{"id":321989,"date":"2025-03-09T13:21:55","date_gmt":"2025-03-09T06:21:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=321989"},"modified":"2025-03-09T13:21:55","modified_gmt":"2025-03-09T06:21:55","slug":"status-alumni-ui-itu-bener-bener-beban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/status-alumni-ui-itu-bener-bener-beban\/","title":{"rendered":"Jadi Alumni UI Itu Nggak Ada Beban? Sesekali Cobalah Menapak Tanah, Bebannya Ada dan Nyata!"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Alumni UI? Wah keren! sekarang sedang menjabat posisi apa?<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi alumni UI. Sebenarnya tidak bisa disalahkan juga, ekspektasi ini muncul menimbang lulusannya banyak yang sukses dari berbagai profesi mulai dari pejabat, pengusaha, hingga tokoh terkenal. Namun, apakah fenomena tersebut,\u201canak UI pasti sukses\u201d, sama dengan realitas di lapangan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alumni UI yang pernah merasakan lika-liku kuliah di sana, Terdapat beberapa poin yang harus diperhatikan. Kalian-kalian yang merasa bahwa jadi alumni UI itu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/status-alumni-ui-tak-membebani-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bebas beban<\/a>, cobalah menapak tanah agar kalian tidak kelewat jauh dengan realitas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kampus Kapitalis dengan BOP dan UKT yang Selangit<\/b><\/h2>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi mana-mana masuk negeri tujuannya supaya murah\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu kan yang ada di pikiran kalian sebelum daftar kuliah? Segera buang jauh-jauh kalimat itu di benak hati anda jika ingin menjadi mahasiswa UI. Sekarang kampus UI sudah terkenal dengan biayanya yang mencekik. Coba kita bandingkan dengan kampus lain, dilansir dari <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/analisisdata\/64a794b7d8536\/heboh-ukt-ui-mahal-bagaimana-biaya-kuliah-di-kampus-lain\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Katadata,<\/em><\/a> UKT tertinggi pada rumpun Soshum menyentuh angka Rp17,5 juta\/ semester. Sementara untuk rumpun tersebut normalnya hanya menyentuh angka Rp7,5 juta\/ semester.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka tersebut juga bisa naik per semesternya untuk mahasiswa baru. Saya sendiri merupakan lulusan fakultas SKSG (Sekolah Kajian Stratejik dan Global) untuk prodi Kawasan Wilayah Timur Tengah dan Islam, peminatan Politik dan Hubungan Internasional yang dulu biaya kuliah yang harus saya bayar per semesternya berjumlah Rp13 juta pada 2019. Sekarang saya periksa kembali di <a href=\"https:\/\/sksg.ui.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">website UI<\/a>, sudah menyentuh angka Rp17 juta\/semester.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu dicatat, ini baru uang semester dan belum termasuk uang pangkal di awal semester satu. Oleh karena itu, dulu saya dan teman-teman UI punya bahan candaan bahwa setiap semester seakan-akan kami menyumbang motor Beat (seharga 13 juta) untuk UI. Sementara, adik mahasiswa baru harus menyumbang Honda Vario (seharga 17 juta). Saya tidak tau nasib adik-adik seterusnya, jangan-jangan mereka harus menyumbang UKT setara Yamaha NMAX nantinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tetap susah mencari pekerjaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ada benarnya, jika dulu alumni UI gampang dalam mencari pekerjaan. Banyak perusahaan yang menerima calon pegawai berdasarkan asal kampusnya. Tidak jarang saya sering mendengar bahwa alumni UI akan saling tolong menolong dalam hal ini. Namun jika melihat fenomena sekarang yang mana telah terjadi keterpurukan ekonomi dan gelombang PHK terjadi di mana-mana, UI pun tidak bisa banyak berbuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren sekarang, perusahaan mayoritas tidak peduli kita berasal dari lulusan mana asalkan bisa dibayar murah dan mau kerja lebih. Itu pun masuk dengan susah payah melihat minimnya ketersediaan lapangan kerja di Indonesia saat ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ekspektasi terlalu tinggi terhadap Alumni UI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi paham kenapa tulisan alumni UGM ini muncul dan dibaca banyak orang. Sebab saya juga sempat terbebani. Mas Genta di tulisan tersebut ketakutannya valid kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspektasi ini bisa muncul dari 2 sisi, baik dari penilaian masyarakat maupun alumni UI sendiri. Pertama, berdasarkan penilaian masyarakat alumni UI sudah pasti sukses dan gampang mencari pekerjaan. Dari premis ini, masyarakat akan heran jika melihat alumni UI tiba-tiba buka usaha sendiri atau bekerja tidak sesuai dengan jurusannya. Mereka akan berkata \u201cnggak sayang dengan ijazah UI-nya?\u201d padahal, jika kita memasuki dunia kerja akan kembali berawal dari 0 terkecuali bagi orang-orang yang memiliki privilege.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya pernah juga melihat judul berita \u201cAlumni UI Kalah Saing Dengan Lulusan STM\u201d. Lantas, memangnya kenapa? Jika lulusan STM itu jauh lebih baik kenapa tidak? Ijazah hanyalah sebagai tanda pernah sekolah, bukan tanda pernah berpikir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, ekspektasi muncul dari lulusannya sendiri. Mereka berekspektasi bahwa alumni UI harus mendapatkan perlakuan berbeda. Ingatkah terdapat suatu fenomena di mana terdapat fresh graduate UI yang menolak gaji Rp8 juta\/bulan hanya dengan alasan, \u201csaya anak UI\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Hampir dari alumni UI yang menganggur terjadi karena mereka tidak menurunkan egonya. Sebenarnya boleh saja mereka meminta gaji tinggi, asalkan sesuai dengan value yang diterima oleh perusahaan. Tidak jarang, akibat sikap para oknum ini, alumni UI banyak yang dicap sebagai karakter yang sombong dan angkuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mempertanyakan Integritas UI terkait disertasi Bahlil Lahadalia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak ada hubungannya sebenarnya, hanya saja saya merasa ini perlu dibahas karena tetap saja kena ke saya dan alumni UI yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena mengenai Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia terkait masa studi yang tidak pada umumnya dan disertasinya yang plagiat tentu membuat kami malu sebagai alumni UI. Walaupun sekarang disertasinya ditangguhkan, fenomena ini tetap menampar muka kami. Seakan-akan UI sekarang sudah tidak memiliki integritas lagi sehingga mempengaruhi kredibilitas kami yang seakan-akan sama dengannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini juga membuat kebanggaan kami dengan slogan \u201cWe are The Yellow Jacket\u201d sedikit memudar. Kami berharap peristiwa ini tidak mempengaruhi pandangan orang bahkan perusahaan terhadap integritas kami sebagai profesional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul, beban jadi alumni kampus tertentu itu adalah perkara mindset. Tapi tak berarti ketakutan dan keresehannya tidak nyata. Selalu ada sisi lain yang bisa dilihat agar jadi lebih adil dalam berpikir.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Afif Notodewo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-ui-wajib-tahu-istilah-tempat-yang-cuma-ada-di-ui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mahasiswa UI Wajib Tahu, Ini 10 Istilah Tempat yang Cuma Ada di UI!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian-kalian yang merasa bahwa jadi alumni UI itu bebas beban, cobalah menapak tanah agar kalian tidak kelewat jauh dengan realitas.<\/p>\n","protected":false},"author":2877,"featured_media":322141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[27747,1687,12428],"class_list":["post-321989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-alumni-ui","tag-keluh-kesah","tag-universitas-indonesia"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2877"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=321989"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321989\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/322141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=321989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=321989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=321989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}