{"id":314445,"date":"2025-01-26T09:00:47","date_gmt":"2025-01-26T02:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=314445"},"modified":"2025-01-26T07:42:23","modified_gmt":"2025-01-26T00:42:23","slug":"bantargebang-menyimpan-potensi-wisata-selain-gunung-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bantargebang-menyimpan-potensi-wisata-selain-gunung-sampah\/","title":{"rendered":"Bantargebang Nggak Melulu tentang Gunung Sampah, Daerah Ini Menyimpan 4 Potensi Wisata yang Tak Disadari Orang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda mungkin mengenali Bantargebang sebagai wilayah di pinggiran Jakarta dengan peran khusus. Bagaimana tidak? Kecamatan yang terletak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-aturan-tidak-tertulis-yang-perlu-diperhatikan-warga-bekasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Bekasi<\/a> tersebut menopang beban berat yang dikirim dari penjuru Kota Jakarta setiap harinya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, sebanyak 7000 ton sampah yang diantar ke Bantargebang, sekitar 90% sampai dengan 95% total sampah yang masuk ke TPST Bantargebang berasal dari DKI Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian, Bantargebang ternyata nggak selalu tentang gunung sampah. Lebih jauh lagi, Bantargebang juga merupakan tempat tinggal bagi 113,988 jiwa (berdasarkan data BPS tahun 2023). Lebih jauh lagi, menurut saya Bantargebang juga memiliki tempat hiburan bahkan potensi pariwisata!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip kata-kata Mas <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/privilese-warga-bantargebang-yang-nggak-dimiliki-warga-daerah-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Abdul Hamid<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, biarlah urusan sampah menjadi pembahasan hangat di DLH DKI Jakarta dan DLH Kota Bekasi. Sementara kita sebagai pembaca dan penikmat Terminal Mojok, baiknya cukup tau saja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut adalah potensi tempat hiburan dan pariwisata yang saya temukan ketika berkunjung ke Bantargebang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Taman Kota Bantargebang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bak oase di antara gunung-gunung sampah, Taman Kota Bantargebang adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bekasi. Taman ini menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang sedang berkunjung di Bantargebang dan ingin mencari ketenangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menawarkan suasana yang sejuk dan asri, taman ini juga dapat difungsikan sebagai tempat rekreasi bagi warga setempat. Taman yang terletak di Jalan Raya Narogong itu juga dilengkapi dengan jogging track, area bermain anak-anak, serta tempat duduk yang nyaman. B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">agi Anda yang memiliki hobi berolahraga, Taman Kota Bantargebang adalah salah satu destinasi yang tepat untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malioboro-nggak-cocok-untuk-jogging-pagi-kaum-introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lari pagi,<\/a> atau sekadar menikmati pemandangan hijau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Taman ini menjadi bukti bahwa Bantargebang, yang terkenal dengan megahnya gunung sampah, juga memiliki sisi lain yang menyenangkan untuk disambangi. Ada yang tertarik?<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Fasilitas olahraga yang ciamik di Bantargebang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Ruang Terbuka Hijau, Bantargebang juga menawarkan beberapa fasilitas olahraga yang dapat menjadi tempat rekreasi dan hiburan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengamatan saya, setidaknya ada enam fasilitas berolahraga yang kerap kali disebutkan ketika saya berkunjung ke Bantargebang, Keenam fasilitas tersebut adalah Stadion Mini Ciketing Udik, Stadion Mini Sumur Batu, Barata Mini Soccer Lakeside, Surya Sport Mini Soccer, HNY Soccer Arena, dan Mini Soccer Bulog.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari keenam fasilitas tersebut, saya langsung dibuat jatuh hati kepada lokasi Mini Soccer Bulog. Bagaimana tidak? Dengan bermain di lapangan Mini Soccer Bulog, Anda dapat menyaksikan pemandangan gunung-gunung sampah di kanan dan kiri Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak salah lagi, Mini Soccer Bulog terletak persis di tengah-tengah gunung sampah di Bantargebang. Berani coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, tidak hanya itu, Kecamatan Bantargebang juga menawarkan beberapa fasilitas Gedung Olahraga (GOR) yang didesain untuk bermain bulutangkis, bola voli, bola basket, futsal, bahkan sarana kebugaran seperti fitness atau gym. Contohnya di GOR Bumen Jaya dan GOR Badminton BMS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang suka mengajak sang buah hati untuk olahraga, Bantargebang juga memiliki beberapa fasilitas kolam renang, seperti di Roy Waterpark Sumurbatu dan Kolam Renang Fajar Putra. Dengan merogoh kocek sebesar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu saja, Anda dapat berolahraga sambil bermain bersama sang buah hati.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Melihat PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) Merah Putih dari dekat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Anda membayangkan jika ribuan ton sampah yang dilimpahkan ke Bantargebang dari DKI Jakarta dikelola sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan energi listrik? Pada prinsipnya, teknologi tersebut dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Bantargebang sendiri, sudah terdapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pilot project<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pengolahan sampah yang dibangun sejak tahun 2018. Proyek uji coba tersebut kemudian dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih di Bantargebang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/3929820\/pltsa-bantar-gebang-jadi-proyek-percontohan-ubah-sampah-jadi-energi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PLTSa Merah Putih<\/a> ini merupakan hasil kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Akan tetapi, PLTSa masih kesulitan untuk mengoptimalkan energi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Secara sederhana, hal ini disebabkan oleh sulitnya memilah sampah yang tercampur, sehingga energi listrik yang dihasilkan tidak maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, energi yang dihasilkan oleh teknologi insinerasi dengan proses termal di PLTSa Merah Putih hanya dapat dimanfaatkan secara internal. Adapun manfaat yang dihasilkan oleh PLTSa Merah Putih saat ini adalah untuk operasional PLTSa Merah Putih sendiri, serta beberapa fasilitas di TPST Bantargebang seperti lampu jalan, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal di sebuah daerah dengan \u201cpemasukan\u201d sampah terbesar, Bantargebang berpotensi menjadi patron bagi daerah-daerah lain terkait dengan pengelolaan sampah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti halnya Swedia dengan fasilitas pengelolaan sampah yang dikenal dengan nama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">H\u00f6gbytorp<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, Indonesia, khususnya daerah yang mengirimkan sampahnya ke Bantargebang, seharusnya bisa mengelola sistem <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">waste to energy<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengubah limbah sampah menjadi energi listrik, panas, atau bahkan pupuk kompos dan pupuk cair lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh ini, sudah terdapat 12 kota dengan PLTSa. Akan tetapi, hanya satu yang berjalan dengan efektif, bahkan listrik yang dihasilkan telah dijual ke PLN. PLTSa tersebut terletak di Surabaya, yaitu PLTSa Benowo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin menyaksikan prosesnya secara langsung? Anda dapat melihatnya dengan berkunjung ke PLTSa Merah Putih di Bantargebang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Menikmati keindahan Curug Parigi\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menikmati ruang-ruang hijau dan fasilitas olahraga, Anda dapat bersantai sejenak untuk menikmati bunyi aliran air yang syahdu di Curug Parigi Bantargebang. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meski berdekatan dengan lokasi TPA, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-wisata-yang-bisa-dikunjungi-sambil-gowes-di-bekasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Curug Parigi<\/a> menawarkan keindahan alam yang menarik untuk dijelajahi. Namun, perlu diingat bahwa berenang di curug ini tidak diperbolehkan karena kualitas air yang masih buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian, Curug Parigi yang terletak di Kelurahan Cikiwul (Kampung Parigi) ini dikenal dengan sebutan \u201cNiagara Mini\u201d, lho. Julukan tersebut disematkan karena bentuknya yang menyerupai Air Terjun Niagara versi imutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, potensi pariwisata di Curug Parigi masih perlu ditingkatkan oleh pemerintah setempat. Pasalnya, Anda hanya dapat menikmati keindahan Curug Parigi dari sisi-sisinya saja, air yang keruh dan kerap kali tercemar membuatnya tidak dapat dinikmati secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa tempat yang harus Anda kunjungi ketika ada di Bantargebang selain gunung sampah yang selalu diperbincangkan oleh masyarakat. Tertarik mencobanya?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Marshel Leonard Nanlohy<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/privilese-warga-bantargebang-yang-nggak-dimiliki-warga-daerah-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Privilese Warga Bantargebang yang Nggak Dimiliki Warga Daerah Lain<\/a>.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sangka kalau Bantargebang nggak melulu gunung sampah. Di sana, ada beberapa potensi wisata yang jarang dibicarakan orang.<\/p>\n","protected":false},"author":1095,"featured_media":314490,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20246,3922,20264],"class_list":["post-314445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bantargebang","tag-kota-bekasi","tag-tpst-bantargebang"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1095"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=314445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/314490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=314445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=314445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=314445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}