambret hingga kehilangan tas beserta isinya. Salah satu barang yang hilang adalah handphone. Alih-alih memahami kondisi suaminya, istri Jack justru membeli handphone baru dengan meminjam uang dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pinjaman_daring#:~:text=Pinjaman%20daring%20(Pindar)%20atau%20dikenal,tidak%20membutuhkan%20jaminan%20atau%20agunan.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pinjaman online (pinjol)<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, ada Iding, yang dihadapkan pada situasi di mana istrinya bekerja. Saya salut dengan Iding, yang merasa malu ketika istrinya bekerja, karena ia berprinsip bahwa &#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seharusnya laki-laki yang mencari nafkah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.&#8221; Istri Iding juga menjadi gambaran seorang istri yang memahami kondisi suami. Saat penghasilan Iding menurun, istrinya membantu dengan bekerja. Namun, hal ini berdampak pada anak perempuan mereka, yang mulai berubah setelah ibunya bekerja sebagai pembantu di tempat temannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Deni lebih beruntung dibandingkan yang lain. Saat ini, istrinya sedang hamil dua bulan. Jika yang lain sudah merasakan kerasnya kehidupan rumah tangga, Deni akan segera menghadapinya. Kesibukan Deni saat ini adalah menemani istrinya jalan pagi serta membelikan makanan yang diidamkan istrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari tiga personel terminal ini, sebagai penonton saya mendapatkan berbagai referensi kehidupan. Jack harus menghadapi kenyataan bahwa, meskipun anaknya diasuh oleh neneknya, ia tetap harus menghadapi sikap istrinya yang menjengkelkan. Iding harus menerima bahwa istrinya bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup. Sementara itu, Deni dengan sabar meladeni keinginan istrinya serta mempersiapkan kelahiran anak mereka.<\/span><\/p>\n<h2><b>Solidaritas yang tinggi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar atau tidak, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selalu menampilkan solidaritas dalam setiap adegannya. Hal ini terlihat dari dukungan yang selalu diberikan dalam alur ceritanya. Kang Gobang yang berjualan warung kopi misalnya, sering dikunjungi oleh teman-temannya. Begitu juga dengan Kang Murad, Cecep, Ujang, dan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, rasa solidaritas semakin terlihat ketika salah satu dari mereka mengalami kesulitan. Misalnya, ketika Utan, personel terminal, mengalami retak tulang iga akibat dikeroyok Rendi dan kawan-kawan. Kondisi Utan yang memburuk membuatnya harus dilarikan ke tempat urut. Istri Utan bahkan sempat mencari pinjaman untuk biaya pengobatan. Akan tetapi, Otang dan teman-temannya turun tangan membantu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/seandainya-biaya-periksa-di-rumah-sakit-terpampang-seperti-daftar-harga-di-restoran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">biaya pengobatan<\/a> Utan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepedulian teman-teman Utan tidak berhenti di situ. Iding, yang sudah memahami besarnya kebutuhan hidup, turut mengkhawatirkan kondisi keluarga Utan yang memerlukan biaya. Sempat terbesit dalam benaknya untuk menggalang donasi bagi Utan. Namun, sebelum itu dilakukan, Utan sudah kembali bekerja. Solidaritas mereka juga terlihat ketika mereka mendatangi Rendi untuk meminta pertanggungjawaban atas biaya pengobatan dan kehilangan penghasilan Utan selama ia tidak dapat bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solidaritas yang digambarkan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar rekan kerja dalam profesi yang sama, melainkan sudah seperti keluarga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Aksi bela diri yang ikonik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan sinetron pada umumnya, aksi bela diri dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi tontonan yang saya tunggu. Apalagi, ada teriakan &#8220;Salam olahraga!&#8221; yang menjadi adegan ikonik dan dinantikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi bela diri dalam serial ini tidak hanya dilakukan oleh tokoh pria, tetapi juga tokoh perempuan. Kehadiran Nikita menambah warna dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sudah beberapa kali Nikita menunjukkan kemampuannya dalam bela diri, seperti saat membantu Agus dan Yayat menghadapi penarik iuran, serta menghadang copet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alur ceritanya yang menarik, ditambah dengan aksi bela diri yang memukau, semakin memperkaya tayangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya bisa mengatakan bahwa setiap musim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selalu menghadirkan sesuatu yang baru dibandingkan sinetron pada umumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengisahkan kehidupan keluarga, menampilkan rasa solidaritas, serta menghadirkan adegan aksi yang seru, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preman Pensiun 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi tontonan yang menarik dan layak ditunggu setiap episodenya. Cobalah sekali-kali kalian menontonnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Rijal Setiawan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/conclave-film-yang-menelanjangi-vatikan-di-momen-sakral\/\"><b>Review Film Conclave, \u201cMenelanjangi\u201d Vatikan di Momen Sakral<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Preman Pensiun 9, tayangan bulan Ramadan yang berbeda dengan sinetron-sinetron lain, membuat saya berminat lagi nonton TV setelah sekian lama. <\/p>\n","protected":false},"author":2878,"featured_media":322167,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[6711,27773,53,1134,11358],"class_list":["post-322081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-preman-pensiun","tag-preman-pensiun-9","tag-ramadan","tag-sinetron","tag-sinetron-ramadan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2878"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=322081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322081\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/322167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=322081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=322081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=322081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}