{"id":321790,"date":"2025-03-06T16:01:48","date_gmt":"2025-03-06T09:01:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=321790"},"modified":"2025-03-06T16:01:48","modified_gmt":"2025-03-06T09:01:48","slug":"parkir-rumahan-stasiun-lempuyangan-murah-tapi-bikin-kecewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/parkir-rumahan-stasiun-lempuyangan-murah-tapi-bikin-kecewa\/","title":{"rendered":"Parkir Rumahan Stasiun Lempuyangan Memang Murah, tapi Punya Beberapa Kekurangan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Stasiun Lempuyangan Jogja ada beberapa pilihan tempat parkir motor. Di sebelah pintu keluar Stasiun Lempuyangan misalnya, ada bahu jalan yang memang dikhususkan sebagai tempat parkir. Ada juga parkiran motor resmi yang ada di disi timur dekat pintu masuk penumpang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dua tempat itu, sebenarya ada banyak parkir motor rumahan yang terletak persis di sisi selatan Stasiun Lempuyangan. Walau bukan parkir resmi, tempat ini kerap menjadi pilihan ketika orang-orang butuh menitipkan motornya dalam jangka waktu lama atau berhari-hari. Sebenarnya, ada parkiran resmi stasiun memungkinkan untuk parkir inap, hanya saja tarifnya kurang ramah di kantong.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin sudah banyak orang memarkirkan kendaraannya di parkiran resmi. Pilihan yang aman dan nyaman memang. Tapi, bagaimana dengan pengalaman parkir inap di parkir rumahan yang dimiliki oleh warga?<\/span><\/p>\n<h2><b>Parkir rumahan di stasiun Lempuyangan jauh lebih murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasar pengalaman, dompet saya terselamatkan jika kita parkir inap kendaraan di bisnis parkir milik warga. Di parkir resmi milik KAI berlaku tarif parkir progresif yang artinya tagihan parkir akan terus bertambah setiap jam. Semakin lama kita parkir, semakin mahal biaya yang dikenakan kepada kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ada kebijakan maksimal tarif parkir, penerapan tarif progresif ini bikin auto-bangkrut. Sekarang sih memang ada tarif maksimalnya, yaitu Rp10.000 kalau di Stasiun Lempuyangan Jogja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, di parkir inap warga, biaya inap motor per hari hanya Rp3.000-Rp5.000. Biaya ini dihitung per tanggal motor dititipkan. Sebagai catatan, motor yang masuk parkiran pada sore hari tetap dihitung sebagai tagihan hari pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa parkiran pun menyediakan pilihan membership untuk penitipan kendaraan. Biasanya membership ini ditargetkan buat yang kerja di Solo dan sekitarnya yang sehari-hari naik KRL. Dengan membership ini otomatis biaya penitipan kendaraan jadi lebih terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat parkir inap milik warga ini nggak menerapkan tarif progresif, kita sebagai customer nggak perlu buru-buru untuk ambil kendaraan. Selagi belum berganti hari, biaya parkir inapnya nggak akan bertambah kok. Jadi, setelah turun dari kereta, kita bisa istirahat dulu. Kebetulan, di samping kawasan parkir ada banyak warung dan kios untuk melepas lelah barang sejenak. Benefit ini tentu nggak bisa kita dapatkan seandainya kita menitipkan motor di tempat parkir resmi yang masih menggunakan sistem tarif progresif.<\/span><\/p>\n<p>Sekilas, parkir rumahan Stasiun Lempuyangan menguntungkan. Hanya saja, ada beberapa kekurangan yang\u00a0 membuat pelanggan kecewa dan patut diwaspadai:<\/p>\n<h2><b>#1 Nggak semua beroperasi beroperasi 24 jam<\/b><\/h2>\n<p>Kebanyakan parkir motor rumahan di selatan Stasiun Lempuyangan tidak buka 24 jam atau sehari penuh.\u00a0 <span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya tempat parkir mulai beroperasi jam 5 pagi hingga 9 malam. Ada pula beberapa yang sampai jam 10 malam. Perbedaan waktunya nggak terlalu signifikan, sih. Itu mengapa, s<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">emisal kereta kita tiba di Stasiun Lempuyangan Jogja pada pukul 11 malam, kita nggak bisa langsung ambil kendaraan. Kita harus menanti sampai penitipan motor buka keesokan harinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Cenderung kurang terjamin keamanannya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kita akan menitipkan motor, kita akan diberi karcis sebagai pengaman sekaligus penanda motor. Saat akan mengambil motor pun harus melalui pengecekan kartu identitas. Cara yang dipakai oleh berbagai penitipan motor ini memang membuat keamanan motor kita jadi terjamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya saja, sempat ada pengalaman bahwa motor yang dititipkan keluar parkiran dalam keadaan lecet. Bahkan, jika kita melihat beberapa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/waspada-modus-penipuan-di-ulasan-google-maps-sasar-gor-badminton-sampai-agen-bus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">review di Google<\/a>, pengalaman ini nggak cuma satu-dua. Jadi bisa dikatakan bahwa penataan kendaraan di parkiran swasta masih agak ngawur.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Layanan kurang menyenangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat penitipan motor milik warga ini umumnya nggak memiliki <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Prosedur_operasi_standar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SOP<\/a> yang diterapkan dengan baik, nggak menutup kemungkinan bahwa layanannya akan mengecewakan. Salah satu layanan yang mungkin mengesalkan adalah penjaga parkiran yang galak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika situasi parkiran dan arus kendaraan di sekitarnya sedang padat atau cuaca sedang nggak mendukung, kita harus bersiap. Siapkan saja stok kesabaran sebanyak mungkin karena bisa jadi kita kena semprot penjaganya meskipun nggak salah apa apa.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Lokasi kurang strategis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau terletak tepat di seberang Stasiun Lempuyangan Jogja, menemukan parkir rumahan ini agak sulit. ASal tahu saja, di sisi selatan stasiun kini ada banyak sekali kios <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/tempat-sewa-motor-di-jogja-ini-bisa-jadi-pilihan-saat-liburan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rental motor<\/a>. Bahkan, nggak sedikit pemilik kios yang menjejer motor sewaan di depan atau samping tempat parkir inap. Bisnis rental motor memang sedang naik daun di Jogja, khususnya di sekitar Stasiun Lempuyangan. Oleh karena itu, kita harus super pelan saat mencari lokasi tempat parkir inapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tempat parkir swasta berbeda dengan tempat parkir resmi yang memiliki \u201cjalan pintas\u201d langsung ke dalam peron. Kita harus terlebih dahulu menyeberangi jalan yang semrawut dan memutar sedikit ke pintu masuk. Rute ini akan sangat merepotkan dalam kondisi hujan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menitipkan motor di parkiran rumahan selatan Stasiun Lempuyangan Jogja memang menguntungkan. Dari segi harga, tarif parkiran tidak resmi ini jauh lebih masuk akal dan ramah di kantong. Hanya saja, memarkirkan kendaraan di sana perlu lebih awas dan siap menghadapi berbagai risiko.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-sekitar-stasiun-lempuyangan-jogja\/\"><b>5 Kuliner Sekitar Stasiun Lempuyangan Jogja<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Parkir rumahan di depan Stasiun Lempuyangan memang murah daripada parkir resmi, hanya saja perlu ada beberapa perbaikan. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":321807,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16104,93,27738,27737,19313],"class_list":["post-321790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-lempuyangan","tag-parkir","tag-parkir-stasiun","tag-parkir-stasiun-lempuyangan","tag-stasiun-lempuyangan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=321790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321790\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/321807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=321790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=321790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=321790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}