{"id":318713,"date":"2025-02-23T19:02:01","date_gmt":"2025-02-23T12:02:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=318713"},"modified":"2025-02-23T19:17:04","modified_gmt":"2025-02-23T12:17:04","slug":"7-istilah-penggemar-drakor-yang-terdengar-aneh-dan-nyeleneh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-istilah-penggemar-drakor-yang-terdengar-aneh-dan-nyeleneh\/","title":{"rendered":"7 Istilah yang Terdengar Aneh dan Nyeleneh Saat Ngobrolin Drakor, Ada &#8220;K-Trauma&#8221; hingga &#8220;Jadi Ubi&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama Korea atau Drakor kini menjadi tontonan yang digemari banyak orang dari berbagai belahan dunia. Penikmatnya bukan hanya mereka yang benar-benar menyukai Korea dan kebudayaannya. Mereka yang sehari-hari tidak bersinggungan dengan budaya Korea juga mulai tertarik dengan drakor. Bisa dibilang, drakor mulai menjelma menjadi serial-serial barat yang punya berbagai macam kelompok penonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penonton drakor dari zaman drakor tayang di Indosiar hingga kini begitu mudah diakses di layanan streaming, saya sebenarnya nggak heran dengan perkembangan yang terjadi. Drakor memang berkembang pesat baik dari sisi visual maupun ide cerita. Satu hal yang benar-benar saya cermati, drakor begitu kreatif mengeksplorasi profesi, status sosial, hingga isu-isu yang berkembang di masyarakat Korea maupun global. Nggak heran, tontonan ini terasa semakin relate dengan kehidupan banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagi kalian yang baru mulai nonton drama korea dan kerap mengikuti pembahasannya di media sosial. Saya yakin kalian pasti sering mendengar atau membaca istilah-istilah yang asing. Istilah yang menyulitkan kalian kalau ingin mengikuti pembahasan atau obrolan. Itu mengapa, di dalam tulisan ini saya tuliskan beberapa istilah yang biasa digunakan penggemar drakor ketika ngobrol:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Chaebol untuk menyebut sosok yang kaya raya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan di media sosial, istilah chaebol cukup sering digunakan. Chaebol adalah istilah yang menunjukkan seseorang berasal dari keluarga kaya raya allias punya privilese. Sebenarnya tidak hanya di drakor, istilah ini juga kerap digunakan di tengah masyarakat Korea.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila melibatkan karakter chaebol, pola cerita drama biasanya sudah bisa ditebak. Kurang lebih seperti ini, seseorang yang berasal dari keluarga kaya raya alias chaebol jatuh cinta pada karakter yang berasal dari keluarga biasa saja. Tentu saja hubungan ini mengundang berbagai konflik yang seru untuk diceritakan dalam alur drama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 PD-nim yang sering didesak penonton<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah ini banyak berseliweran ketika penggemar drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hospital Playlist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berharap ada season<em>\u00a03<\/em>. Banyak komentar medsos memohon pada PD-nim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hospital Playlist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk melanjutkan season selanjutnya. PD-nim atau dibaca gamdong-nim di sini artinya sutradara atau pihak yang memproduksi acara. Dalam konteks <em>Hospital Playlist<\/em>, PD-nim yang dimaksud adalah <\/span><a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?sca_esv=20df7a1c160717ba&amp;rlz=1C1VDKB_enID1058ID1058&amp;q=Shin+Won-ho&amp;stick=H4sIAAAAAAAAAONgVuLSz9U3qEoxsiyzXMTKHZyRmacQnp-nm5EPAKYelpgcAAAA&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjF2PHg29mLAxWH8DgGHS_gG7kQmxMoAHoECCUQAg\"><span style=\"font-weight: 400;\">Shin Won-ho<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sutradara drama kawakan yang juga menyutradarai drakor ternama seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Prison Playbook <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan tiga series <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Drakor dengan genre Sageuk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drakor bisa punya berbagai latar belakang waktu, periode kerajaan-kerajaan menjadi salah satu yang paling populer. Setting atau latar belakang waktu ini biasanya bisa diidentifikasi melalui pakaian yang dikenakan hingga intonasi karakter ketika berbicara. Di kalangan pencinta drakor, drama bertema kolosal atau sejarah disebut juga dengan drama saeguk. Salah satu tulisan Terminal Mojok pernah membahas genre-genre drama korea secara lengkap dengan judul<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-menyebut-7-istilah-genre-drama-dalam-bahasa-korea\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Panduan Menyebut 7 Istilah Genre Drama dalam Bahasa Korea<\/span><\/i><\/a><a href=\"https:\/\/docs.google.com\/spreadsheets\/u\/0\/d\/1p-6spgPDBdeBIadc5vbrcduKwhik0MO9HHNo3JXC_KU\/edit\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi jangan bingung kalau ada pembahasan soal drama saeguk itu artinya drama dengan latar kerajaan-kerajaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Tim second lead drakor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah ini biasa muncul ketika di dalam drama terjadi cinta segi tiga. Misalnya, di sebuah drama ada hubungan yang rumit antara tokoh utama perempuan, tokoh utama laki-laki, dan tokoh kedua laki-laki. Alur cerita dan banyak penonton menghendaki tokoh utama perempuan dan laki-laki bersatu. Namun, ada penonton yang berharap tokoh utama perempuan berakhir dengan tokoh kedua laki-laki. Nah, kelompok orang inilah yang disebut dengan tim second lead. Biasanya tim second lead yang paling sering patah hati sepanjang drakor.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 K-trauma pelesetan dari K-Drama atau Drakor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah K-trauma adalah pelesatan dari K-drama alias Korean Drama. Pelesetan ini muncul karena banyaknya drama-drama yang menimbulkan &#8220;trauma&#8221; bagi penonton. &#8220;Trauma&#8221; muncul karena berbagai macam alasan, mulai dari alur cerita yang tidak sesuai dengan ekspektasi hingga ending yang tragis. Salah satu drakor yang banyak dibahas atau dikaitkan dengan istilah K-trauma adalah<\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Twenty-Five_Twenty-One\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Twenty-Five Twenty-One<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa disebut demikian? Tonton langsung saja drakornya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 &#8220;Tumbal tvN&#8221;\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah tumbal tvN muncul untuk menyebut karakter-karakter dalam drakor, khususnya drakor yang tayang di tvN, yang berakhir tragis atau meninggal dunia. Berbeda dengan istilah &#8220;jadi ubi&#8221;, tumbal TVN kesannya meninggal dunia dengan lebih bermartabat karena kematian karakter tersebut begitu mempengaruhi alur cerita atau dilatarbelakangi dengan alasan yang baik. Dengan kata lain, karakter tersebut meninggal atau menjadi tumbal supaya cerita semakin menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#7 &#8220;Jadi ubi&#8221; istilah untuk karakter yang berakhir meninggal dunia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan bingung kalau mendengar istilah &#8220;jadi ubi&#8221; dalam pembahasan drakor di media sosial. \u201cJadi ubi&#8221; memiliki arti akhir dari suatu karakter adalah meninggal dunia. Berbeda dengan tumbal tvN, karakter yang jadi umbi tidak melulu protagonis atau berperan penting dalam cerita. Pokoknya, siapa saja dalam cerita bisa disebut dengan &#8220;jadi ubi&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa istilah yang kerap berseliweran di media sosial ketika membahas drama Korea yang sedang hangat-hangatnya. Saking bersemangatnya, mereka penggemar drama Korea kerap menggunakan istilah-istilah di atas ketika pembahasan. Menurut kalian, istilah apalagi yang biasa dipakai penggemar drama Korea lawas yang perlu diketahui oleh para newbie?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Intan Ekapratiwi<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drakor-netflix-lucu-dan-ringan-cocok-buat-menghibur-jiwa-jiwa-yang-penat\/\"> <b>5 Drakor Netflix yang Lucu dan Ringan, Cocok buat Menghibur Jiwa-jiwa yang Penat<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa istilah yang sering digunakan penggemar ketika membahas suatu drakor. Istilah yang terdengar asing dan mungkin aneh bagi newbie.<\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":318769,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[1307,154,1293,3914,9693],"class_list":["post-318713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-drakor","tag-drama","tag-drama-korea","tag-korea","tag-penonton"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/318713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=318713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/318713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/318769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=318713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=318713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=318713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}