{"id":311095,"date":"2025-01-15T13:00:07","date_gmt":"2025-01-15T06:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=311095"},"modified":"2025-01-15T12:27:02","modified_gmt":"2025-01-15T05:27:02","slug":"jalan-magelang-jogja-bahaya-bukan-untuk-penakut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-magelang-jogja-bahaya-bukan-untuk-penakut\/","title":{"rendered":"Jalan Magelang Jogja Penuh Bahaya, Nggak Cocok buat Pengendara Bermental Tempe"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pekerja pelaju, setiap hari saya harus berkendara dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-wajib-kamu-lakukan-di-muntilan-magelang-minimal-sekali-seumur-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Muntilan Magelang<\/a> menuju kantor Mojok yang ada di Sleman Jogja. Rute yang saya lalui adalah Jalan Magelang-Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Magelang-Jogja memang begitu vital. Tak terhitung jumlah pengendara yang melintasi jalan ini setiap harinya. Beragam jenis kendaraan bisa kita jumpai di sini, mulai dari sepeda hingga truk tronton besar dan panjang. Rasanya tak ada jam sepi di jalan ini. Selalu ramai dipadati kendaraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran sudah wira-wiri di Jalan Magelang-Jogja selama hampir tiga tahun terakhir, saya bisa mengatakan kalau jalan ini memang penuh bahaya. Kalau kalian bermental tempe, lebih baik jangan melewati jalan ini.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jalan Magelang-Jogja terlihat lurus dan mulus, tapi sebenarnya rawan kecelakaan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam seminggu, setidaknya minimal satu kali saya menyaksikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kecelakaan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecelakaan<\/a> terjadi di depan mata. Kejadiannya bisa terjadi saat saya mau berangkat kerja atau sepulang kerja. Biasanya kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan atau lebih. Tapi ada juga kecelakaan tunggal, misalnya seperti menabrak pembatas jalan atau jatuh karena pengendara tergelincir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Magelang-Jogja memang terlihat lurus-lurus saja, tapi tak semua bagian jalan mulus. Di beberapa titik, ada yang aspalnya bergelombang dan tidak rata. Tentu saja hal ini bisa membahayakan pengendara, apalagi buat yang jarang lewat sini.<\/span><\/p>\n<p>Jalan yang lurus dan lebar juga membuat pengendara yang melintas merasa bebas untuk memacu kendaraan secepat mungkin. Padahal sekali lagi saya ingatkan, jalanan ini cukup ramai dilalui kendaraan. Artinya, bukan tak mungkin senggolan terjadi dan kendaraan kehilangan kendali sehingga berujung pada kecelakaan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, di beberapa titik jalan juga bisa kita jumpai pasir dan kerikil kecil. Meski kelihatannya sepele, pasir dan kerikil kecil yang tersebar di jalan bisa bikin celaka. Pengendara yang kurang waspada bisa saja tergelincir karena jalan jadi licin.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Harus siap berpapasan dengan truk dan bus besar<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat Jalan Magelang-Jogja nggak cocok dilalui pengendara bermental tempe adalah banyaknya truk dan bus besar yang juga melalui jalan ini. Sebagai jalan penghubung antara Provinsi DIY dan Magelang yang berada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Tengah<\/a>, tak usah heran apabila jalan ini dilalui bus-bus berukuran besar. Mau pagi, siang, malam, pokoknya saya pasti ketemu bus besar tiap lewat sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan truk-truk pengangkut barang, tak pernah absen dari jalan ini. Ada yang membawa muatan pasir, batu, ayam, hingga truk kontainer besar dan panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, jika kalian nggak terbiasa berpapasan dengan kendaraan besar di jalan, sebaiknya jangan lewat Jalan Magelang-Jogja. Soalnya hampir di sepanjang jalan ini kalian bakal bertemu dengan bus dan truk besar. Ada yang melaju perlahan di sebelah kiri jalan, tapi tak sedikit pula yang kebut-kebutan dan salip-salipan dari sebelah kanan. Yang jelas hal ini bikin pengendara jantungan sepanjang perjalanan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Beberapa titik jalan tergenang air jika hujan deras<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat Jalan Magelang-Jogja juga berbahaya adalah genangan air saat hujan deras. Memang nggak sepanjang jalan bakalan tergenang air, tapi di beberapa titik tertentu, banjir bisa kita jumpai. Salah satunya di sekitaran <a href=\"https:\/\/id.m.wikipedia.org\/wiki\/Berkas:Tugu_Ireng_Jateng-_DIY,_Salam.png\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tugu Ireng<\/a> yang merupakan perbatasan antara Jogja dan Magelang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya pengalaman kurang menyenangkan beberapa kali melalui jalan tersebut sewaktu hujan deras. Jika hujan deras berlangsung cukup lama, Jalan Magelang-Jogja di sekitaran sana bakal banjir. Banjirnya nggak tanggung-tanggung, terakhir kali saya lewat sana ketinggian air mencapai setengah ban motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah begitu, biasanya bakal terjadi macet panjang karena kendaraan otomatis bergerak lambat. Keadaan bakal bertambah chaos apabila ada kendaraan yang mogok di tengah jalan. Pokoknya kalau sudah begitu, pengendara yang hendak melintas harus banyak sabar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya air menggenangi jalan karena drainase nggak berfungsi maksimal. Air hujan yang harusnya bisa dialirkan malah tumpah ke jalan sehingga bikin banjir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa hal yang patut diwaspadai dari Jalan Magelang-Jogja. Jalan yang kelihatannya lurus-lurus saja dan besar ini ternyata menyimpan banyak bahaya. Hanya pengendara bermental baja yang bisa melalui jalan ini. Satu hal yang pasti, jangan lupa banyak berdoa juga supaya selamat sampai di tempat tujuan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Intan Ekapratiwi<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-raya-ambarawa-magelang-jalan-penghubung-diam-diam-mematikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Raya Ambarawa-Magelang, Jalan Penghubung Demak-Jogja yang Diam-diam Mematikan. Kalau Siang Indah, tapi kalau Malam, Beda Cerita<\/a>.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Magelang Jogja memang diciptakan bukan untuk pengendara penakut. Sebab, jalan ini menyimpan banyak bahaya yang mengancam nyawa.<\/p>\n","protected":false},"author":1182,"featured_media":311101,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16301,27151,115,3762],"class_list":["post-311095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-magelang","tag-jalan-magelang-jogja","tag-jogja","tag-kecelakaan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1182"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311095"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311095\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/311101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}