{"id":310650,"date":"2025-01-11T17:00:17","date_gmt":"2025-01-11T10:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310650"},"modified":"2025-01-11T16:42:16","modified_gmt":"2025-01-11T09:42:16","slug":"stasiun-manggarai-bukan-stasiun-neraka-bagi-anker-lawas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-manggarai-bukan-stasiun-neraka-bagi-anker-lawas\/","title":{"rendered":"Bagi \u201cAnker\u201d Lawas, Stasiun KRL Manggarai Bukanlah Stasiun Neraka\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama saya jadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nyamannya-jadi-wanita-anker-krl-jogja-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">anak kereta (anker)<\/a>, citra Stasiun Manggarai tidak pernah berubah, menyebalkan. Stasiun ini terkenal padat bukan main hingga beberapa orang kapok untuk naik, turun, atau transit di stasiun ini. Tidak sedikit yang melabelinya dengan \u201cstasiun neraka\u201d saking menyebalkannya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai anker yang secara rutin menggunakan transportasi publik ini sejak 15 tahun lalu, saya ingin angkat suara. Stasiun Manggarai itu nggak buruk-buruk amat kok, apalagi \u201cneraka\u201d seperti yang diceritakan orang-orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Okelah beberapa tahun lalu stasiun ini memang menyebalkan. Toiletnya bau, KRL sering ada gangguan dan jam tidak menentu. Belum lagi kesan kumuh yang menyambung penumpang sejak pintu masuk stasiun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, sekarang ini kondisinya jauh berbeda. Stasiun KRL Manggarai jauh lebih ramah penumpang dan punya kesan modern. Saya yakin hal ini juga dirasakan oleh anker lain yang sudah bertahun-tahun transit atau naik\/turun di Stasiun Manggarai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak perlu takut nyasar kalau kalian membaca dengan detail<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu perbaikan yang sangat terasa adalah arah penanda di Stasiun Manggarai. Begini, hampir di setiap tangga, persimpangan stasiun, peron stasiun, ada tanda yang jelas. Kalau masih bingung, tinggal bertanya pada petugas yang siap menginformasikan arah yang dituju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila tidak memungkinkan bertanya pada petugas karena malu atau\u00a0 kondisi yang terlampau padat, kalian bisa membaca petunjuk yang tertulis dengan jelas dan besar di dinding, tembok, atau papan-papan yang tergantung. Saya rasa, kebingungan di Stasiun Manggarai sudah tidak menjadi isu lagi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Benarkah seperti Stasiun Manggarai seperti film <\/b><b><i>Train to Busan?<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa memungkiri, kepadatan penumpang masih jadi pekerjaan rumah Stasiun Manggarai terbesar hingga saat ini. Apalagi kalau di Jabodetabek sedang ada acara tertentu, seperti konser besar, perayaan HUT instansi, dan semacamnya. Namun, perlu digarisbawahi, hal itu tidak rutin terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan kondisi Stasiun Manggarai sehari-hari. Stasiun ini ramai di saat-saat tertentu saja, terutama di waktu berangkat dan pulang kantor. Pengamatan saya, stasiun ini biasanya paling padat pada pukul 07.30\u201309.00 WIB dan 16.30 WIB\u201320.00 WIB.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa beberapa orang yang jam kerjanya lebih fleksibel, seperti saya, menyiasatinya dengan berangkat jam kerja di luar jam-jam padat itu. Saya yakin di luar sana ada banyak anker lain yang menggunakan cara ini. Sebab jika tidak, mana mungkin kami bisa bertahan di ibu kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui, privilese jam kerja tidak bisa dimiliki semua orang. Namun tenang saja, stasiun ini tidak penuh sesak sampai bisa mengubah penumpangnya jadi zombie seperti dalam film <\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Train_to_Busan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Train to Busan<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kok. Padat memang, tapi saya yakin kalian masih bisa mengatasinya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagi anker lawas, bukan stasiun neraka\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah kondisi padat di momen-momen atau saat-saat tertentu itu bisa menjadi penilaian utuh terhadap Stasiun Manggarai? Saya kok tidak berpikir demikian ya. Apalagi melabelinya sebagai stasiun neraka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, sebenci-bencinya terhadap Stasiun Manggarai, kalian tidak berpaling dari stasiun ini. Apalagi kalian yang sehari-hari mengandalkan transportasi publik ini untuk berangkat dan pulang kerja. Ya, jadi semacam love and hate relationship.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pandangan saya sebagai anak kereta lawas terhadap Stasiun Manggarai. Sulitnya menyebutnya stasiun neraka karena dahulu saya pernah merasakan Stasiun Manggarai lebih dari ini. Kalau stasiun ini kini dianggap sebagai stasiun neraka, entah dengan bertahun-tahun lalu. Apa yang lebih buruk dari neraka?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Seto Wicaksono<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-stasiun-krl-neraka-orang-luar-jabodetabek-wajib-tahu\/\"><b>Kasta Stasiun KRL \u201cNeraka\u201d yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi anak kereta (anker) lawas, Stasiun KRL Manggarai bukanlah neraka. Sebab, pernah merasakan kondisi stasiun lebih buruk dari ini. <\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":310731,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[521,3294,25233,18273],"class_list":["post-310650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-krl","tag-manggarai","tag-stasiun-krl","tag-stasiun-manggarai"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310650"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310650\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}