{"id":319447,"date":"2025-02-28T10:17:40","date_gmt":"2025-02-28T03:17:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=319447"},"modified":"2025-02-28T10:17:40","modified_gmt":"2025-02-28T03:17:40","slug":"pertamax-oplosan-bikin-warga-kabupaten-kecil-sengsara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pertamax-oplosan-bikin-warga-kabupaten-kecil-sengsara\/","title":{"rendered":"Yang Paling Menderita dari Kasus Pertamax Oplosan Adalah Warga Kabupaten, sebab Tak Bisa Beralih ke SPBU Swasta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus pertamax oplosan ini benar-benar bikin gedeg. Jumlah kerugian yang disebutkan aja udah bikin kepala pusing: Rp193,7 triliun. Saking banyaknya, saya bahkan kesusahan menuliskan nominal lengkapnya. Dan itu baru setahun. Katanya korupsinya dari 2018 sampai 2023. Lima tahun, cuy! Kalau dikalikan, ya tinggal hitung sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BTW uang segitu tuh banyak banget. Sebagai gambaran, harga klub sepak bola kaya raya macam Manchester City aja \u201ccuma\u201d Rp22,5 triliun. Manchester United? Rp12,5 triliun. Bayangin uang ini kalau nggak dikorupsi, bisa dipakai buat beli kedua klub Manchester itu, terus kita bisa suruh mereka bertanding di lapangan basket pakai gawang dari sandal. Ya terserah, lha wong sudah dibeli. Bebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya, begitulah. Pemerintah dan elite-elite di atas sana memang hobi banget nyusahin rakyat. Hobi itu, kan, biasanya nyanyi, masak, atau nonton drakor. Lah ini malah hobi bikin rakyat makin sengsara. Edyan. Mana pake pertamax oplosan lagi. Aduh, sulit.<\/span><\/p>\n<h2><b>Boikot dan pindah haluan gara-gara pertamax oplosan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kasus Pertamax oplosan mencuat, banyak masyarakat yang langsung mengambil sikap dengan memboikot SPBU Pertamina dan beralih ke alternatif lain seperti Shell, Vivo, dan SPBU swasta lainnya. Antrian panjang di SPBU non-Pertamina mulai muncul di berbagai daerah, seperti yang diberitakan di beberapa media.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di media sosial, fenomena ini semakin terasa. Banyak netizen yang secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka sudah beralih ke BBM dari penyedia lain. Rekomendasi pun bertebaran, seolah-olah ada tren baru: &#8220;Kalau bisa beli di tempat lain, kenapa harus di Pertamina?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking ramainya perbincangan soal SPBU swasta, saya sendiri sampai baru tahu ada <a href=\"https:\/\/www.mobil.co.id\/id-id\/our-products\/mobil-bahan-bakar\/pom-mikro\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mobil Indostation<\/a>. Nama ini sebelumnya nggak pernah terdengar di telinga saya. Yah, ternyata, brand SPBU swasta ini ada banyak juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, nggak semua orang punya pilihan untuk ikut beralih. Bagi warga di daerah yang hanya punya SPBU Pertamina, mau nggak mau mereka tetap harus mengisi di tempat yang sama, meskipun kepercayaannya sudah goyah gara-gara pertamax oplosan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga kota bisa boikot, kami nggak bisa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara banyak orang dengan mudahnya pindah ke Shell, Vivo, atau SPBU swasta lainnya, kami sebagai warga kabupaten kecil nggak punya pilihan selain tetap mengisi di Pertamina. Penyebabnya sederhana: di sini cuma ada Pertamina saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau boikot pun percuma, karena satu-satunya tempat isi BBM ya cuma itu. Iroini memang. padahal, tentu ada banyak masyarakat yang kecewa dan trauma akibat dugaan pertamax oplosan ini. Banyak orang jadi waswas setiap kali harus mengisi bensin. Apalagi buat mereka yang kendaraannya mendadak bermasalah setelah mengisi Pertamax.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun demikian. Bahkan sampai hari ini saya belum mengisi bensin. Meski strip sudah menunjukkan kalau bensin mau habis. Saking nggak relanya gitu. Sambil mbatin, ini bisa nggak sih kita semua balik pakai kuda?<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebaran SPBU swasta memang kurang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan SPBU swasta di daerah kabupaten kecil memang masih langka. Entah karena izin yang ribet, biaya investasi yang tinggi, atau memang mereka mikir kalau pasarnya kurang menarik. Padahal, kalau melihat kasus pertamax oplosan ini, justru ada peluang besar buat ekspansi. Banyak orang di daerah yang sebenarnya pengin pindah haluan, tapi nggak bisa karena opsinya cuma Pertamina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya SPBU swasta berani masuk ke pelosok, bukan cuma masyarakat yang diuntungkan, tapi mereka sendiri juga bakal cuan gede. Konsumen di daerah kecil ini nggak sepelit yang dibayangkan. Justru, kalau ada pilihan yang lebih dipercaya dan kualitasnya jelas, mereka nggak bakal ragu buat beralih, meskipun mungkin harga sedikit lebih mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, andai saja SPBU swasta ini mau mengepakkan sayapnya, menjangkau ke pelosok-pelosok. Selain bakal cuan, kami sebagai warga kabupaten kecil, khususnya yang tinggal di kecamatan, bisa merasakan isi BBM yang murni tanpa oplosan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-tak-mau-beli-pertamax-dan-lebih-milih-beli-pertalite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya Tak Mau Beli Pertamax, Lebih Milih Beli Pertalite dan Merusak Motor Saya Sendiri ketimbang Dirusak Pertamina<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi warga kabupaten, mau nggak mau mereka tetap mengisi di SPBU Pertamina, meskipun kepercayaannya sudah goyah gara-gara pertamax oplosan.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":319471,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[27655,4513,27656,27657],"class_list":["post-319447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-pertamax-oplosan","tag-pertamina","tag-spbu-swasta","tag-warga-kabupaten"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/319471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}