{"id":31798,"date":"2020-03-26T10:10:16","date_gmt":"2020-03-26T03:10:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=31798"},"modified":"2020-03-26T10:12:08","modified_gmt":"2020-03-26T03:12:08","slug":"smooth-bussines-strategics-potret-persaingan-toko-kelontong-di-desa-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/smooth-bussines-strategics-potret-persaingan-toko-kelontong-di-desa-saya\/","title":{"rendered":"\u2018Smooth\u2019 Bussines Strategics: Potret Persaingan Toko Kelontong di Desa Saya"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, strategi harus selalu di-<em>upgrade<\/em> sedemikian rupa agar <em>profitability<\/em> meningkat pesat. Tak hanya di tataran bisnis raksasa, pada skala bisnis rumahan seperti toko kelontong di sekitar rumah saya juga memiliki strategi yang tak kalah ciamik dengan perusahaan besar pada umumnya. Misalnya, dengan berebut mendapatkan sayur dan ikan yang masih segar agar konsumen senang dan tidak memiliki keinginan untuk berpindah langganan dari toko kelontongnya. Ada juga yang membuat toko dengan sebagus mungkin agar pelanggannya betah berlama-lama dan menjadi pelanggan tetapnya. Ataupun dengan agitasi dan propaganda via <em>cangkem<\/em> yang membeberkan keunggulan toko kelontong masing-masing. Pokoknya banyak.<\/p>\n<p>Di sini, persaingan harga dari masing-masing toko kelontong memainkan banyak peran. Selisih harga Rp500 saja konsumen sudah mulai peka. Konsumen di sini tak kalah cerdas. Mereka menganalisis dan mengumpulkan data harga dari banyak sekali toko kelontong. Tersebarnya data harga tersebut biasanya disebarkan oleh hembusan angin mulut para tetangga sebagai sesama konsumen. Kalimat, \u201cEh, di toko anu, lebih murah. <em>Runu ae<\/em> ayo!\u201d Sering terdengar ketika tengah berkumpul untuk membahas progres rumah tangga masing-masing dan tak lupa juga rumah tangga orang lain.<\/p>\n<p>Lantaran atmosfer persaingan di sini sangat ketat, banyak strategi tak terlihat yang biasanya digunakan oleh pedagang. Salah satunya adalah \u2018Smooth\u2019 Bussines Strategics, atau strategi bisnis <em>coro alus<\/em>. Biasanya, ini berkaitan dengan penglaris dan penghambat bagi toko kelontong saingannya. Mengapa saya bisa tahu itu? Karena saya adalah titisan Zeus, maka dari itu mata saya masih dimungkinkan melihat hal-hal tersebut.<\/p>\n<p><em>Nggak, Reeek, guyon. Yok, ah, lanjot~<\/em><\/p>\n<p>Setiap toko kelontong yang ada di sini memiliki jimat sendiri-sendiri. Jimat tersebut didapatkan, konon agar laris serta dilindungi dari niat buruk para pesaing. Bentuk jimatnya pun beragam seperti; bulu ayam, kain, keris, tombak, dll. Ada salah satu toko yang telah diketahui oleh orang-orang sekitarnya menggunakan metode <em>a rajhe olar,<\/em> atau menjadikan ular sebagai raja. Entah ular jenis apa dan dari alam mana. Intinya, ketika ia memenuhi keinginan si ular, tokonya bakal laris. Selain itu, efek dari penggunaannya adalah usaha sejenis yang ada disekitarnya akan bangkrut dan tidak laku. Menurut cerita, ada juga yang mengatakan bahwa uang kembalian dari toko tersebut biasa berkurang dengan sendirinya.<\/p>\n<p>Ada lagi, menurut cerita orang-orang sekitar rumah, ada pedagang yang digigit semacam hewan yang entah apa namanya. Setelah digigit, orang tersebut langsung tak sadarkan diri. Ia langsung dibawa ke <a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/rumah-sakit-cXq\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rumah sakit<\/a>. Setelah pulang, di tempat yang sama, ia kembali di gigit dan kembali tak sadarkan diri. Menurut beberapa ahli dunia alus, hewan itu merupakan \u2018kiriman\u2019 dari seseorang yang mungkin iri dan tidak suka kepadanya. Kemungkinan pengirimnya adalah saingan dagang.<\/p>\n<p>Praktik semacam ini menjadi mirip pemasaran, tetapi cara lawas bin halus. Mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi jika ingin membuktikan, sini datang ke desa saya.<\/p>\n<p>Saya yang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis hanya bisa geleng-geleng kepala. Awalnya,sih, juga ingin berdagang. Tapi setelah mengetahui model persaingan dagang yang ada, niat tersebut saya urungkan.<em> Ngueri, Bos!<\/em>\u00a0Baru mau mulai saja <em>ndredeg<\/em>-nya minta ampun, ancaman sudah menunggu, dan kekhawatiran menyebar ke lubuk hati dan pikiran. Apalagi kalau sudah mulai, wuh, bisa ndak tenang tujuh turunan.<\/p>\n<p><em>Mbok<\/em> ya sudah, gitu, lo. Pakai cara yang biasa saja. Toh, rezeki sudah ada yang atur. Tapi dari sini saya sadar bahwa persaingan bisnis pada skala terkecil pun sudah memakai segala cara agar mampu meraup keuntungan lebih. Apalagi yang skalanya sudah nasional dan internasional? Saling \u2018bunuh\u2019 dengan bermacam cara mungkin sudah dianggap wajar.<\/p>\n<p>Akhirnya, saya tak lagi merasa heran kalau iklim persaingan di bidang bisnis, politik, ekonomi, dan lain sebagainya memiliki iklim yang cukup membikin muak. Sikap bengis sudah masuk pada bagian terkecil dari peradaban. Saya kira, dikotomi desa dan kota yang sering digaungkan sudah tidak perlu dilihat dan ditambahi lagi. Sebab sudah sama saja. Hanya tersisa beberapa yang masih menjaga nilai luhur dan tradisi mulia.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menguak-misteri-keberadaan-patung-kucing-di-sebuah-toko-china\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menguak Misteri Keberadaan Patung Kucing di Sebuah Toko China<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/firdaus-al-faqi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Firdaus Al Faqi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu cara pemasarannya adalah dengan agitasi dan propaganda via cangkem yang membeberkan keunggulan toko kelontong masing-masing.<\/p>\n","protected":false},"author":585,"featured_media":31843,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5198,5823],"class_list":["post-31798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-penglaris","tag-toko-kelontong"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/585"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}