{"id":319432,"date":"2025-02-28T11:16:15","date_gmt":"2025-02-28T04:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=319432"},"modified":"2025-02-28T11:16:15","modified_gmt":"2025-02-28T04:16:15","slug":"warga-bondowoso-iuran-tak-percaya-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-bondowoso-iuran-tak-percaya-pemerintah\/","title":{"rendered":"Warga Bondowoso Iuran Memperbaiki Jalan, Bukti kalau Pemerintah Nggak Serius Memperbaiki Infrastruktur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan lalu sempat ramai di salah satu kecamatan di Bondowoso, Cerme, yang iuran untuk memperbaiki jalan. Kegiatan ini, selain sebagai bentuk protes masyarakat, juga menandakan bahwa Pemerintah nggak serius untuk membangun infrastruktur Bondowoso yang katanya jadi prioritas itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.rri.co.id\/daerah\/1096658\/2025-pemkab-bondowoso-tetap-prioritaskan-pembangunan-infrastruktur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">RRI.co.id<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, PJ Bupati Bondowoso, M. Hadi Wawan Guntoro mengungkapkan bahwa, \u201cKita sudah komitmen dengan dewan apa yang kemudian bisa kita maksimalkan di tahun 2025 untuk fokus infrastruktur, jadi kita sudah mencoba samakan persepsi bahwa di 2025 prioritas penganggaran kita adalah infrastruktur.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, komitmen itu bagi sebagian warga Bondowoso tak ubahnya janji manis yang dikoar-koarkan untuk menutupi keresahan saja. Buktinya, nggak ada tanda-tanda kalau pemerintah sudah mulai bergerak untuk membenahi infrastruktur. Masak soal jalan berlubang saja sampai masyarakat yang harus turun tangan. Miris sekali melihatnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kecamatan Cerme bukan satu-satunya kecamatan di Bondowoso yang nggak dilirik pemerintah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya Kecamatan Cerme bukan satu-satunya kecamatan yang sudah mulai muak sama pemerintah. Kecamatan Ijen pernah mengalami hal serupa. Namun, karena taraf kerusakan sudah sampai di tahap akut, masyarakat nggak bisa berbuat banyak. Ini bukan sekadar jalan berlubang loh gaes, tapi sudah jadi jalan makadam (istilah untuk jalan yang sudah rusak parah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih, Kecamatan Ijen menjadi jalur yang dilewati wisatawan di Bondowoso, baik lokal atau mancanegara, untuk berwisata ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-bondowoso-malas-berwisata-ke-kawah-ijen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawah Ijen<\/a> yang termasuk wisata kelas internasional. Haduuuh, malunya nggak ketulungan. Sampai akhirnya, sekitar tahun 2015 silam, ada proyek perbaikan jalan besar-besaran di sepanjang jalan menuju Kawah Ijen tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, perbaikan jalan itu bertepatan dengan masuknya Perusahaan Gas Bumi yang hendak berinvestasi di Kecamatan Ijen. Nah, inilah yang membuat saya curiga. Jangan-jangan, sebetulnya, perbaikan jalan itu bukan diprakarsai Pemerintah Daerah, melainkan perusahaan luar daerah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, kalau ini bener, sudah keterlaluan sih, menurut saya. Pemerintah malah mengambil kesempatan dalam kesempitan, ketimbang berusaha memperbaiki sendiri. Masak kalau ada masalah kerusakan jalan harus menunggu bantuan dari pihak lain. Terlebih yang akhir-akhir ini terjadi di Kecamatan Cerme. Apa nggak malu ya sama komitmennya?<\/span><\/p>\n<h2><b>Omong kosong sama kekayaan SDA<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/dekajekita\/64f9ecba4addee04f55d0a92\/geopark-ijen-dan-pariwisata-berkelanjutan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kompasiana<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, pada bulan Mei 2023, UNESCO secara resmi menetapkan Ijen Geopark sebagai Situs Warisan Dunia, sebuah pengakuan gemilang bagi kekayaan alam dan budaya di Kabupaten Bondowoso. Prestasi ini diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Bondowoso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tau saja, Bondowoso mempunyai 96,9% tanah sedang yang cocok buat industri pertanian dan hanya 3,1% tanah yang bertekstur kasar. Belum lagi kota ini dikenal sebagai produsen kopi arabica yang termasuk salah satu terbaik di Indonesia. Kurang apalagi coba kekayaan alamnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sayangnya prestasi-prestasi itu nggak berdampak banyak sama pembangunan infrastruktur. Padahal, kalau kekayaan alamnya bisa dikelola dengan baik, hasilnya bisa dibuat untuk membentuk peradaban yang lebih maju. Apa gunanya punya segudang kekayaan alam kalau ujung-ujungnya tetap masyarakat sendiri yang memperbaiki jalan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih, di satu sisi, tindakan masyarakat yang memperbaiki jalan dengan cara iuran menunjukkan kekompakan, solidaritas, dan gotong royong. Tapi, ini konteksnya perbaikan jalan loh, yang merupakan kewajiban Pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat sudah cukup sengsara dengan pendapatan gaji yang rendah, jangan malah diberi beban tambahan dengan mengabaikan fasilitas-fasilitas umumnya. Pantas saja Bondowoso masih jalan di tempat, nggak kayak Jember yang semakin melesat. Wong kalau ada apa-apa masih nunggu kritikan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, tapi ini meski sudah dikritik masih nggak ada tanggapan, ding. Yaaa sama saja, sami mawon.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Dani Fauzan<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bondowoso-lebih-nyaman-ditinggali-daripada-jember\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bondowoso Tidak Semaju Jember, tapi Lebih Nyaman untuk Ditinggali<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pantas saja Bondowoso masih jalan di tempat, nggak kayak Jember yang semakin melesat. Jalannya aja jelek, warga sampai iuran.<\/p>\n","protected":false},"author":2726,"featured_media":319479,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1439,8961,12833,27658],"class_list":["post-319432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bondowoso","tag-jalan-rusak","tag-kawah-ijen","tag-kecamatan-cerme"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2726"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319432"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319432\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/319479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}