{"id":319391,"date":"2025-02-27T11:07:59","date_gmt":"2025-02-27T04:07:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=319391"},"modified":"2025-02-27T11:07:59","modified_gmt":"2025-02-27T04:07:59","slug":"membayangkan-film-ada-apa-dengan-cinta-tidak-pernah-ada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-film-ada-apa-dengan-cinta-tidak-pernah-ada\/","title":{"rendered":"Membayangkan Film \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d Tidak Pernah Ada"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di penghujung Februari ini, Mbak Mira Lesmana bikin geger. Melalui akun pribadinya, sineas yang sukses <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/hype\/entertainment\/elizabeth-chiquita-tuedestin-priwiratu\/pemain-ada-apa-dengan-cinta-vs-rangga-dan-cinta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menghidupkan kembali perfilman Indonesia<\/a> ini mengabarkan bahwa film \u201cRangga dan Cinta The Rebirth of Ada Apa dengan Cinta\u201d akan segera tayang di bioskop.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, Mba Mira bahkan membagikan video full cast reveal film \u201cRangga dan Cinta\u201d. Wow. Wow. Wow. Just wow.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sengaja banget di bulan Februari ya, Mbak? Bulan yang sama saat \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d tayang di bioskop. Tepatnya, 23 tahun yang lalu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih jadi misteri apakah film \u201cRangga dan Cinta\u201d ini akan booming atau flop seperti saat \u201cCatatan di Boy\u201d versi rebirth-nya. Yang pasti, publik menaruh ekspektasi yang tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, daripada berekspektasi tinggi dengan film ini yang entah kenapa kok saya yakin bakalan kecewa, lebih seru kalau kita membayangkan apa yang akan terjadi andai film \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d tidak pernah ada.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tanpa \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d, orang-orang nggak kenal apa itu Kwitang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui, ada banyak adegan di \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d yang membekas di benak penontonnya. Salah satunya adalah ketika Rangga dan Cinta berburu buku di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasar-buku-bekas-kwitang-dahulu-berjaya-kini-nyaris-lenyap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kwitang<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, gara-gara adegan inilah, banyak orang yang akhirnya tahu bahwa \u201cOoo, di Jakarta Pusat itu, ada sentra buku legendaris yang menjual berbagai macam buku, mulai dari buku baru, bekas, hingga langka. Namanya Kwitang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kalau film ini nggak pernah ada. Cuma orang-orang tertentu yang tahu soal Kwitang. Nggak ada juga fenomena tiba-tiba banyak anak muda yang latah jalan ke Kwitang, trus cari bukunya Chairil Anwar, setelah nonton AADC.<\/span><\/p>\n<h2><b>Generasi milenial tidak akan jatuh cinta dengan puisi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang sangat layak diapresiasi dari kehadiran film \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d adalah film ini berhasil membuat orang-orang jatuh cinta dengan puisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak jatuh cinta. Ada banyak puisi-puisi bagus yang dihadirkan di film ini. Seperti, \u201cTentang Seseorang\u201d dan \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d karya Rako Priyanto serta \u201cTidak Ada New York Hari Ini\u201d dan \u201cBatas\u201d karya M. Aan Mansyur. Puisi-puisi tersebut bahkan sampai jadi pembahasan di kelas oleh dosen sastra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya sekadar jatuh cinta. Puisi-puisi dalam AADC juga sukses membuat banyak anak muda yang mulai belajar bagaimana cara menulis puisi dengan baik dan memperdalam ilmu seni sastra. Sesuatu yang rasanya sulit untuk dicapai film Indonesia yang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada drama Cinta mengejar Rangga di bandara, yang jadi adegan ikonik \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjut. Kalaulah Mira Lesmana dan Riri Riza tidak memproduksi \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d, para penonton juga tidak akan terbayang-bayang adegan kala Cinta mengejar Rangga di bandara. Mana pas adegan itu Rangga dan Cinta ciuman pula! Penonton mana yang akan lupa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau dipikir-pikir, kasihan banget Cinta dan teman-temannya ngejar Rangga di Terminal 3. Apalagi kalau Rangga dapetnya gate 28. Beuh, berasa kaya maraton pasti. Tapi anehnya, Cinta tetap bisa nyusulin Rangga. Saya jadi curiga kalau Cinta ini punya semacam kekuatan teleport yang membuatnya bisa menaklukkan Terminal 3 yang panjangnya nggak ngotak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nicholas Saputra jadi mas-mas arsitektur biasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang mungkin terjadi andai \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d tidak pernah difilmkan adalah kita tidak akan menyadari bahwa di satu tempat di belahan bumi ini, ada laki-laki kulkas 2 pintu bernama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/angkringan-pak-gik-sesepuh-angkringan-di-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nicholas Saputra<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nicholas Saputra mungkin akan jadi mas-mas biasa\u00a0 yang menjalani masa SMA dengan belajar sambil sesekali nongkrong bareng teman-temannya. Kemudian, karena kepintarannya, dia berhasil masuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia Program Studi Arsitektur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya? Ya udah, kuliah, kuliah, kuliah. Tahu-tahu lulus, trus jadi arsitek, collab deh sama Ridwan Kamil. Apa itu main film? Pasti tidak pernah terbayang sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, ada film \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d yang jadi film perdana Nicholas Saputra. Kita jadi kenal sama mas-mas ini, yang konon katanya bisa makan gorengan sampai 20 biji di angkringan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak muncul dialog rasa quote yang legendaris<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan kau pikir liat cewek yang marah itu bener-bener marah, nggak! Itu Cuma taktik buat mancing inisiatif kamu.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBila emosi mengalahkan logika, terbukti banyak ruginya. Bener, kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSekarang tuh salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNonton harus sama-sama, pulang sekolah juga sama-sama, berangkat juga sama-sama. Apa namanya kalau bukan mengorbankan kepentingan pribadi demi sesuatu yang kurang prinsipil?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya akan kembali dalam 1 purnama\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPecahkan saja gelasnya biar ramai\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa yang kamu lakuin itu jahat!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akkkk, bangun, Nder. Bangun. Kita nggak bakal tahu dialog-dialog rasa quote ini andai AADC nggak pernah ada~<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada lagu-lagu hits OST AADC<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, kalaulah \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d tidak pernah diproduksi, telinga kita tidak akan pernah mendengar lagu-lagu original soundtrack AADC yang enak-enak itu. Mulai dari \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d, \u201cSuara Hati Seorang Kekasih\u201d, dan \u201cDenting\u201d yang bikin galau, hingga \u201cKu Bahagia\u201d yang bikin pengen joged-joged TikTok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, menuliskan semua ini semakin membuat saya yakin bahwa film \u201cAda Apa dengan Cinta\u201d bakalan susah untuk digantikan. Pantas saja alih-alih membuat film baru, Mbak Mira malah bikin versi rebirth-nya. Gagal move on juga kali, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alya-pemegang-kunci-cerita-aadc-yang-katanya-lebih-baik-daripada-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alya, Pemegang Kunci Cerita AADC yang Katanya \u201cLebih Baik\u201d daripada Cinta<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu akan bisa membayangkan, ketika film &#8220;Ada Apa dengan Cinta&#8221; yang legendaris itu tidak ada.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":319392,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[6400,27648,2991,129,27645,27646,2992,27647],"class_list":["post-319391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-aadc","tag-aadc-rebirth","tag-ada-apa-dengan-cinta","tag-cinta","tag-film-ada-apa-dengan-cinta","tag-mira-lesmana","tag-rangga","tag-rangga-dan-cinta-the-rebirth-of-ada-apa-dengan-cinta"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319391\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/319392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}