{"id":315511,"date":"2025-02-04T11:14:59","date_gmt":"2025-02-04T04:14:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=315511"},"modified":"2025-02-04T11:14:59","modified_gmt":"2025-02-04T04:14:59","slug":"bupati-lamongan-terpilih-sebaiknya-baca-surat-terbuka-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bupati-lamongan-terpilih-sebaiknya-baca-surat-terbuka-ini\/","title":{"rendered":"Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, sebagai warga Lamongan, saya tidak berekspektasi tinggi terhadap hasil <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pilkada-jawa-barat-lebih-mirip-panggung-hiburan-daripada-panggung-politik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pilkada<\/a> terakhir. Di mata saya, sosok calon bupati yang berlaga tidak ada yang benar-benar menarik. Itu mengapa, sosok yang terpilih dan akan dilantik bulan depan pun tidak terasa begitu \u201cwah\u201d. Ini menurut saya setelah menelusuri rekam jejaknya lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, sebagai warga biasa, saya nggak mau berharap yang muluk-muluk. Saya hanya ingin bupati terpilih setidaknya bisa menyelesaikan persoalan menahun yang membuat warganya lelah. Sejauh pengamatan saya, ada tiga hal atau persoalan yang sebaiknya segera diselesaikan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tolong sudahi jalan rusak di Lamongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di setiap survei atau obrolan soal permasalahan di Lamongan, topik jalan rusak tidak akan pernah luput dari pembahasan. Bagi orang Lamongan, persoalan jalan rusak menjadi persoalan klasik yang tidak kunjung menemukan titik terang. Saya berani jamin, Saya berani jamin, jalan yang mulus jadi impian sebagian besar warga Lamongan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bupati yang dilantik nanti nggak perlu janji muluk-muluk, kami cuma ingin berkendara tanpa harus uji nyali di jalan. Jadi, tolong sekali, perbaikilah jalanan di Lamongan. Sebab, rasanya nggak berlebihan kalau jalan mulus jadi salah satu hak dasar warga kabupaten Lamongan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengelolaan pariwisata yang lebih maksimal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal potensi wisata Lamongan, sebenarnya ada daerah yang sangat potensial, tapi belum digarap secara maksimal. Daerah itu bernama Paciran, Brondong yang ada di pesisir Lamongan. Saya tidak melebih-lebihkan. Sebab, selain ada wisata yang sudah cukup dikenal seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-warga-lokal-ogah-ke-wisata-bahari-lamongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wisata Bahari Lamongan<\/a> (WBL) dan Maharani Zoo &amp; Goa (Mazola). Masih banyak lagi lho wisata hidden gem, seperti Monumen van der Wijck, Pantai Kutang, Pantai Pengkolan, dan sederet pantai yang bisa dikembangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi potensi wisata religi, mulai dari Sunan Drajat, Sunan Sendang, sampai Maulana Ishaq (ayah dari Sunan Giri). Terakhir, ada aneka kuliner khas seperti legen, jumbrek, rujak rumput laut, serta berbagai olahan seafood dan nasi jagung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, kalau daerah pesisir ini didukung dengan transportasi umum yang terintegrasi. Serta, jalan menuju wisata dibuat lebih layak. Saya cukup yakin kecamatan ini akan jadi sentra wisata yang mendulang pendapatan daerah dengan optimal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lebih serius terhadap Persela Lamongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, cara paling instan meningkatkan indeks kebahagiaan orang Lamongan adalah kemenangan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Persela_Lamongan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persela Lamongan<\/a>. Hal yang terdengar sederhana ini bisa membuat orang Lamongan tiba-tiba sumringah, semakin semangat kerja, bahkan senyum-senyum sendiri sepanjang hari. Namun, hal sederhana itu begitu sulit mewujudkannya karena Persela hanya dijadikan alat politik selama ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah terlalu sering klub sepak bola kebanggaan kami ini jadi semacam pajangan di baliho saat musim kampanye tiba. Setelah pilkada usai, perhatian juga ikut menghilang. Klub yang seharusnya diurus serius malah terkesan cuma jadi ajang pencitraan. Kalau bupati nanti mau serius, ya urus Persela dengan tulus. Bukan buat modal kampanye saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, tolong sekali sudahi dobel job, yakni menjadi bupati sekaligus CEO Persela seperti yang terjadi selama ini terjadi. Nggak bakal bisa fokus, terbukti Persela malah degradasi. Padahal, warga Lamongan nggak minta muluk-muluk kok, cukup lihat Persela berkembang dan berprestasi. Jadi, buat calon bupati terpilih, tolong banget, seriuslah sedikit mengurus Persela. Dan jangan jadikan klub kebanggaan ini sekadar alat politik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, saya sangat berharap pada bupati Lamongan yang dilantik bulan Februari nanti benar-benar serius mengatasi tiga hal di atas. Pekerjaan rumah besar yang sudah lama menumpuk, tapi tidak segera dikerjakan oleh bupati-bupati sebelumnya. Hal ini bukan cuma demi Lamongan yang lebih baik, tapi biar kami, warga Lamongan nggak melulu terjebak di persoalan klasik yang membuat hidup yang sudah susah ini, jadi makin tambah ruwet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: M. Afiqul Adib<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kendal-yang-salah-urus-bakal-jadi-kota-sampah-di-pantura\/\"><b>Kendal, Daerah Salah Urus yang Bakal Jadi Kota Sampah di Pantura<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Lamongan berharap bupati terpilih bisa mengatasi persoalan klasik seperti jalan rusak, pengelolaan Persela dan wisata yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":315523,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[27378,27380,2250,27379],"class_list":["post-315511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bupati-lamongan","tag-jalan-lamongan","tag-lamongan","tag-persela"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/315511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=315511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/315511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/315523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=315511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=315511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=315511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}