{"id":31638,"date":"2020-03-25T12:00:30","date_gmt":"2020-03-25T05:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=31638"},"modified":"2020-03-25T12:13:13","modified_gmt":"2020-03-25T05:13:13","slug":"orang-paling-kaya-di-desa-saya-adalah-yang-paling-tidak-banyak-gaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-paling-kaya-di-desa-saya-adalah-yang-paling-tidak-banyak-gaya\/","title":{"rendered":"Orang Paling Kaya di Desa Saya Adalah yang Paling Tidak Banyak Gaya"},"content":{"rendered":"<p>Bicara ukuran kekayaan, kebanyakan dari kita sering melihat hal-hal yang tampak pada di permukaan. Segala perangkat yang tampak seperti pakaian <em>branded<\/em>, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/buat-pengendara-mobil-jangan-main-serobot-antrean-di-spbu-dong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kendaraan mewah,<\/a> <em>smartphone <\/em>model terbaru, dan seterusnya, biasanya dijadikan tolok ukur utama agar seseorang dikatakan kaya. Hasilnya, terjadi banyak <em>miss-<\/em>persepsi terhadap kondisi sebenarnya.<\/p>\n<p>Fenomena paling banyak dan sering saya lihat adalah ketika seluruh yang ditampakkan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Kasarnya, banyak yang <em>macak <\/em>kaya padahal keadaan ekonominya standar dan sangat biasa-biasa saja. Kondisi seperti inilah yang menurut saya paling banyak mengisi panggung pentas kehidupan di era ini. Banyak yang berlomba-lomba memperbaiki hal yang tampak saja. Pokoknya agar terlihat kaya.<\/p>\n<p>Hal ini berbeda dengan yang terjadi di kota kelahiran saya, Situbondo. Saya lahir di suatu desa yang sangat biasa-biasa saja. Beberapa\u2014termasuk saya\u2014biasa melakukan penipuan publik. Dengan <em>macak <\/em>kaya untuk menipu khalayak agar timbul anggapan benar-benar kaya. Kegiatan yang cukup memalukan ini, suatu waktu mendapat kritik halus dari beberapa orang tua yang telah cukup lama mengalami manis pahit kehidupan.<\/p>\n<p>Mereka sering bercerita, dulu ketika zaman pertanian masih jaya ada seseorang yang memiliki sawah berhektar-hektar. Orang tersebut walaupun sudah kaya masih sering berkumpul di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ke-kedai-kopi-tapi-gak-pesan-kopi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">warung untuk ngopi<\/a> bersama dengan buruh yang mengurus sawahnya serta orang-orang biasa yang kebetulan berada di tempat yang sama. Paling mencolok yang bisa dilihat dari orang tersebut adalah penampilannya.<\/p>\n<p>Orang kaya itu hanya menggunakan songkok nasional yang warnanya telah kemerah-merahan. Ini menandakan bahwa songkok tersebut sudah berumur dan seharusnya sudah diganti. Baju yang biasa dipakai hanyalah baju koko dan kaos putih polos yang warnanya sudah mulai menguning. Seperti padi, menandakan bahwa baju tersebut sudah mulai tua dan wajib dicarikan penggantinya. Sarung yang dipakai hanya sarung kotak-kotak, kami di sini menyebutnya sarung <em>palekat<\/em>. Jika tahu, sarung itu sama dengan persenan hari raya dari kantor. Pokoknya sarung murah.<\/p>\n<p>Walaupun penampilannya begitu, semua kenal bahwa dia memiliki kekayaan yang jika dibagi mungkin tidak habis tujuh turunan. Ia hidup dengan sangat biasa-biasa saja dan sangat sederhana <em>tinimbang <\/em>penampilan orang yang kekayaannya pada level tanggung. Paling bisa dilihat selain kesederhanaannya adalah kedermawanan orang tersebut. Dia biasa mentraktir orang-orang yang sedang berada di warung. Kopi, gorengan, dan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/nasi-bungkus-fvH\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">nasi bungkus<\/a> yang dihabiskan, seluruhnya dibayari olehnya. Selain itu, katanya, orang tersebut tidak pernah sedikitpun menyombongkan dan mempromosikan diri agar dikenal sebagai orang kaya.<\/p>\n<p>Mungkin orang kaya tersebut mengerti, bagaimana caranya agar tetap bisa bergaul dengan masyarakat yang kondisi ekonominya di bawah standar. Agar ia tetap bisa membaur dengan rakyat biasa. Ada juga yang menceritakan bahwa makannya sama dengan lauk pauk yang biasa dikonsumsi masyarakat di kalangan bawah. Sudah kaya, bijak pula.<\/p>\n<p>Entah kenapa bisa sangat berbeda dengan kondisi yang kita alami saat ini. Orang tersebut tidak mementingkan keagungan dirinya. Tidak terlalu menampilkan apa yang bagi orang saat ini harus ditampilkan. Mau <em>macak <\/em>kaya, sih, sebenarnya tidak apa-apa. Asal tempatnya tepat. Misalnya di acara <em>fashion show<\/em>, kegiatan formal tertentu, dan beberapa acara yang mungkin memiliki <em>dresscode <\/em>agar bisa menyesuaikan.<\/p>\n<p>Kalau hanya nongkrong dan pergi ke acara yang tidak terlalu penting, sudahlah pakai yang biasa-biasa saja. Keinginan agar tampak kaya ujung-ujungnya bakal menyusahkan. Apa nggak<em>\u00a0capek <\/em>ya kalau setiap waktu harus selalu mengikuti tren? Apalagi bagi yang masih belum memiliki pendapatan sendiri. Mending dibuat bangun usaha kecil-kecilan, investasi, atau sedekah gitu? Setidaknya, kelebihan uangmu bisa jadi lebih bermakna.<\/p>\n<p>Mungkin ini juga yang terjadi terhadap banyak bidang. Orang-orang yang sebenarnya pintar, lebih banyak diam daripada yang <em>macak <\/em>pintar. Orang yang level beragamanya <em>wis dhuwur<\/em> <em>bin jeru <\/em>adalah orang yang sering tampil dengan sangat biasa-biasa saja. Dan, orang yang mungkin punya banyak gebetan adalah orang yang sering mengaku jomblo paling lama dibanding teman-temannya. Dah, ah.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-kaya-sibuk-panic-buying-orang-miskin-cuma-bisa-nontonin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Orang Kaya Sibuk Panic Buying, Orang Miskin Cuma Bisa Nontonin<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/firdaus-al-faqi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Firdaus Al Faqi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang kaya itu hanya menggunakan songkok nasional yang warnanya telah kemerah-merahan. Ini menandakan bahwa songkok tersebut sudah berumur dan seharusnya sudah diganti.<\/p>\n","protected":false},"author":585,"featured_media":31679,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[322,1680],"class_list":["post-31638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-desa","tag-orang-kaya"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/585"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31638"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31638\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}