{"id":31205,"date":"2020-04-24T01:50:00","date_gmt":"2020-04-23T18:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=31205"},"modified":"2020-04-24T01:52:54","modified_gmt":"2020-04-23T18:52:54","slug":"ingat-ya-ramadan-itu-satu-bulan-bukan-satu-pekan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ingat-ya-ramadan-itu-satu-bulan-bukan-satu-pekan\/","title":{"rendered":"Ingat, ya! Ramadan Itu Satu Bulan, Bukan Satu Pekan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ramadan selalu jadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Macam-macam alasan orang dalam merindukan bulan suci ini. Ada yang rindu puasa wajibnya, sahurnya, ngabuburit-nya, tarawihnya, dan suasana lainnya. Namun biasanya, saat sesuatu yang ditunggu itu sudah datang, gregetnya cuma di awal-awal doang, habis itu malah biasa-biasa aja. Iya, nggak, sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, deh, kalau kamu sudah setahun nggak jumpa seseorang yang spesial pasti rindu, kan? Namun, apa iya melepas rindunya bakal berhari-hari? Ehm, kok, kayaknya nggak, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai hamba dengan tingkat keimanan yang rata-rata, cara saya melepas rindu dengan Ramadan juga mirip-mirip gitu. Ramadan satu bulan, tapi semangatnya satu pekan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, ya. Pengecualian, kok, buat kalian yang imannya memang sudah di atas rata-rata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari sahur. Di awal-awal Ramadan pasti pada rajin banget pasang alarm biar bisa bangun minimal jam 3-an lah, atau maksimal jam 4 kurang 15 menit. Terus buru-buru goreng telur dan makan mepet imsyak. Selain karena sahur memang sunah puasa, pokoknya yang penting harus sahur supaya seharian bisa beraktivitas dan ibadah lancar jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, coba lihat nanti pas sudah lewat satu sampai dua pekan. Hmmm, boro-boro makan sahur, melekin mata aja malesnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">naudzubillah.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Lantaran tubuh merasa sudah terbiasa dengan puasa yang telah dilaksanakan berhari-hari, jadi kalaupun nggak sahur ya, biasa-biasa aja. Toh, biasanya tetap aman juga sampai azan Magrib. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, tadarus Alquran. Harapannya sih, bisa khatam dalam satu pekan. Jadi, sehari bisa kuat tadarusan sampai lima juz. Dan dalam sebulan setidaknya bisa khataman sampai tiga kali. Keren, nggak? Ya, harapannya sih, gitu, ya. Akan tetapi, pas pertengahan Ramadan malah udah nggak ada semangat dari bangun sahur. Terus ini kebawa deh ke aktivitas-aktivitas dan ibadah di siang harinya jadi nggak semangat juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjut soal ngabuburit. Biasanya nih, hawa nafsu kita terpuaskan hanya dengan melihat makanan dan minuman di sore hari yang menyebabkan rasa-rasanya semua pengin dibeli. Terus pas udah diborong semua, tahu-tahu perut nggak muat, tarawih nggak kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Habis buka puasa, lanjut soal tarawih. Di masjid atau musala, saat pekan pertama, dari saf depan sampai ke belakang dipenuhi jamaah. Sampai di masjid-masjid kampung, ramai riuh anak-anak kecil: Ada yang ikut melaksanakan salat, ada juga yang bermain di halaman. Namun lagi-lagi, hal ini mengalami penyusutan jumlah orang yang berjamaah di setiap pekannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat fenomena semangat dan semarak Ramadan yang biasanya hanya di pekan pertama atau kedua ini, alangkah baiknya jika kita tidak terlalu (((berlebihan))) dalam menyambut Ramadan. Maksudnya begini, menyambutnya dengan menggebu-gebu tidak masalah. Akan tetapi, yang jauh lebih penting adalah menjaga stabilitas semangat ibadah kita sampai di akhir bulan Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, boleh menggebu, asal harus bisa jaga kestabilan semangat ibadah masing-masing. Oke?<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a> Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai hamba dengan tingkat keimanan rata-rata, semangat menyambut Ramadan rasanya cuma satu pekan saja. Padahal, Ramadannya satu bulan.<\/p>\n","protected":false},"author":353,"featured_media":38922,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6305],"class_list":["post-31205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/353"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31205"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31205\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}