{"id":314766,"date":"2025-01-29T12:15:05","date_gmt":"2025-01-29T05:15:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=314766"},"modified":"2025-01-29T16:41:02","modified_gmt":"2025-01-29T09:41:02","slug":"gresik-bukan-desa-tapi-dianggap-kota-juga-kurang-pas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gresik-bukan-desa-tapi-dianggap-kota-juga-kurang-pas\/","title":{"rendered":"Gresik, Daerah yang Nggak Bisa Dibilang Ndeso, tapi Dianggap Kota Juga Kurang Pas"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Beginilah Gresik, daerah yang masih bingung akan dirinya sendiri, tapi seakan tidak punya masalah dengan hal itu<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jawa Timur, setiap daerah seakan memiliki satu keyword tersendiri yang secara spontan mendefinisikan kotanya masing-masing. Entah sejak kapan dan siapa yang memulai, nyatanya memang begitu adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, Malang atau Batu sebagai kota wisata. Valid, sudah dipastikan nggak akan ada yang membantah soal fakta satu ini. Di lain sisi, Surabaya kukuh sebagai daerah metropolitan Jatim. Spesialisasi urban, dengan segala pernak-pernik perkotaan di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, deskripsi paten seperti itu memang nggak bisa dipukul rata dimiliki seluruh daerah. Salah satunya, Gresik. Kabupaten di samping Kota Surabaya ini dipikir pikir kok ya super tanggung. Krisis identitas. Dibilang desa kok kayaknya terlalu maju, tapi dibilang kota juga nggak. Duh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hampir tidak memiliki destinasi wisata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persis kemarin siang, di tengah cuaca Gresik yang terik nggak tapi mendung juga nggak, saya bercengkerama sebentar dengan keluarga kecil asal Surabaya yang tengah plesir ke Kota Pudak. Menikmati long weekend di penghujung bulan Januari, mereka memang tengah membunuh waktu tanpa agenda yang direncanakan. Pokoknya jalan-jalan, deh. Tapi keluar dari Kota Pahlawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka tidak memilih ke Malang karena pasti ramai, jalanan macet. Sudah pasti membludak. Berhubung vacation iseng aja, jadi ya ngasal. Pilihannya kalo nggak ke Pasuruan ya Gresik, ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhubung santai dan nggak punya tujuan, mereka memutuskan googling lokasi kedai kopi dan bakery, tempat kami bercengkrama. Dari situ, mereka menanyakan rekomendasi destinasi kota Gresik yang patut dikunjungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sampailah saya di persinggungan imaji. Lah, iya ya. Gresik nih memang nggak punya destinasi wisata yang kayak visitable banget gitu. Yang memang paten untuk dikunjungi. Akhirnya, saya hanya bisa menyebutkan beberapa destinasi yang memungkinkan. Sebut saja, dua mall Kota Pudak yakni Gressmall dan Icon Mall. Serta, kawasan kafe baru di Putri Cempo, Giri Asri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yak, betul, Gresik memang kurang tempat wisata. Dibilang nggak punya pun nggak berlebihan juga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sebagian besar wilayahnya diisi oleh area industri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, Gresik itu punya tempat ikonik, cuman untuk dibilang tempat wisata ya agak gimana gitu. Betul, yang saya maksud adalah destinasi umum seperti <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Makam_Sunan_Giri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makam Sunan Giri<\/a>. Kalau nggak, ya paling Makam Maulana Malik Ibrahim. Selain itu, Kota Pudak seakan hanya diisi oleh wilayah industri dan pemukiman warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantai di Bawean pengecualian, ya. Yang tengah saya bahas kali ini ialah jantung kota Gresik, hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ujung ke ujung, Gresik dikelilingi oleh pabrik industri. Mulai dari produksi makanan, pupuk, alas kaki, dan segala macam produksi kawasan industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa diungkapkan oleh keluarga yang saya temui kemarin siang. Katanya, hal pertama yang mereka lihat setelah keluar dari exit tol adalah pabrik tinggi. Kemudian, kembali berpapasan dengan gedung pabrik berlogo kerbau emas. Maksudnya adalah kawasan Petrokimia Gresik. Bahkan ketika menemukan kafe estetik dengan beanbag warna warni, mereka baru menyadari bahwa gedung tinggi di balik danau kecil tersebut adalah pabrik.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gresik-bukan-desa-tapi-dianggap-kota-juga-kurang-pas\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Terlalu kota untuk disebut desa, terlalu desa untuk disebut kota<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Gresik terlalu kota untuk disebut pedesaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ujung percakapan kami, saya akhirnya kembali ditanyai satu hal yang saya sendiri jadi memikirkan ulang jawabannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGresik ini jatuhnya masih agak desa gitu, ya? Tapi kok banyak banget kawasan industrinya,\u201d ujar sang ayah dari keluarga kecil tersebut. Beuh, asli, saya jadi merenung beberapa detik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dipikir-pikir lagi iya juga. Pembangunan ulang yang menjamur di Kota Pudak seperti Bandar Grisse seharusnya jadi sanggahan kuat dari pernyataan yang bilang bahwa Gresik merupakan daerah pedesaan. Belum lagi, Putri Cempo yang kini kukuh sebagai daerah urban Kota Pudak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi dibilang perkotaan juga rasa-rasanya sulit, sebab ya memang Gresik ini tidak seperti kota pada umumnya. Majunya nanggung. Membingungkan, memang. Tapi ya begitulah adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beginilah Gresik, daerah yang masih bingung akan dirinya sendiri, tapi seakan tidak punya masalah dengan hal itu. Jadi kalau kalian berkunjung ke \u201ckota\u201d ini, tak usah kaget melihat daerahnya. Sebab, ya beginilah adanya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Chusnul Awalia Rahmah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-tentang-gresik-yang-sering-disalahpahami-orang-awam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal Tentang Gresik yang Sering Disalahpahami Orang Awam<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beginilah Gresik, daerah yang masih bingung akan dirinya sendiri, tapi seakan tidak punya masalah dengan hal itu.<\/p>\n","protected":false},"author":2780,"featured_media":266211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14229,13996,6992],"class_list":["post-314766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-destinasi-wisata","tag-gresik","tag-kota-industri"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2780"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=314766"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314766\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/266211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=314766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=314766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=314766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}