{"id":311606,"date":"2025-01-21T14:04:24","date_gmt":"2025-01-21T07:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=311606"},"modified":"2025-07-17T09:36:28","modified_gmt":"2025-07-17T02:36:28","slug":"pekalongan-diciptakan-tuhan-untuk-kamu-yang-suka-tersenyum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pekalongan-diciptakan-tuhan-untuk-kamu-yang-suka-tersenyum\/","title":{"rendered":"Tuhan Menciptakan Pekalongan untuk Kamu yang Lebih Suka Tersenyum ketimbang Membenci"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan menciptakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-jalan-asia-afrika-bandung-yang-katanya-romantis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung<\/a> ketika Dia tersenyum. Sementara itu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-di-jogja-2-5-juta-itu-memang-setara-dengan-gaji-5-juta-di-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a>, konon katanya, berhasil membuat Tuhan tersenyum. Nah, untuk kamu yang lebih suka tersenyum ketimbang membenci, Tuhan menciptakan Pekalongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah 24 tahun saya tinggal di Pekalongan. Selama itu, saya tidak pernah sekali saja merantau. Dan selama itu pula, saya hampir tidak pernah melihat kekerasan terjadi di kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, saya menggunakan kata \u201champir\u201d karena tidak mungkin benar-benar bersih. Namun, jika boleh membandingkan dengan daerah lain, tingkat kekerasan di Pekalongan sangat rendah. Rasanya selalu adem dan ayem di kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tidak heran jika Ki Cempaluk memilih daerah Kesesi sebagai tempat menyepinya setelah purna tugas dari Mataram. Daerah ini memang sedamai itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Geografis Pekalongan yang menyenangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara geografis, Pekalongan memiliki gunung dan laut. Gunung di daerah selatan dan laut di utara. Namun, keduanya termasuk ke wilayah kabupaten. Yang sedang saya tulis adalah bagian kotanya. Yah, anggap saja, secara batiniah, kabupaten dan kota masih satu kesatuan. Aku wong Kalongan, koe wong Kalongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menyenangkan bagi anak-anak muda adalah di Pekalongan ada banyak tempat menepi. Pengin ke pantai, tinggal datang ke Slamaran, Pantai Sari, Wonokerto, atau Siwalan. Mau lihat ijo-ijo, tinggal ke Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, dan masih banyak yang lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Budaya dan masyarakat yang mencerminkan kedamaian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sama-sama mengenal Pekalongan sebagai kota batik. Nah, aktivitas membatik sendiri lekat dengan ketenangan. Melihat ibu-ibu pembatik canting dengan lembut, sebelum menggoreskannya ke kain, pranggok-pranggok yang mengepul, membuat mata ini jadi adem.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kota batik, Pekalongan punya atribusi baru, yakni kota salawat. Status ini muncul seiring dengan menjamurnya majelis-majelis salawat. Tentu yang terbesar ada di Gedung Kanzus Sholawat, asuhan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Luthfi_bin_Yahya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Habib Luthfi bin Yahya<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Energi menenangkan di Pekalongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pelosok-pelosok, barzanji, diba\u2019, simtudduror, dan burdah sudah akrab di telinga kami. Apalagi kalau bulan maulid tiba. Hampir setiap hari, kitab-kitab yang menerangkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menguji-mukjizat-nabi-muhammad-saw-bulan-terbelah-di-langit-mekkah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nabi Muhammad SAW<\/a> itu terbaca di berbagai majelis maupun musala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut para ulama, yang saya tahu, energi salawat adalah sebagai energi yang menenangkan. Berbeda dengan wirid yang katanya bisa membuat badan panas atau bahkan mudah emosi jika dibaca melebihi dosisnya apalagi tak ber-sanad.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, tak heran jika di Pekalongan, hal-hal berbau kekerasan sulit berkembang. Wong secara historis, geografis, sampai budaya saja mendukung ke arah ketenangan, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walhasil saya berkesimpulan. Tuhan menciptakan Pekalongan untuk kamu semua yang lebih suka tersenyum, bukan membenci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Aghistna Moh Ibrahim Sulaiman Al Warist<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hidup-di-kota-pekalongan-itu-menyenangkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup di Kota Pekalongan Itu Menyenangkan<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu akan tahu kenapa Pekalongan ibarat diciptakan Tuhan untuk kamu yang senang tersenyum ketimbang membenci.<\/p>\n","protected":false},"author":2845,"featured_media":312877,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,27239,10004,115,18392,27238,4576,27237],"class_list":["post-311606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-habib-luthfi-bin-yahya","tag-jawa-tengah","tag-jogja","tag-kota-batik","tag-kota-sholawat","tag-pekalongan","tag-pekalongan-kota-batik"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2845"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/312877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}