{"id":31104,"date":"2020-03-23T10:26:09","date_gmt":"2020-03-23T03:26:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=31104"},"modified":"2020-03-23T12:06:18","modified_gmt":"2020-03-23T05:06:18","slug":"gaya-gombalan-khas-muda-mudi-bantul-berdasarkan-tempatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaya-gombalan-khas-muda-mudi-bantul-berdasarkan-tempatnya\/","title":{"rendered":"Gaya Gombalan Khas Muda-Mudi Bantul Berdasarkan Tempatnya"},"content":{"rendered":"<p>Saya hampir <em>ngikik<\/em> saat ayah saya bilang Bantul adalah tempat yang mengajarkan blio romantis pada bunda. Tapi <em>ngikik-<\/em>nya kemudian saya urungkan karena kumis ayah saya kadung mengisyaratkan kesungguhannya. Nggak ada maksud bercanda-bercandanya sama sekali. Ribuan pertanyaan saya pendam sejak berumur tujuh tahun ketika pindah dari Bandung menuju Bantul. Dan jawaban tersebut baru saya temukan akhir-akhir ini.<\/p>\n<p>Yang ada di otak saya, Bantul itu hanyalah Persiba dan stadionnya yang pernah menjadi stadion nomor satu di Indonesia. Selain itu, ya sekadar candaannya yang memplesetkan kata Bantul, menjadi mBantul. Entah maksudnya apa, yang jelas ketika mereka bicara kata yang ada huruf \u2018B\u2019-nya di depan, ada sisipin <em>m<\/em> yang sangat khas. Misalkan <em>becak<\/em> menjadi <em>mbecak<\/em>. Atau kata <em>slang<\/em> khas mbantulan itu adalah kata ngelawak yang sering dirubah menjadi <em>mbadut<\/em>.<\/p>\n<p>Bukan hanya sampai sana, kisah romantika saya dengan Bantul juga adalah orang-orangnya yang sungguh baik, terlampau baik. Selipan cerita-cerita teman saya yang berasal dari Bantul kadung membuat saya jatuh hati. Dari mereka, saya mencoba merumuskan tipe-tipe gombalan yang mBantulan sekali. Mungkin tidak seelok kata-kata Pidi Baiq dengan Bandung-nya, tapi apa yang coba saya kemukakan ini juga tidak kalah eloknya.<\/p>\n<p>Secara garis besar, tipe pacaran pemuda-pemudi di Bantul ini dibedakan berdasarkan tempat. Hah? Gimana? Begini, katanya, di Bantul, adalah tempat yang cocok untuk pacaran modelan maritim dan agraris. Jangan <em>kemekelen<\/em> dulu, karena bagian ini masih jauh dari <em>punchline<\/em>. Kita bedah satu persatu dengan contohnya agar terlihat valid.<\/p>\n<p><strong><em>Pertama<\/em><\/strong>, pacaran gaya maritim yang biasanya menghasilkan gombalan berbau lautan. Begini, pacaran maritim itu tempat pacaran yang tersedia sepanjang garis batas Bantul dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ini-loh-8-warna-pasir-pantai-serta-asal-muasalnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pantai Selatan<\/a>. Misalkan saat plesiran ke Pantai Goa Cemara di daerah Sanden. Sambil menikmati jalan lebar, angin sepoi khas pesisir sambil gojek-gojek manja, biasanya si cowok nyelipin gombalan seperti ini, \u201cCinta mas sama kamu itu seperti motoran dari Banguntapan ke Pantai Goa Cemara, Dek. Nggak ada capeknya!\u201d<\/p>\n<p>Atau gombalan yang bernuansa lautan yang diseseli oleh kata-kata <em>slang<\/em> berupa akhiran <em>-ik<\/em>. Misalkan ambil saja pokok bahasannya adalah Pantai Selatan. Begini, \u201cIyoik, Dek!\u201d artinya, &#8220;<em>Iya juga ya, Dek!&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Dan si cewek akan menjawab, \u201c<em>Iyoik opo to<\/em>, Mas?\u201d sambil benerin helmnya yang <em>hoyag-hayig<\/em> kebawa angin.<\/p>\n<p>\u201cNek arahe ke Pantai Selatan ki ya sejatine bawa kloso, termos, baki, dan makanan ya, Dek,\u201d katanya tapi sambil cekikikan nahan tawa karena membayangkan wajah pacarnya ketika mendapatkan rayuan. Pacarnya cuma angguk-angguk, nyadar kalau bakal dirayu. Lalu si cowok melanjutkan, \u201cNek bawanya berkas-berkas dan kepastian ya arahe bukan ke Pantai Selatan. Tapi ke KUA Banguntapan.\u201d<\/p>\n<p>Terus si cowok dikeplak oleh si cewek sambil ketawa-ketiwi menembus dimensi waktu yang membentang di Jalan Bantul.<\/p>\n<p>Ketika sampai pantai, si ceweknya ini gantian <em>nggodani<\/em> pacarnya yang sedang berjalan ditegak-tegakin biar kelihatan gagah. Kemudian si cewek berkata, \u201cMas kamu lama-lama kayak nyiur, ya.\u201d<\/p>\n<p>Si cowok sambil menjap-menjep berharap dipuji. Dengan suara diberat-beratkan ia nimpali, \u201cLha kenapa, Dek, kok kayak nyiur?\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, kayak nyiur di pantai, alias melambai-lambai.\u201d<\/p>\n<p><strong><em>Kedua<\/em><\/strong>, adalah pacaran gaya agraris khas anak Bantul yang tidak kalah berfaedah. Misalkan ketika asyik sepedaan membelah sawah, bisa sambil ngomongin ketahanan pangan. \u201cJangan kan ketahanan pangan negara, nanti nek mas udah lulus SD, mas jamin ketahanan pangan juga akan berlangsung di rumah tangga kita.\u201d<\/p>\n<p>Atau bisa <em>keceh<\/em> di kali sambil haha hihi dan dengan baju <em>couple<\/em> mereka yang bertuliskan \u201cpilot\u201d dan \u201cco-pilot\u201d ngomongin panen Lik Darmo yang makin berkurang karena hama wereng. Dengan angin yang menderu pelan, si cewek berkata, \u201cMas, cukup sawah Lik Darmo saja yang kena hama, kamu jangan.\u201d<\/p>\n<p>Sambil ambil kepik di pinggiran kali, si cowok nimpali, \u201c<em>Lha mas ki kena hama opo to, Dek?<\/em>\u201d<\/p>\n<p>\u201cMas jangan hama-hama bales SMS dari adek.\u201d <em>DUAR!<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Ketiga<\/em><\/strong>, saya tambahan sedikit, yakni mereka yang memilih pacaran <a href=\"https:\/\/tirto.id\/apa-yang-bikin-hero-dan-central-neo-soho-tutup-gerai-dewU\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di depan toserba.<\/a> Tempat ini biasanya ada yang jual makanan seperti singkong goreng atau boba ala-ala. Kenapa tidak di mini market? Hal ini dikarenakan pemberlakuan zona bebas toko modern di Bantul. Hanya di dekat ringroad masih ada mini market, katanya batas maksimal adalah seribu meter di luar Ring Road.<\/p>\n<p>Mereka yang pacaran di depan toserba ini biasanya adalah mereka yang visioner. Dengan melihat para pasutri yang sudah memiliki anak atau yang masih pengantin baru, mereka pun melepaskan ucapan penuh cinta. Kata-kata gombalan mereka pun kesannya amat <em>template<\/em>, yakni di awali dengan \u201cbesok\u2026\u201d yang kesannya halu banget. Seperti ini contohnya, \u201cBesok, kalau kita sudah nikah, mas mau punya anak dua kayak pasangan suami istri itu,\u201d sambil nunjuk-nunjuk.<\/p>\n<p>\u201cIya, sesuai anjuran negara. Terus, kasih nama siapa, Mas?\u201d kata si cewek memancing.<\/p>\n<p>\u201cHmm\u2026\u201d sambil pura-pura mikir padahal dari rumah udah nyiapin. \u201cMaunya kayak nama toserba ini aja. Biar jadi saksi cinta kita yang <em>unch<\/em>. Namanya Jaya Purnama Bantul.\u201d<\/p>\n<p><strong><em>Keempat<\/em><\/strong>, biasanya gaya pacaran satu ini ditemui di tempat futsalan atau pertandingan tarkam. Pacaran gaya mereka ini sama sekali nggak ada <em>toxic-toxic <\/em>nya sama sekali seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hubungan-dilan-dan-milea-itu-bukan-relationship-goal-tapi-toxic-relationship\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dilan-Milea<\/a>. Pacaran gaya mereka adalah sebuah ikatan yang saling mendukung satu sama lain. Maksud terselubung mereka untuk saling dukung adalah agar hadiah uang lomba futsal atau tarkam bisa ditabung dan digunakan buat melanjutkan ke jenjang lebih serius.<\/p>\n<p>Ini serius, karena beberapa teman saya sudah menikah karena ketabahan dalam hal menabung dari uang hasil ikut kompetisi tarkam. Gaya pacaran ini gombalannya bukan dari kata-kata, melainkan dari selebrasi sehabis mencetak angka. Misalnya, setelah mencetak angka dan si cowok lari menuju tribun sambil membuka jersinya dan terdapat kaos putih bertuliskan, \u201cSatu gol lagi, ku nikahi kau, Marni\u201d atau, \u201cPat gulipat kita umumkan keseriusanku kepada Marni.\u201d<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaya-unik-pacaran-pemuda-pemudi-desa-agraris-yang-bikin-meringis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gaya Unik Pacaran Pemuda Pemudi Desa Agraris yang Bikin Meringis<\/a><\/strong><b><\/b>\u00a0<b><\/b><strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara garis besar, tipe pacaran muda-mudi di Bantul ini dibedakan berdasarkan tempat. Sebab, katanya di Bantul, adalah tempat yang cocok untuk pacaran modelan maritim dan agraris.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":31347,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5766,5767,2853],"class_list":["post-31104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bantul","tag-gaya-pacaran","tag-gombalan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31104"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31104\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}