{"id":310700,"date":"2025-01-11T11:20:52","date_gmt":"2025-01-11T04:20:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310700"},"modified":"2025-01-11T11:20:52","modified_gmt":"2025-01-11T04:20:52","slug":"marcus-rashford-pemain-malas-yang-tidak-cocok-untuk-arsenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/marcus-rashford-pemain-malas-yang-tidak-cocok-untuk-arsenal\/","title":{"rendered":"Marcus Rashford Pemain Malas yang Tidak Cocok untuk Arsenal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menulis keresahan ini sambil mendengarkan lagu \u201cGaram dan Madu\u201d dari Tenxi. Sudah 4 kali saya mengulangi lagu ini karena memang nempel banget di telinga. Sama nempelnya kayak kabar Arsenal sedang meminati Marcus Rashford, penyerang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/buang-sial-sebaiknya-manchester-united-ganti-logo-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manchester United<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cGaram dan Madu\u201d memang senempel itu. \u201cAku pilih madu. Manis kayak kamu.\u201d Ah, asik banget. Liriknya sangat sederhana, tapi kendang yang mengiringi terasa sangat menggoda. Manis banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/k0ubS6BhHu4?si=KcHWwhsXsX_k7sdY\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat kontras dengan kabar Arsenal yang menaruh minat kepada Marcus Rashford. Alih-alih manis kayak madu, saya justru curiga kelak akan merasakan pahit. Pahit seperti menenggak racun serangga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Marcus Rashford, pemain malas yang bikin gerah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara teknis, Marcus Rashford itu pemain bagus. Sebagai penyerang sayap, dia menyimpan banyak amunisi untuk menjadi yang terbaik di dunia. Misalnya, pemain berusia 27 tahun ini punya teknik menembak yang baik. Dia bagus di situasi 1v1 karena punya burst yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, untuk menjadi pemain Arsenal, kamu tidak boleh malas. The Gunners di era Mikel Arteta menuntut pemain untuk aware dengan beberapa tugas yang spesifik. Tugas ini berkenaan dengan kewaspadaan pemain ketika transisi bertahan. Nah, di sini, semua orang sudah tahu kalau Rashford itu pemain malas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak bukti video yang menunjukkan kalau dia malas untuk bertahan. Ketika timnya gantian bertahan, dia malah terlihat jogging. Rashford tidak memberikan pressing selayaknya pemain yang ingin merebut bola kembali. Saya, sebagai fans Arsenal, begitu resah mengetahui kabar ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jejak \u201ckonflik\u201d yang bisa merugikan Arsenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran bukan pemain dengan determinasi tinggi, Marcus Rashford kerap tersingkir dari skuat Manchester United. Sebelum era Ruben Amorim saja, dia sudah berkonflik dengan <a href=\"https:\/\/www.independent.co.uk\/sport\/football\/marcus-rashford-manchester-united-erik-ten-hag-b2281081.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Erik ten Hag<\/a>. Jadi, Erik pernah mengingatkan Rashford untuk jangan kumat malesnya. Pasalnya, saat itu, dia lagi dalam performa bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang terjadi setelahnya? Ya kambuh itu malesnya. Pelatih mana yang bakal sabar hati menghadapi pemain malas? Masalahnya, kalau ada 1 pemain yang nggak ikut bertahan secara proper, struktur pertahanan tim bisa rusak. Kalau karena kemalasan tim ini jadi kalah, siapa yang akan disalahkan? Ya jelas pelatih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, hal ini bisa merugikan Arsenal. Selama 2 tahun ini, Arsenal punya sistem pertahanan yang terbilang baik. Bukan hanya karena punya pasangan CB terbaik di Liga Inggris saat ini. Pertahanan Arsenal kuat karena semua pemain sadar akan tanggung jawab. Kalau harus bertahan, ya segera turun. Nggak malah jogging seenaknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jejak \u201cpemain buangan\u201d di London Utara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu hal lagi yang membuat saya resah sama berita Marcus Rashford ke Arsenal. Yang saya maksud adalah jejak pemain buangan bersama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simulasi-taktik-mikel-arteta-untuk-arsenal-musim-2020-2021-lewat-footbal-manager\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arteta<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kita sama-sama tahu ada jejak Willian dan Raheem Sterling bersama Arsenal. Keduanya pemain buangan yang tidak lagi dipakai oleh tim sebelumnya. Dan, keduanya punya posisi sama seperti Rashford. Sudah begitu, keduanya juga saya anggap gagal memberikan kontribusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arteta selalu sukses dengan pemain yang memang \u201cbagus\u201d dan dalam era terbaik. Bukan pemain yang sudah hilang zamannya dan terbuang. Mau itu untuk urusan penghematan maka pemain kayak gitu dibeli. Jejak pemain buangan ini bikin saya resah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, demi cita-cita menjadi juara, sebaiknya Arsenal hanya mengincar yang terbaik. Karena memaksa membeli pemain buangan kayak Marcus Rashford pada akhirnya membuang waktu saja. Ketika waktu terbuang, pada akhirnya Arsenal kehilangan momen untuk menjadi juara. Begitu saja terus setiap tahun sampai dajjal says hello motherfucker!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/satu-kata-untuk-arsenal-bubar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Satu Kata untuk Arsenal: \u201cBubar!\u201d<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inilah alasan Marcus Rashford tidak akan cocok menjadi pemain Arsenal. Pemain 27 tahun pemain malas yang suka bikin pelatih tantrum. <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":310701,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[4855,1887,3150,7870,27110,12313,27111],"class_list":["post-310700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-arsenal","tag-liga-inggris","tag-manchester-united","tag-marcus-rashford","tag-marcus-rashford-to-arsenal","tag-rashford","tag-ruben-amorim"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}