{"id":311824,"date":"2025-01-21T12:21:47","date_gmt":"2025-01-21T05:21:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=311824"},"modified":"2025-01-21T16:19:31","modified_gmt":"2025-01-21T09:19:31","slug":"tips-naik-krl-yang-harus-diketahui-orang-luar-jabodetabek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-naik-krl-yang-harus-diketahui-orang-luar-jabodetabek\/","title":{"rendered":"Tips Naik KRL supaya Nggak Terlalu Menderita, Orang Luar Jabodetabek Wajib Tahu"},"content":{"rendered":"<p><em>Orang luar Jabodetabek wajib tahu tips naik KRL ini supaya bisa betah tinggal di ibu kota.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KRL jadi salah satu transportasi publik yang diandalkan warga Jabodetabek. Menurut catatan KAI Commuter, setidaknya ada 156,7 juta pengguna KRL Jabodetabek hanya pada Januari-Januari 2024. Catatan itu sebenarnya angka yang menggembirakan. Artinya, transportasi publik yang satu ini benar-benar diandalkan warga. Namun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, bagi penumpang, catatan itu hanya mengingatkan pada betapa padatnya kepadatan KRL sehari-hari. Banyak penumpang menilai, jumlah gerbong KRL tidak sebanding dengan penggunanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, penumpang KRL Jabodetabek dapat dipastikan selalu tidak nyaman, terlebih di jalur-jalur \u201cgemuk\u201d dan jam-jam padat. Namun, beberapa tips di bawah ini semoga bisa mengurangi penderitaan ketika naik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-gerbong-krl-khusus-perempuan-dihindari-perempuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KRL Jabodetabek<\/a>:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-311831 size-large aligncenter\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-724x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"724\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-724x1024.jpg 724w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-212x300.jpg 212w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-768x1086.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-1086x1536.jpg 1086w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-1448x2048.jpg 1448w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-750x1061.jpg 750w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-1140x1613.jpg 1140w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/KRL-Jabodetabek-scaled.jpg 1810w\" sizes=\"(max-width: 724px) 100vw, 724px\" \/><\/p>\n<h2><b>#1 Hindari stasiun KRL \u201cneraka\u201d\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa stasiun KRL jadi momok anker (anak kereta) karena kepadatannya yang tidak masuk akal. Sebut saja Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang. Dua stasiun itu benar-benar chaos, apalagi di jam-jam sibuk seperti berangkat kerja dan pulang kerja. Maklum saja, dua stasiun itu adalah pertemuan jalur-jalur KRL \u201cgemuk\u201d seperti kereta-kereta jalur biru yang mengarah ke Jatinegara dan Cikarang, serta jalur merah yang mengarah ke Jakarta Kota dan Bogor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak penumpang mengakali kepadatan stasiun itu dengan naik atau turun sebelum <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-stasiun-krl-neraka-orang-luar-jabodetabek-wajib-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stasiun KRL \u201cneraka<\/a>\u201d. Misal, kalian orang Rangkasbitung yang berkantor di sekitar Tanah Abang. Demi menghindari turun di Stasiun Tanah Abang yang padat, kalian bisa turun di satu stasiun sebelumnya, Stasiun Palmerah. Kemudian, melanjutkan perjalanan menggunakan angkot atau ojek. Agak ribet sebenarnya, tapi itu lebih baik daripada harus \u201cberkelahi\u201d dengan penumpang lain di Stasiun Tanah Abang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Naiklah gerbong KRL yang berdekatan dengan akses keluar-masuk stasiun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya membeberkan satu cara unik yang mungkin bisa membantu. Dia sering naik ke gerbong KRL yang dekat dengan tangga atau akses keluar-masuk di stasiun tujuan. Pokoknya, naik gerbong yang memudahkan dia untuk keluar atau berpindah peron di stasiun tujuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini dinilai cukup efektif, apalagi kalau diterapkan di stasiun-stasiun KRL \u201cneraka\u201d. Kalian tetap akan berdesak-desakan dengan penumpang lain, tapi setidaknya tidak perlu tenaga yang besar karena akses yang lebih dekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Di jalur-jalur \u201cgemuk\u201d lebih baik berdiri daripada duduk tapi sulit keluar gerbong<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kalian naik di jam-jam padat seperti berangkat dan pulang kantor, lebih baik untuk tetap berdiri. Apalagi kalau stasiun tujuan kalian tidak begitu jauh. Ini semua demi menghindari kesulitan keluar dari gerbong kereta. Asal tahu saja, gerbong KRL Jabodetabek di jalur-jalur tertentu bisa begitu ramai hingga tidak menyisakan celah untuk bergerak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, apabila gerbong yang kalian naiki padat penumpang dan stasiun tujuan kalian tidak begitu jauh, lebih baik untuk tetap berdiri supaya tidak kesulitan keluar gerbong. Akan lebih baik lagi kalau kalian berdiri di sekitar pintu gerbong.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Naiklah dari stasiun di mana gerbong kereta masih sepi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini bisa diterapkan oleh kalian yang hendak menuju stasiun-stasiun ujung seperti Bogor, Tangerang, Rangkasbitung. Misalnya, kalian hendak pulang dari kantor di daerah Sudirman ke Bogor. Daripada berdesak-desakan berganti kereta di Stasiun Manggarai, kalian bisa pergi ke Stasiun Gondangdia atau Cikini terlebih dahulu untuk naik kereta ke arah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Bogor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bogor<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara di atas terdengar lebih ribet dan perlu merogoh kocek lebih dalam, tapi sangat membantu demi mendapat bangku di gerbong. Itu mengapa cara ini lebih efektif diterapkan oleh mereka yang turun di stasiun-stasiun ujung. Kereta jelas akan padat penumpang, tapi setidaknya kalian bisa duduk dalam perjalanan yang jauh itu. Terlebih, gerbong cenderung lebih sepi penumpang ketika sampai diujung. Keluar gerbong jadi tidak kesulitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa tips naik KRL Jabodetabek yang biasa diterapkan oleh para anker supaya tidak begitu menderita sepanjang perjalanan. Kalian yang baru merantau ke Jakarta atau pendatang dari Jabodetabek perlu mengetahuinya supaya makin betah tinggal di ibu kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-nyinyirin-orang-bawa-koper-di-krl-jabodetabek\/\"><b>Jangan Nyinyirin Orang Bawa Koper di KRL Jabodetabek daripada Kalian Tampak Bodoh<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saking padatnta, KRL Jabodetabek kerap jadi momok bagi penumpang. Padahal ada siasat yang bisa diterapkan agar naik KRL semakin nyaman. <\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":311834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[2246,521,27234],"class_list":["post-311824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-jabodetabek","tag-krl","tag-krl-jabodetabek"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311824"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311824\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/311834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}