{"id":310832,"date":"2025-01-13T15:44:39","date_gmt":"2025-01-13T08:44:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310832"},"modified":"2025-01-13T15:44:57","modified_gmt":"2025-01-13T08:44:57","slug":"dayeuhkolot-bandung-tidak-cocok-ditinggali-oleh-orang-orang-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dayeuhkolot-bandung-tidak-cocok-ditinggali-oleh-orang-orang-ini\/","title":{"rendered":"4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Dayeuhkolot Bandung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dayeuhkolot, kecamatan di Kabupaten Bandung yang didatangi oleh orang-orang yang hendak mengadu nasib. Maklum saja, banyak pabrik-pabrik besar di kecamatan yang terletak 9 km dari Kota Bandung itu. Salah satu yang ternama adalah\u00a0 PT Ceres produsen cokelat Silverqueen yang peoduknya sering kita lihat di pasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bekerja, kecamatan ini juga ramai pendatang mahasiswa. Di sana ada salah satu perguruan tinggi ternama, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/pendidikan\/9-kampus-milik-bumn-di-indonesia-prospek-lulusannya-bisa-kerja-di-perusahaan-plat-merah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Telkom University<\/a>, yang\u00a0 menjadi incaran calon mahasiswa dari berbagai penjuru negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, kecamatan ini terdengar ramah bagi pendatang.\u00a0 Namun, sebagai orang yang tidak asing dengan kecamatan tersebut, saya merasa perlu untuk menjelaskan kondisi kecamatan tersebut sebenar-benarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Dayeuhkolot tidak cocok untuk semua orang. Ada tipe-tipe orang yang nggak bakal betah tinggal di sana. Ini berdasar pandangan saya yang pernah tinggal di Dayeuhkolot dan hingga saat ini masih sering mengantar penumpang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/renungan-jika-ingin-jadi-driver-ojol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ojek online<\/a> ke daerah sana ya. Semoga tulisan ini menjadi pertimbangan untuk kalian yang akan mencari kerja ataupun melanjutkan studi di Dayeuhkolot.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Dayeuhkolot Bandung nggak cocok bagi orang yang mendambakan daerah bebas banjir dan macet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segera buang jauh-jauh keinginan tinggal di daerah bebas banjir kalau kalian memutuskan tinggal di Dayeuhkolot. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pengelolaan daerahnya yang kurang baik, kondisi geografisnya yang berada di dataran rendah dan dilalui sungai Citarum, menyebabkan kecamatan ini\u00a0 kerap dilanda banjir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain langganan banjir, Dayeuhkolot juga langganan macet. Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung itu memang cukup sibuk dengan lalu lalang keluar masuk kendaraan dari kota. Belum lagi banyak pabrik besar yang membuat jalanan di sana penuh dengan truk-truk.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Tidak cocok untuk orang yang mendambakan suasana pedesaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan ini memang terletak di Kabupaten Bandung yang kata banyak orang masih asri. Ucapan itu memang tidak salah, tapi bukan Kecamatan Dayeuhkolot tempat yang dimaksud orang-orang. Semakin hari, suasana sejuk dan asri khas desa semakin sulit ditemui di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, lahan di Kecamatan Dayeuhkolot tiap tahun semakin berkurang dan berubah menjadi kawasan pemukiman dan pabrik-pabrik industri. Jalanan di sana juga jauh dari kata rindang pohon dan penuh polusi karena dilalui berbagai macam kendaraan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Dayeuhkolot nggak cocok bagi orang yang suka berwisata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua daerah di Kabupaten Bandung punya kawasan wisata yang memikat seperti\u00a0 <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-bandung-ogah-berwisata-ke-ciwidey\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciwidey<\/a>, Rancabali dan Pangalengan. Ada juga daerah-daerah yang nggak menarik sama sekali untuk dikunjungi, Kecamatan Dayeuhkolot salah satunya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, saya selalu bingung ketika mendapat pertanyaan dari kawan-kawan yang penasaran dengan kawasan wisata yang bisa dikunjungi di kecamatan ini. Sebab, benar-benar tidak ada yang bisa saya rekomendasikan. Daerah ini memang mungkin kurang cocok untuk kalian yang suka berwisata.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Orang yang gaya hidupnya hedon nggak cocok tinggal di Dayeuhkolot Bandung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, bagi kalian yang suka menghambur-hamburkan uang dan suka gaya hidup hedon, saya sangat tidak merekomendasikan tinggal di Dayeuhkolot. Di sana tidak ada mal, tempat hiburan, atau tempat-tempat mahal lain untuk menghabiskan uang kalian. Asal tahu saja, kalau orang Dayeuhkolot ingin menghamburkan uang, mereka biasanya ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Bandung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Bandung<\/a>. Toh jarak ke kota juga nggak jauh-jauh amat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dayeuhkolot Bandung memang daerah yang menarik untuk mengais rezeki maupun menempuh pendidikan tinggi. Tapi, kecamatan ini sebenarnya kurang cocok untuk 4 tipe orang di atas. Itu mengapa, kalau kalian ingin menetap di sana, pastikan betul-betul bisa berdamai dengan beberapa kondisi di atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Acep Saepulloh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-bandung-punya-4-fakta-yang-kerap-dilupakan-warganya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Fakta Kota Bandung yang Banyak Dilupakan Warganya<\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dayeuhkolot Bandung tidak untuk kalian yang ingin tinggal di daerah bebas banjir dan macet, suka pedesaan, gemar berwisata, dan suka hedon. <\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":310893,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,14195,27135,14196,23494],"class_list":["post-310832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-dayeuhkolot","tag-dayeuhkolot-bandung","tag-kabupaten-bandung","tag-kecamatan-dayeuhkolot"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310832\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}