{"id":319087,"date":"2025-02-28T13:29:58","date_gmt":"2025-02-28T06:29:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=319087"},"modified":"2025-02-28T13:29:58","modified_gmt":"2025-02-28T06:29:58","slug":"makam-sunan-gunung-jati-nggak-ramah-peziarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makam-sunan-gunung-jati-nggak-ramah-peziarah\/","title":{"rendered":"Makam Sunan Gunung Jati, Kompleks Makam Wali Songo yang Nggak Ramah buat Peziarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu objek wisata religi makam Wali Songo yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Berlokasi di Desa Astana, kompleks pemakaman tersebut pada dasarnya juga merupakan area pekuburan milik keluarga keraton dari tiga kesultanan, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Cirebon, dan Pusara Sunan Gunung Jati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tepatnya Sabtu lalu, saya bersama rombongan berkesempatan untuk ziarah ke makam wali yang juga merupakan Sultan Cirebon tersebut. Kami melakukan perjalanan dengan naik bus di malam hari dan tiba di sana sekitar pukul sepuluh malam. Kalau dihitung-hitung, ini merupakan kali ketiga saya ziarah ke makam Sunan yang punya nama asli <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sunan_Gunung_Jati\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Syarif Hidayatullah<\/a> tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, hampir sama dengan kompleks makam Wali Songo yang lain, makam Sunan Gunung Jati secara simbolis juga memiliki gapura, arsitektur bangunan yang khas serta pasar mini sebagai pusat oleh-oleh. Yang membedakan hanyalah satu hal, dan hal inilah yang justru bikin saya dan peziarah lain jengkel.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makam Sunan Gunung Jati terlalu dihegemoni oleh para penagih sedekah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kurang tau, diksi apa yang pas untuk menyebut mereka selain dengan kata \u201cpenagih sedekah\u201d. Apakah pengemis? Pemalak? Atau apa? Entahlah, saya khawatir penyebutan ini terdengar kurang sopan. Namun yang pasti, di area makam Sunan Gunung Jati, banyak orang-orang yang tidak diketahui asalnya dari mana, tiba-tiba memaksa para peziarah agar mengeluarkan uang untuk mereka dengan embel-embel sedekah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya lagi, beberapa di antara mereka-mereka itu justru memiliki fisik yang prima dan tergolong masih muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu hal ini sangat menjengkelkan. Sebab bukannya apa-apa ya, si penagih sedekah itu tidak dilakukan oleh satu atau dua orang, namun sekelompok orang secara kolektif. Mereka berbaris bak memalak para peziarah yang baru saja datang. Bayangkan saja, mulai dari gapura pintu masuk sampai di area pemakaman semuanya dihegemoni oleh penagih sedekah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan nggak hanya sampai di situ, para penagih sedekah tersebut \u201cmengemis\u201d dengan cara memaksa. Di antaranya ada yang menghadang, menarik, bahkan memaki-maki. Kalau begitu, siapa yang nggak risih coba? Sudah jauh-jauh ke Cirebon untuk berziarah, mencari keberkahan, eh sampai sana malah dihadang dengan pungli dadakan. Haish, ngelu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Belum ada penertiban dari pengurus makam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak pertama kali ke sana, tepatnya pada 2017, hingga ke sana lagi 2025 ini, makam Sunan Gunung Jati bila dikaitkan dengan kasus \u201cpenagih sedekah\u201d, sejujurnya belum ada perbaikan yang signifikan. Justru hal ini seakan dinormalisasi begitu saja. Upaya-upaya penertiban untuk meminimalisir orang-orang yang minta disedekahi sama sekali belum terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal seharusnya, mengingat makam Sunan Gunung Jati merupakan trademark wisata religi yang masyhur di kabupaten Cirebon, pengurus makam bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menggalakkan upaya preventif terhadap kasus penagih sedekah itu. Tentu poin utamanya supaya peziarah sebagai pengunjung makam bisa dibuat nyaman, bukan malah dibiarkan risih dan jengkel.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ada wasiat yang disalahartikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari hegemoni para penagih sedekah di makam Sunan Gunung Jati, secara historis, ternyata memang ada wasiat yang disalah artikan oleh masyarakat setempat. Selidik punya selidik, dulu Sunan Gunung Jati sebenarnya pernah berwasiat begini, \u201cIngsun titip tajug lan fakir miskin\u201d yang artinya saya titipkan masjid dan fakir miskin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, menurut beberapa literatur yang saya baca, makna wasiat tersebut sebenarnya adalah Sunan Gunung Jati meminta agar masyarakat selalu menegakkan salat dan membayar zakat. Sebab dua hal tersebut pada dasarnya memang masuk dalam ajaran pokok agama. Khususnya pada konsep relasi dengan Tuhan dan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hal itu, tentu interpretasinya sangat jauh dari sekadar minta disedekahi. \u201cTitip fakir miskin\u201d itu nggak lantas berpenampilan sebagai orang miskin dan meminta-minta. Justru berbanding terbalik dengan hal itu, Sunan Gunung Jati sebenarnya malah meminta masyarakat sana untuk tidak menjadi miskin. Utamanya agar bisa merawat orang-orang yang serba berkekurangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin itulah uneg-uneg saya sebagai peziarah saat berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati. Mengingat kejengkelan ini bukan hanya saya yang merasakan, alhasil saya berpikir rasanya penting untuk menulisnya. Tentu dengan harapan tulisan ini bisa dibaca dan dijadikan evaluasi untuk ke depannya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Nadlif<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makam-wali-songo-kebanyakan-kotak-amal-merusak-kesakralan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makam Wali Songo Terlalu Banyak Kotak Amal, Merusak Kesakralan Tempat Ziarah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman saya berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati bisa dibilang kurang menyenangkan, gara-gara banyak peminta sedekah yang maksa.<\/p>\n","protected":false},"author":2128,"featured_media":319489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[27659,27660,27662,27661],"class_list":["post-319087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-makam-sunan-gunung-jati","tag-peminta-sedekah","tag-pengalaman-berkunjung","tag-peziarah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2128"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319087\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/319489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}