{"id":31078,"date":"2020-03-22T12:46:38","date_gmt":"2020-03-22T05:46:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=31078"},"modified":"2020-03-22T12:46:38","modified_gmt":"2020-03-22T05:46:38","slug":"anak-anak-dan-imajinasi-liar-mereka-tentang-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anak-anak-dan-imajinasi-liar-mereka-tentang-tuhan\/","title":{"rendered":"Anak-Anak dan Imajinasi Liar Mereka tentang Tuhan"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Beberapa waktu lalu, saya dibikin ngakak oleh satu cuitan netizen di twitter. Sebabnya, akun yang tak saya kenal itu menganggap foto seorang <a href=\"https:\/\/www.islampos.com\/siapa-k-h-asad-humam-kakek-balik-sampul-buku-iqro-4465\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">bapak yang ada di buku iqro<\/a>\u2019 anak-anak jaman dulu itu sebagai sosok Tuhan di masa kecilnya. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Imajinasi memanglah liar. Apalagi imajinasi anak-anak, tidak hanya liar, tapi menggemaskan. Apalagi kalau disinggungkan dengan Tuhan. Di masa kecil, hampir semua punya pengalaman serupa. Membayangkan Tuhan dengan berbagai macam bentuk dan rupa.\u00a0<\/span><span class=\"s1\">Saya sih dulu membayangkan bentuk Tuhan itu sosok yang buesaarr yang melayang-layang diantara bintang-bintang. Pakai jubah bercahaya putih. , <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Begitulah anak-anak. Mereka sungguh unik dengan dunia dan imajinasinya sendiri. Saya suka anak-anak. Lebih tepatnya, suka menggoda mereka. Sesekali, cobalah masuk ke dalam kerangka pikir mereka. Ada sunyi yang menggembirakan disana.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Soal pengalaman anak-anak dan bayangan mereka tentang Tuhan ini memang polos sekali. Saya pernah, suatu malam menggoda dua anak di suatu angkringan dekat tempat saya bekerja. Entah bagaimana ceritanya, salah satu anak itu tiba-tiba mengaku pernah melihat Tuhan.\u00a0<\/span><span class=\"s1\">Sebut saja nama anak itu Dori. Ia nyeletuk,\u201dMas, aku loh pernah ndelok Gusti Allah,\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pernyataan semacam itu adalah kelezatan tersendiri bagi hasrat godaan saya. Saya menimpali balik,\u201dEmang Gusti Allah iku lanang opo wedok?\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dori diam saja. Kawan satunya lagi, sebut saja Usa, langsung merespon cepat,\u201dLanang, le.\u201d katanya.\u00a0<\/span><span class=\"s1\">Lalu, Dori tak mau kalah. Ia turut menjawab,\u201dWedok!\u201d\u00a0<\/span><span class=\"s1\">Saya mengadu domba pendapat mereka. Hingga keduanya bertengkar dan saya kian menikmatinya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Nah, kebetulan, semalam saya sengaja nyasar ke sebuah tayangan berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=1LF9q5mO7aE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kids Letters To God!<\/a>\u201d dari channel youtube: Steve Tv Show. Tayangan berdurasi tiga menit itu memang diunggah sudah lama. Hampir lima tahun lalu. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pada tayangan itu, Steve Harvey yang berlaku sebagai si pembawa acara, menyuguhkan pemirsa dengan koleksi enam macam surat yang pernah ditulis anak-anak\u2014dan dianggap lucu\u2014kepada Tuhan. Tebakan saya, usia anak-anak itu kisaran tidak jauh beda dengan usia Dori dan Usa. Sebab, anak-anak terlihat begitu polos pada rentang usia tersebut. Sehingga, pertanyaan-pertanyaan mereka pun cenderung lugas, blak-blakan, dan filosofis.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Jika pernyataan pun perdebatan antara Dori dan Usa itu menggugat jenis kelamin Tuhan, maka koleksi surat dari enam anak milik si Steve beda. Ia bisa membantu kita untuk membaca ulang Tuhan: apa, siapa, bahkan bagaimana selama ini manusia menaruh fungsi dan peran Tuhan dalam kehidupannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam surat pertama yang ditulis seorang anak bernama Mark, kita akan disuguhi satu kesimpulan manusia tentang eksistensi Tuhan yang senantiasa misterius alias ghoib. Ya, Tuhan sejak dulu selalu misteri dan tak terduga. Pikiran kita tak pernah sampai menjangkau-Nya. Jadi lumrah saja, si Mark, teman kecil kita ini menyurat: \u201cHai Tuhan, apakah benar Engkau sosok yang tak terlihat atau sebenarnya selama ini hanya ingin bersembunyi saja karena Engkau tak suka dengan pakaian yang Kau kenakan?\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Surat kedua ditulis oleh seorang anak bernama Mike. Sepertinya, dia ingin mengatakan kepada kita bahwa Tuhan itu tidak jauh nun disana. Lebih dekat bak teman sendiri. Buktinya, Mike, dalam akhir suratnya memberikan salam \u201cTemanmu-Mike\u201d. sangat dekat bahkan Mike menjadikan Tuhan sebagai mitra dagangnya. Dia melakukan penawaran kepada Tuhan melalui suratnya dengan menulis: \u201cKepada Tuhan. Jika Engkau mengabulkan tiga permintaanku, aku akan memberikanMu apapun. Kecuali dua hal: permainan caturku atau uang-uangku!\u201d. Mencengangkan, bukan?<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Lalu, pada surat ketiga ditulis oleh seorang anak perempuan bernama Jessie. Dia memfungsikan Tuhan seperti kebanyakan orang yakni sebagai penolong atas segala kesusahan kita. Kadang, kalau kebablasan, Tuhan sering kita paksa memenuhi keinginan kita. Dengan cara yang terang-terangan maupun halus. Jessie menuliskannya: \u201cTuhan, aku tahu kok kalau aku bukan gadis yang pintar. Jadi, pliss, setidaknya kasih aku satu kelebihan saja. Menjadi gadis cantik, misalnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Surat ketiga bermuatan sambat kepada Tuhan. Ditulis oleh seorang anak bernama Danny. Tersirat disana bahwa manusia menjadikan Tuhan sebagai tempat paling ampuh untuk bersambat tentang segala persoalan. Seperti yang dilakukan Danny, sepertinya, ia sedang tidak akur dengan saudara perempuannya di rumah. Ia menyambatkan hal itu kepada Sang Maha Kuasa: <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cTuhan, boleh kita bertaruh deh. Mencintai semua orang itu sulitnya setengah mati. Lha wong hanya mencintai adik saja, saya sudah ndak sanggup,\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Alih-alih berterima kasih, ternyata, manusia juga sanggup mengganjar Tuhan. Melalui suratnya, Sally menegaskan kebenaran sikap Tuhan. Ia menulis lugas (terjemahan bebas): \u201cHalo Tuhan. Begini. Aku cuma mau bilang. Andai dulu dinosaurus tidak Engkau punahkan, kami semua mungkin sekarang mati karena menjadi santapannya. Untungnya tidak. Jadi, Engkau sudah melakukan keputusan yang benar!\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Surat terakhir ditulis oleh seorang anak perempuan bernama Sue. Ia mengingatkan kita bahwa selain misterius bin ghoib, Tuhan juga ditempeli absurditas pada pesonaNya. Lihat saja surat kebingungan yang ditulis oleh Sue ini: \u201cTuhan, bagaimana bisa kakak lelakiku punya sosis (read: penis), sementara aku tidak? Apakah Kau kehabisan stock?\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Jadi, bagaimana Tuhan di masa kecil kita? Apakah masih sama atau sudah mengalami perubahan di benak kita?<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sampai di sini, saya juga tak tahu, apakah saya masih bisa seakrab dengan Tuhan seperti anak-anak itu. Tak berjarak seperti sahabat <em>kenthel<\/em>. Tapi saya percaya, sebagian orang, masih sama seperti anak-anak itu\u2014selalu merawat keyakinan-keyakinan sunyinya terhadap Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gus-baha-dan-anak-kecil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gus Baha\u2019 dan Anak Kecil<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/khotib-nur-mohamad\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Khotib Nur Mohamad<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Imajinasi memanglah liar. Apalagi imajinasi anak-anak, tidak hanya liar, tapi menggemaskan. Apalagi kalau disinggungkan dengan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":31224,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[382,5759,23],"class_list":["post-31078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-anak-anak","tag-pertanyaan-tentang-tuhan","tag-tuhan"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}