{"id":316387,"date":"2025-02-08T13:54:29","date_gmt":"2025-02-08T06:54:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=316387"},"modified":"2025-02-08T13:58:19","modified_gmt":"2025-02-08T06:58:19","slug":"obituari-kang-gobang-preman-pensiun-pria-sejati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/obituari-kang-gobang-preman-pensiun-pria-sejati\/","title":{"rendered":"Obituari Kang Gobang Preman Pensiun, Pria Sejati yang Menebus Dosa dengan Menapaki Jalan yang Begitu Sunyi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kang Gobang Preman Pensiun, bagi saya adalah lelaki sejati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan yang dilalui Kang Gobang setelah keluar dari penjara begitu sunyi. Meski ada Cecep, Murad, dan Ujang, tetaplah dia melangkah seorang diri. Itu semua bukan karena sok keras, bukan karena dia mantan kepala terminal. Tapi, karena dia menebus kesalahan yang dia buat, dengan menerima segala kerasnya dunia dan tak berusaha melawannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap kali saya menonton adegan di mana Kang Gobang muncul setelah beliau keluar dari penjara, ada rasa sakit yang tak bisa saya jelaskan. Gobang dulu begitu gagah, berjalan begitu tegap. Tatapannya begitu tajam, memberi rasa aman untuk banyak orang di terminal. Saat dia menunggangi motornya, dia terlihat begitu kuat. Aura, kalau kata anak-anak zaman sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi begitu dia keluar dari penjara, Kang Gobang begitu rapuh. Jalannya terseok, bekerja pun seperti tak ada tenaga. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saat salam olahraga, dia tentu saja masih begitu hebat. Tapi waktu memakannya pelan-pelan, dan bekas terkamannya mulai terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kini, dia telah tiada.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Hormat tertinggi untuk Kang Gobang<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekalipun tak beragama Nasrani, tapi saya selalu menaruh hormat dan kekaguman tiap pemeluk Nasrani menceritakan pengorbanan Yesus. Komik tentang Yesus yang dulu sempat viral (saya lupa nama author-nya) meninggalkan kesan mendalam buat saya, meski jelas tak membuat saya berpindah agama. Ada kalimat yang begitu membekas untuk saya. kalau tidak salah, bunyinya begini:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaukah kamu memanggul salib bersamaku?\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita tersebut, membuat saya menaruh respek besar terhadap orang-orang yang berkorban demi sesuatu yang besar, serta orang-orang yang melakukan penebusan dosa. Itulah yang mendasari saya mengagumi Naoki Sera, penguasa Kawa 2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di manga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Worst!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sekalipun dia bukan tokoh utama. Dia berusaha mengerti manusia lain, setelah dia membuat dosa terbesar dalam hidupnya pada ayahnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itulah, saya menaruh respek besar terhadap Kang Gobang Preman Pensiun. Saya tahu jalan sunyi yang dia pilih adalah penebusan dosanya yang harus dia jalani. Perbuatan dia kepada Dikdik jelas tak bisa dibenarkan, sekalipun dia punya alasan yang masuk akal untuk melakukannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesepian, bagi laki-laki yang terbiasa duduk di puncak dunia dan dipuja-puja, itu menyakitkan. Sisa-sisa kejayaan yang ada makin menyakitkan untuk dilihat, memori indah masa bahagia justru jadi penderitaan yang selalu mengikuti. Melihat Kang Gobang, menyakiti hati, tapi juga bikin saya menaruh respek begitu tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, hanya laki-laki sejati yang memilih menapaki jalan sepi penuh kerikil.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Maman Suherman, Kang Pipit, dan Kang Bahar<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, Kang Gobang Preman Pensiun <a href=\"https:\/\/entertainment.kompas.com\/read\/2022\/11\/16\/151400266\/pemain-preman-pensiun-yang-telah-meninggal-dunia-salah-satunya-kang?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menyusul<\/a> Ica Naga alias Kang Pipit di alam selanjutnya. Saya membayangkan beliau akan disambut Kang Firmansyah Fitra dengan pelukan yang begitu hangat. Saya yakin Maman Suherman juga akan menyambutnya dengan senyuman yang begitu tenang. Dan tentu saja, Kang Bahar, berjalan pelan menghampiri, sembari memegang tongkat kesayangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin betul, Kang Bahar, Maman Suherman, dan Kang Gobang akan duduk melingkar dan berbincang akan banyak hal. Kang Gobang mungkin akan cerita bahwa kini Kang Mus sudah tobat. Ujang dan Cecep sudah settle dengan hidupnya. Kang Pipit, tentu saja, akan mengunyah gorengan sembari bertanya apakah Murad bahagia tanpanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu saat nanti, jika putri saya tumbuh besar, dia pasti akan bertanya siapa saja orang-orang yang memengaruhi hidup saya. Dengan begitu yakin, saya akan menjawab Kang Gobang Preman Pensiun salah satunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih punya banyak dosa yang harus ditebus, dan mungkin saja, saya menempuh jalan sunyi seperti beliau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat jalan, Kang Gobang. Ucapkan salam sayang pada Kang Pipit dan Kang Bahar, ya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/in-memoriam-ica-naga-mengenang-kang-pipit-mengenang-kebahagiaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">In Memoriam Ica Naga: Mengenang Kang Pipit, Mengenang Kebahagiaan<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat jalan, Kang Gobang. Ucapkan salam sayang pada Kang Pipit dan Kang Bahar, ya!<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":316388,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[27429,6824,9290,10554,6299,6711],"class_list":["post-316387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-ica-naga","tag-kang-bahar","tag-kang-gobang","tag-kang-pipit","tag-obituari","tag-preman-pensiun"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/316387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=316387"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/316387\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/316388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=316387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=316387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=316387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}