{"id":316983,"date":"2025-02-13T11:30:01","date_gmt":"2025-02-13T04:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=316983"},"modified":"2025-02-14T03:40:01","modified_gmt":"2025-02-13T20:40:01","slug":"depok-semakin-berantakan-tanda-pembangunan-salah-arah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/depok-semakin-berantakan-tanda-pembangunan-salah-arah\/","title":{"rendered":"Depok: Antara Cimanggis yang Ngebut, Sawangan yang Sumpek, dan Margonda yang Nggak Ada Lawan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ngomongin Depok, kota ini tuh kayak punya banyak kepribadian. Tiap sudutnya punya karakter yang beda banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada Cimanggis yang kayak anak baru naik motor. Ngebut banget pembangunannya. Terus ada Sawangan yang makin sumpek dan padat. Bikin napas sesak kalau lihat rumah yang mepet-mepet. Terakhir, ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/margonda-depok-medan-tempur-semua-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Margonda<\/a>, yang kayak raja tanpa tandingan, tetap jadi pusat keramaian yang nggak ada matinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebagai warga Depok sering kepikiran, sebenernya kota ini tuh berkembang ke arah yang bener atau malah jadi makin berantakan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Cimanggis: Pembangunan kayak dikejar deadline<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/depok-memang-layak-dapat-penghargaan-penataan-transportasi-umum\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cimanggis<\/a> sekarang udah jauh beda dibanding beberapa tahun lalu. Dulu, kawasan ini masih agak sepi, masih ada lahan kosong, suasananya pun masih enak buat ditinggalin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sekarang? Proyek-proyek properti tumbuh kayak jamur di musim hujan. Perumahan elite, apartemen, sampai pusat perbelanjaan udah mulai muncul di mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat sebagian orang, ini kabar baik. Artinya, Cimanggis bakal jadi area yang lebih hidup dan lebih strategis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau pembangunan ngebut tanpa mikirin dampak, bisa jadi bom waktu. Jalanan yang tadinya lengang, lama-lama bakal ikut crowded, polusi naik, dan harga tanah meroket. Warga lama yang udah nyaman bisa jadi malah terusir karena biaya hidup makin mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, meskipun Cimanggis di Depok keliatan menjanjikan, jangan sampai jadi korban pembangunan yang serampangan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/depok-semakin-berantakan-tanda-pembangunan-salah-arah\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Saatnya menuntut perbaikan.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Sawangan: Sumpek tapi tetap diminati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sawangan,_Depok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sawangan<\/a> ini kayak kawasan yang \u201cterjebak\u201d di antara dua dunia. Di satu sisi, dulu area ini terkenal dengan suasana hijau dan tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Tapi di sisi lain, perkembangan Depok yang semakin pesat bikin Sawangan juga ketularan sumpeknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, perumahan makin padat, rumah-rumah dibangun mepet tanpa lahan hijau yang cukup. Mau cari lapangan luas buat main bola aja udah susah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu lintas makin rame, tapi infrastrukturnya nggak berkembang secepat jumlah penduduknya. Kalau udah gini, orang-orang mulai bertanya. Apakah Sawangan, Depok, bakal tetap nyaman buat ditinggali dalam beberapa tahun ke depan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya bukan cuma soal kepadatan, tapi juga soal fasilitas umum. Sekolah, rumah sakit, dan transportasi masih kurang dibanding jumlah orang yang tinggal di sini. Kalau nggak segera dibenahi, Sawangan bisa jadi salah satu titik macet terbesar di Depok.<\/span><\/p>\n<h2><b>Margonda: Tetap jadi raja di Depok<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Margonda ini kayak ikon yang nggak tergantikan. Mau Depok berkembang ke mana pun, Margonda tetap jadi pusat segalanya. Dari mall, restoran, kampus, sampai pusat bisnis, semuanya ada di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi dengan statusnya yang udah kayak \u201craja\u201d di Depok, Margonda juga punya masalah klasik: macet, parkir liar, dan jalan yang semakin sempit. Tiap kali lewat sini, rasanya udah kayak ritual wajib buat siap-siap mental ngadepin kemacetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di satu sisi, Margonda tetap jadi tempat favorit buat nongkrong dan belanja di Depok. Tapi kalau pemerintah kota nggak mulai mikirin cara buat mengurangi beban jalan ini, Margonda bisa jadi lebih nyiksa daripada menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusinya? Transportasi publik yang lebih tertata, trotoar yang beneran buat pejalan kaki, dan aturan parkir yang ketat. Kalau nggak, Margonda bakal terus jadi arena survival of the fittest buat para pengendara dan pejalan kaki.<\/span><\/p>\n<h2><b>Depok: Kota dengan keunikan yang harus dibenahi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Depok itu kota yang penuh potensi, tapi juga penuh tantangan. Cimanggis melesat dengan pembangunannya, Sawangan berjuang dengan kepadatannya, dan Margonda tetap berjaya tapi penuh masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga, kita punya hak buat ngasih suara dan menuntut perbaikan. Kita nggak bisa cuma nerima keadaan tanpa kritik. Kalau pemerintah kota bisa ngimbangin pembangunan dengan tata kota yang lebih rapi, Depok bisa jadi kota yang bukan cuma tempat singgah buat pekerja Jakarta, tapi juga kota yang nyaman buat warganya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Zakir Haidar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/10-tanda-kamu-sudah-muak-dengan-kota-depok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Tanda Kamu Sudah Muak dengan Kota Depok<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenernya Depok ini tuh berkembang ke arah yang bener atau malah jadi makin berantakan? Gimana menurut kalian?<\/p>\n","protected":false},"author":2856,"featured_media":317042,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[27481,1715,5640,11860,23997,24858],"class_list":["post-316983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cimanggis","tag-depok","tag-jawa-barat","tag-kota-depok","tag-margonda","tag-sawangan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/316983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2856"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=316983"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/316983\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/317042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=316983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=316983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=316983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}