{"id":320859,"date":"2025-03-05T13:55:20","date_gmt":"2025-03-05T06:55:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=320859"},"modified":"2025-03-05T13:55:20","modified_gmt":"2025-03-05T06:55:20","slug":"baleendah-kecamatan-krisis-identitas-dan-ditinggalkan-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/baleendah-kecamatan-krisis-identitas-dan-ditinggalkan-bandung\/","title":{"rendered":"Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baleendah adalah salah satu kecamatan di Bandung. Tepatnya di Kabupaten Bandung Selatan. Dulu, sempat ada wacana menjadikan Baleendah sebagai ibu kota kabupaten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang tumbuh dan besar di Baleendah, identitas ini tidak bisa lepas dari saya. Setelah menghabiskan sebagian besar masa wajib belajar di tempat yang sama, saya melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat studi itu, saya bertemu dengan mahasiswa dari banyak tempat di Indonesia. Mulai dari Kota Bandung, Surabaya, Madura, Padang, hingga NTT. Wajar apabila kita menyebutkan daerah asal ketika berkenalan. Namun, di momen itu, saya malah bingung sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sesama Bandung, biasanya mereka sudah paham. Apalagi Baleendah terkenal sebagai \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/baleendah-kecamatan-di-kabupaten-bandung-yang-potensial-tapi-disia-siakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">langganan banjir<\/a>\u201d. Meski pada kenyataannya nggak semua wilayah di kecamatan ini selalu banjir, ya. Nah, kalau berkenalan dengan mahasiswa dari daerah lain, saya bingung menjelaskan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Baleendah tidak punya identitas yang kuat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya terkenal dengan kuliner rawon. Kalau Madura, langsung kepikiran sate. Bahkan Majalaya, tetangga Baleendah, terkenal dengan kuliner bernama barondong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Baleendah? Itu dia. Saya merasa kecamatan di Bandung ini tidak memiliki identitas yang kuat. Apakah menjadi kawasan langganan banjir bisa menjadi branding? Tentu saja tidak karena itu bentuk keresahan dan penderitaan warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, anak-anak muda Baleendah juga tidak punya ruang komunal untuk mengekspresikan diri. Kalau mau mengekspresikan diri, harus pergi jauh sampai ke Kota Bandung, Dago Atas, sampai Lembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah itu yang lantas membuat banyak terjadi tawuran di daerah ini? Juga menjadi alasan miras masih sangat marak? Bisa jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah tidak punya identitas yang kuat, Baleendah juga punya banyak masalah dengan kondisi lalu-lintas. Misalnya, kecamatan ini punya traffic light terlama di Bandung, yaitu perempatan Soekarno-Hatta. Belum lagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-raya-bojongsoang-bandung-menyiksa-pengendara-dan-bikin-trauma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalanan Bojongsoang<\/a> yang sangat menyiksa di jam sibuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi bisa saja semakin buruk jika Telkom University sedang mengadakan wisuda. Sudah begitu hectic, tambahkan banjir di sana. Wah, tidak heran kalau kamu bisa tua di jalan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Potensi Baleendah yang sebaiknya diperhatikan Bandung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari semua sisi negatif di atas, Baleendah itu bukan kecamatan yang miskin. Sebagai kecamatan yang memiliki jumlah populasi terbanyak di Kabupaten Bandung serta menjadi daerah penyangga ibu kota Jawa Barat, sejatinya kecamatan ini memiliki potensi besar. Misalnya, di sini ada Kampung Wisata Jelekong yang menjadi sentral lukisan dan wayang golek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lukisan dan wayang golek dari Baleendah tidak bisa dianggap remeh. Dari sinilah lukisan-lukisan yang biasa kita lihat menghiasi Jalan Braga berasal. Sementara itu, wayang golek sendiri sebenarnya dahulu namanya cukup harum di tangan sang <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asep_Sunandar_Sunarya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">maestro dalang Asep Sunandar Sunarya<\/a>, hingga bisa menggelar pagelaran hingga ke mancanegara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sayangnya, Bandung seperti \u201cmeninggalkan\u201d Baleendah begitu saja. Plang berisi foto pelaku seni dan nuansa wayang sudah semakin jarang. Padepokan seni terasa sepi, digantikan acara tahunan yang bisa dihitung jari dan sesekali disewa sebagai gedung pernikahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain wisata budaya, wisata alam Baleendah tak kalah menarik. Gunung Geulis yang berada di antara Kelurahan Jelekong, Arjasari, dan Manggahang (1154 MDPL) sangat cocok untuk kegiatan tektok, trail run, atau bahkan pendaki pemula.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menyajikan track pendek, pemandangan di sana sanat indah. Ada juga pemandangan Kota Bandung Gunung Puntang di arah selatan yang bisa \u201cdijual\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perlu segera berbenah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga, sebagai salah satu daerah penyangga Bandung, Baleendah segera berbenah diri. Potensi yang sebenarnya sudah ada sejak lama mulai luntur. Identitas sebagai kawasan langganan banjir sudah terlalu lekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira, pemerintah Bandung dan Jawa Barat bisa turut membantu, bukan \u201cmeninggalkan\u201d begitu saja. Jika Bandung dan Jawa Barat bisa memaksimalkan potensi semua kecamatan, cita-cita kesejahteraan rakyat tidak akan sulit digapai. Itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Reska Okta Nur Saputra<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandung-lautan-air\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung Lautan Air, Identitas yang Jelas Nggak Ada Bagus-bagusnya<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baleendah. Ah, sebuah kecamatan dengan potensi begitu besar, dari wisata sejarah, seni, hingga alam. Namun, Bandung seperti meninggalkannya.<\/p>\n","protected":false},"author":2875,"featured_media":321666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23590,27729,141,27730,27731,5640,14196,23591,27728],"class_list":["post-320859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-baleendah","tag-baleendah-banjir","tag-bandung","tag-banjir-baleendah","tag-dalang-asep-sunandar-sunarya","tag-jawa-barat","tag-kabupaten-bandung","tag-kecamatan-baleendah","tag-potensi-baleendah"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2875"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=320859"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320859\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/321666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=320859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=320859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=320859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}