{"id":319482,"date":"2025-02-28T14:19:51","date_gmt":"2025-02-28T07:19:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=319482"},"modified":"2025-02-28T14:19:51","modified_gmt":"2025-02-28T07:19:51","slug":"for-revenge-band-religi-berkedok-patah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/for-revenge-band-religi-berkedok-patah-hati\/","title":{"rendered":"For Revenge, Band Religi Berkedok Patah Hati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengarkan alunan musik dari For Revenge membuat saya merasa bahwa sah-sah saja seorang laki-laki merayakan kesedihan atau bahkan patah hatinya. Beberapa lagunya seperti \u201cSerana\u201d, \u201cJentaka\u201d, \u201cJakarta Hari Ini\u201d, \u201cPerayaan Patah Hati\u201d, \u201cSemula\u201d, \u201cPenyangkalan\u201d, dan beragam lagu lainnya menjadi semacam theme song bagi laki-laki yang kisah asmaranya kandas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun semakin larut dalam lagu ini, justru membuat saya berpikir bahwa For Revenge adalah band yang memproduksi lagu religi. Salah satu cirinya adalah banyak video klip pada lagunya yang menyisipkan angka yang ternyata surah dan ayat Al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cJentaka\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya ada pada single Jentaka di mana di akhir video klipnya terdapat angka 53:43 yang artinya Surah An-Najm ayat 43, isi surat tersebut adalah \u201cdan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis\u201d. Ayat tersebut seakan related dengan video yang menggambarkan kesedihan seorang laki-laki namun berusaha menyembunyikannya dengan tetap bertingkah lucu, meski kenyataannya hatinya terluka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, jentaka menurut KBBI adalah sengsara atau sial. Jadi jika kalian ingin potong rambut dengan maksud buang sial, mungkin bisa diubah kalimatnya menjadi membuang kejentakaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cUntuk Siapa\u201d, lagu patah hati For Revenge yang mengajarkan ikhlas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada lagu yang berjudul \u201cUntuk Siapa\u201d terdapat angka 42:43, yang artinya surah Asy Syura ayat 43. Bunyinya begini, \u201ctetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia\u201d. Lagu ini menggambarkan kesedihan seseorang yang merasa bahwa kehadirannya sudah tidak dinantikan. Justru orang yang dicintainya malah memilih membuka hati untuk orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cUntuk Siapa\u201d memang terkesan seperti lagu patah hati, namun di balik lirik yang \u201cpedih dan perih\u201d tersebut, para pendengar justru diajak untuk ikhlas jika dianggap tidak pantas mengisi hati seseorang yang dicintainya. Bersabar dan memaafkan memang ringan diucapkan, namun menjadi berat karena ujiannya sering dadakan.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cSerana\u201d, lagu For Revenge paling fenomenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti lagu For Revenge yang lain, pada akhir video klip \u201cSerana\u201d terdapat angka 6:32 yang merupakan surah Al-An\u2019am, \u201cDan Kehidupan dunia ini, hanyalah senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, tidakkah kamu mengerti?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya menyorot perihal keikhlasan, lagu ini juga mengajarkan kita pentingnya kesehatan mental. Dalam <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=nwNs_xzenFk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">video klipnya<\/a>, YouTube memberi peringatan trigger warning. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja konteks dari lagu tersebut tidak untuk mengajak pendengar melakukan self harm. Pendengar lagu ini justru diajak untuk lebih berempati pada generasi muda yang sedang mengalami depresi.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cMenunggu Giliran\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak lagu For Revenge paling berkesan menurut saya adalah ada pada lagu yang berjudul \u201cMenunggu Giliran\u201d. Video Klip pada lagu ini terlihat sedikit berbeda dengan adanya Cak Lontong yang berperan sebagai ayah yang galak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi For Revenge menyisipkan pesan Al-Qur\u2019an pada akhir video klipnya, yakni dengan angka 17:23 yang artinya surah Al-Isra ayat 23 \u201cDan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan keduanya perkataan \u2018ah\u2019 dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cMenunggu Giliran\u201d telah mengajak kepada pendengar untuk senantiasa patuh kepada kedua orang tua dan tidak menyembah selain Dia (Tuhan). Reffrain pada lagu ini juga benar-benar ajakan halus untuk tidak lupa pulang dan mengingat akan datangnya ajal, tentunya di bagian ini pendengar diajak untuk tidak lupa dengan aturan dari Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kemana arah pulangmu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kemana ajal menuju<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kau tak lagi percaya<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">For Revenge telah berhasil meramu makna ikhlas dalam menjalani hidup ke dalam karyanya. Tak berlebihan jika lagu yang diciptakan oleh Boniex Nurwega ini merupakan soundtrack kehidupan untuk merayakan patah hati dan berbagai kekecewaan dalam hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika lagu koplo yang berkesedihan itu mengajak sobat ambyar untuk berjoged diiringi kendang, lain halnya dengan For Revenge. Kesedihan dan kepedihan hidup justru membuat pendengarnya membuka Al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dhimas Raditya Lustiono<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/playlist-untuk-mandra-10-lagu-sedih-yang-bikin-munaroh-menangis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Playlist untuk Mandra: 10 Lagu Sedih yang Bikin Munaroh Menangis<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>For Revenge, bagi saya adalah band religi. Salah satu cirinya adalah banyak video klip menyisipkan angka surah dan ayat Al-Qur\u2019an.<\/p>\n","protected":false},"author":770,"featured_media":319501,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[27664,11445],"class_list":["post-319482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-for-revenge","tag-lagu-religi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/770"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319482"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319482\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/319501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}