{"id":311384,"date":"2025-01-18T15:51:10","date_gmt":"2025-01-18T08:51:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=311384"},"modified":"2025-01-18T15:51:10","modified_gmt":"2025-01-18T08:51:10","slug":"fotografer-lari-profesi-dengan-potensi-cuan-yang-amat-lumayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fotografer-lari-profesi-dengan-potensi-cuan-yang-amat-lumayan\/","title":{"rendered":"Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba, Satu Foto Seharga Seratus Ribu!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi, saya membahas soal lari di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namanya juga hobi, pasti akan saya bahas terus. Tapi kali ini saya mau bahas soal fotografer lari, profesi yang beberapa tahun belakangan ini berkembang pesat. Iya, soalnya jumlahnya makin hari makin banyak. Berbanding lurus dengan jumlah pelarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap saya olahraga lari di GBK atau saat CFD Jakarta, ada saja fotografer baru yang saya jumpai. Walau nggak semua saya kenal, tapi paling nggak, saya tahu letak nongkrong (spot fotoin pelari) mereka. Nah, terkadang di titik itu ada saja orang baru. Oh ya, di kalangan para pelari, keberadaan fotografer ini jadi booster saat lari. Ya, gimana ya, pelari jadi punya banyak stok foto. Lumayan kan buat memenuhi feed Instagram. Nah, buat kamu yang jago foto atau minimal bisa foto, cobain deh jadi fotografer lari. Cuannya lumayan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cukup modal kamera dan kemauan bangun pagi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu jago fotografi, itu jadi keuntungan lebih buat kamu. Tapi, menurut saya, nggak jago pun nggak papa. Yang penting bisa foto dan tahu teknik pengambilan foto serta angle-nya. Apalagi, objek yang kalian foto ini adalah orang yang sedang berlari. Soal jago, sambil berjalannya waktu pun kamu akan jago dengan sendirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, modal awal yang harus kamu punya untuk jadi fotografer lari tentu saja kamera. Sejauh penglihatan saya, yang sering dipakai para fotografer lari di CFD adalah kamera DSLR, Tele, dan sejenisnya. Kalau kamu nggak punya, bisa coba pinjam teman, saudara, atau sewa di tempat penyewaan kamera. Atau kalau mau pakai kamera hape pun sebenarnya bisa, asal kalian jago editing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke. Setelah kamera, kamu perlu semangat yang sungguh mantap untuk bangun pagi. Ingat, bangun pagi adalah hal yang sulit dilakukan saat akhir pekan. Kenapa hanya akhir pekan, soalnya kan kebanyakan pelari akan bersenang-senang saat hari minggu. Jumlah pelari saat hari Minggu akan lebih banyak ketimbang hari biasa. Nah, kalau kamu sudah punya kamera dan bisa bangun pagi, coba deh nongkrong di CFD sekitar tempat tinggal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga foto satu jepretan bisa buat beli kopi kekinian 3 gelas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ambil contohnya di Jakarta, ya. Jadi, fotografer lari di sepanjang jalur CFD dan di sekitar GBK, mereka mematok harga rata-rata Rp100 ribu untuk satu foto. Tentu harga tersebut untuk hasil foto yang ciamik. Walaupun terkadang ada juga hasil jepretan yang blur atau biasa saja. Atau mungkin mereka punya kesepakatan tertentu di antara fotografer lari lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain fotografer yang memasang harga di atas tadi, ada juga beberapa fotografer lari yang memasang harga di bawah Rp100 ribu. Hanya saja, kebanyakan dari mereka fotografer yang kurang populer di kalangan pelari. Atau mungkin juga fotografer baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kamu jadi fotografer lari yang baru terjun, kamu bisa mematok harga Rp50 ribu sampai Rp75 ribu. Lumayan kan untuk satu kali jepretan, kamu dapat cuan yang setara dengan 3 gelas kopi kekinian. Eits, tapi ada syaratnya juga, ya. Harga segitu kamu nggak boleh asal jepret juga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ada aplikasi Fotoyu yang bikin fotografer dan pelari jadi saling menguntungkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit cerita, ya. Dulu, sebelum ada aplikasi <a href=\"https:\/\/www.fotoyu.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fotoyu,<\/a> para pelari hanya bisa mantengin akun Instagram para fotografer lari ini. Biasanya, fotografer lari upload feed Instagram yang berisi link google drive tempat menyimpan hasil foto-foto pelari. Nah, repotnya, pelari harus cari satu per satu foto dari sekian ratus foto. Tentu yang dicari adalah foto mereka sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setahu saya, semenjak hadirnya aplikasi Fotoyu, fotografer lari hanya tinggal upload hasil jepretan mereka ke akun Fotoyu mereka. Nah kalau pelari, mereka cukup bikin akun aplikasi, terus scan-scan wajah. Sudah deh, aplikasi Fotoyu akan mendeteksi wajah-wajah, dan fotonya akan masuk ke akun masing-masing pelari. Mudah, kan. Kalau ada foto yang disuka oleh pelari, tinggal checkout dan bayar saja. Nanti uangnya akan masuk ke rekening fotografer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa alasan kenapa jadi fotografer lari patut dicoba buat kamu yang jago atau bisa fotografi. Lumayan kan buat nambahin uang jajan kamu. Gimana, Gaes, coba nggak?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jarot Sabarudin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merek-sepatu-lari-yang-banyak-dipakai-pelari-di-cfd-sudirman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kasta Merek Sepatu Lari yang Paling Banyak Dipakai Pelari di CFD Sudirman Jakarta<\/a><\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-nggak-melulu-berisi-hal-buruk-ini-5-hal-yang-bisa-dibanggakan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya mau bahas soal fotografer lari, profesi yang beberapa tahun belakangan ini berkembang pesat. Tiap saya lari, pasti ketemu profesi satu ini.<\/p>\n","protected":false},"author":2650,"featured_media":311475,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[101,4800,27200,8368,27201],"class_list":["post-311384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-bisnis","tag-cfd","tag-fotografer-lari","tag-fotografi","tag-pelari"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/311475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}