{"id":31390,"date":"2020-03-23T17:27:50","date_gmt":"2020-03-23T10:27:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=31390"},"modified":"2021-11-07T21:34:08","modified_gmt":"2021-11-07T14:34:08","slug":"pengalaman-ldr-5-tahun-bikin-saya-percaya-ldr-bisa-menyenangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-ldr-5-tahun-bikin-saya-percaya-ldr-bisa-menyenangkan\/","title":{"rendered":"Pengalaman LDR 5 Tahun Bikin Saya Percaya LDR Bisa Menyenangkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak tau kenapa banyak yang mikir LDR itu menakutkan, kebohongan doang, atau sulit banget bisa berhasil. Katanya sih LDR itu rawan putus karena bakalan susah nahan kangen, terus akhirnya malah jadi selingkuh. Hadeuuuh, emang yang pacaran biasa nggak ngerasain kangen juga? Terus emang kalau pacaran biasa jadi jaminan nggak ada yang selingkuh? Faktanya, yang selingkuh ada dimana-mana tuh. Jadi apanya yang menakutkan sih? Malah LDR itu menyenangkan selama kamu bisa menikmatinya, tapi bukan berarti \u201canti putus\u201d loh, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, banyak kok cara biar LDR jadi nggak rawan putus. Tapi yang paling penting cuma satu jangan suuzan, ya sekali-kali boleh lah\u2014biar doi nggak keenakan karena terlalu bebas. Tapi kalau keseringan nanti malah cape hati dan pikiran, lalu mudah marah dan ribut tiap hari, akhirnya putus deh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biar kamu nggak suudzon terus, kuncinya saling percaya. Anggep aja apa yang doi bilang itu jujur. Lagian hubungan tanpa kepercayaan nggak akan pernah berhasil juga, 100% putus itu mah. Kalau pun ada yang bertahan pasti ada yang tersiksa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah sekarang ke pembahasan inti: gimana cara menikmati LDR?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pertama<\/strong>, kamu harus yakin doi itu yang terbaik dan buat diperjuangkan. Jangan membuang waktu buat seseorang yang nggak layak jadi pasanganmu. Kalau bisa sebelum mulai LDR, kamu sudah yakin sama doi. Buat apa kamu bertahan dari godaan LDR sedangkan sebelumnya aja doi udah sering selingkuh? Jadi selain percaya, kamu juga harus yakin dulu. Ini bisa ngurangin kemungkinan putus loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kedua<\/strong>, kamu harus ingat ini: <a href=\"https:\/\/www.hipwee.com\/list\/ldr-bukan-hubungan-yang-menyiksa-kok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">LDR itu bukti cinta yang paling akurat dan konkret<\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hah? Cinta itu bullshit? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa nulis buku, bikin lagu atau album, bikin 1000 lukisan doi buat ngebuktiin cintamu, tapi itu semua nggak akan sebanding dengan keberhasilan kamu bertahan dalam LDR. Jangankan cuma beda tempat tinggal, yang beda keyakinan juga bisa bertahan kalau udah cinta <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Kamu cinta doi? Yaudah tahan, jangan selingkuh, jangan nyari perhatian orang lain, cuma LDR doang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, biasanya nih, pengikut mazhab <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kata-siapa-yang-istimewa-akan-kalah-dengan-yang-selalu-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">cinta itu membutuhkan wujud <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">yang suka nggak tahan. Umumnya, alasan yang paling sering ditemuin itu: Iri sama orang lain yang kemana-mana bareng pacar; video call atau telfon doang nggak cukup; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">insecure, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lalu parno takut doi selingkuh akhirnya jadi posesif dan banyak lagi lah. Buat kamu yang sering merasa begini lebih baik udahan aja LDR-nya. Pengalaman saya sih, kalau udah muncul kebiasaan kek gini bakal rawan selingkuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau bisa jangan sering ngeluh kalau harus nahan kangen. Daripada ngeluh, mending mikirnya gini pas kangen: waktu ketemu doi bukan masih lama, tapi makin deket. Ngerti kan maksudnya? Bahasa saya pribadi sih bukan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYah, ketemu si Neng masih lama, 14 hari lagi,\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0melainkan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOke, tinggal 14 hari lagi buat ketemu si Neng. Tahan lah.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Beda banget efeknya, loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula kangen itu bukan musuh para <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">distancer. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kangen emang nyiksa banget, tapi di sisi lain itu juga jadi celengan kalau kata Fiersa Besari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Makin lama nahan kangen, makin banyak hal yang bisa diceritain nanti pas ketemu atau makin banyak ide kegiatan yang bakal dilakuin nantinya. Ketemunya jadi nggak ngebosenin, perjuangan nahan kangen juga nggak sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usahakan juga jangan pernah berantem pas lagi ketemu, kecuali udah berantem sebelumnya dan harus ketemu buat nyelesain masalah dengan baik. Ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gapapa. Soalnya, kalau berantem pas ketemu nggak baik buat kesehatan hubungan, waktu yang harusnya dimanfaatin buat seneng-seneng malah terbuang percuma. Kangennya sih mungkin hilang, tapi diganti jadi emosi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Terakhir<\/strong>, saya mau ngingetin kalau kepercayaan itu udah satu paket sama pengkhianatan. Kamu nggak akan bisa memisahkan keduanya begitu saja. Kamu juga nggak tahu akhirnya bakal dapetin yang mana. Tapi kamu masih bisa berjuang dapetin yang kamu mau. Klise banget, ya? Gapapa, kenyataannya emang begitu kok. Kalau mau dapet kepercayaan dan berhasil dalam LDR ya kamu jangan macem-macem, jaga sikap, jaga mata, jaga hati. JANGAN MULAI CURHAT SAMA LAWAN JENIS KALAU KAMU BELUM TERBIASA. POKOKNYA JANGAN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan terakhir saya, jangan dengerin orang-orang yang hobinya ngomporin buat putus, bikin kamu mikir negatif dan jadi ragu sama doi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Unfaedah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">banget soalnya. Lagian, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, tukang ngomporin itu biasanya orang-orang yang pernah gagal dalam LDR atau malah justru nggak pernah berani buat LDR. Wkwkwk\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhamdulillah saya bertahan 5 tahun LDR dengan cara menikmatinya. Kesimpulan dari tulisan ini: percaya sama doi, jangan ngeluh terus kalau kangen, sama pinter-pinter nyari sisi positif dari masalah selama LDR. Jangan lupa juga buat menjaga kejujuran, nggak boleh ada yang disembunyiin dari pasangan. BAHAYA TJOOY~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ldr-memang-tidak-mudah-tapi-jangan-menyerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">LDR Memang Tidak Mudah, Tapi Jangan Menyerah<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gilang Oktaviana Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>kunci hubungan LDR adalah percaya sama doi, jangan ngeluh terus kalau kangen, sama pinter-pinter nyari sisi positif dari masalah selama LDR.<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":31435,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[166,5641,167],"class_list":["post-31390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-ldr","tag-long-distance-relationship","tag-pacaran"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31390"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31390\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}