{"id":310635,"date":"2025-01-10T14:11:19","date_gmt":"2025-01-10T07:11:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310635"},"modified":"2025-01-10T14:11:19","modified_gmt":"2025-01-10T07:11:19","slug":"bisnis-pertashop-beneran-karam-hidup-segan-mati-sudah-jelas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bisnis-pertashop-beneran-karam-hidup-segan-mati-sudah-jelas\/","title":{"rendered":"Bisnis Pertashop Beneran Karam: Hidup Segan, Mati Sudah Jelas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap perjalanan berangkat atau pulang dari kantor menuju rumah, saya selalu trenyuh melihat Pertashop bertumbangan. Sekalipun ada yang buka, terlihat sepi dan ragu. Tak ada lagi antrean orang membeli pertamax seperti dulu. Bisnis mereka masih tak selamat, sekalipun waktu sudah berlalu lumayan lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah pernah menuliskan tentang Pertashop yang terkena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pertashop-bangkrut-bikin-repot-laporan-langsung-dari-pelanggan-pertamina\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">efek kenaikan harga<\/a> pertamax. Kebijakan kenaikan jenis bahan bakar tersebut bagi saya benar-benar lucu karena pemerintah sendiri mengimbau rakyat beralih dari pertalite, tapi menaikkan harga pertamax. Naiknya nggak main-main lagi, hampir 3 ribu rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan tersebut praktis menghantam bisnis Pertashop yang saat itu ngehype. Banyak orang mengeluarkan tabungan untuk modal bisnis Pertashop, berakhir gigit jari karena dagangan mereka langsung sepi. Beda ketika harganya masih 9 ribu sekian, bisnis mereka benar-benar mengudara tanpa halangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah kasus pertamax kotor yang beberapa waktu lalu terjadi, bikin orang makin enggan menggunakan pertamax. Memakai pertalite di motor yang baiknya pakai pertamax memang berisiko. Hanya saja, mending pakai BBM murah daripada pakai BBM mahal, tapi risikonya sama-sama merusak mesin.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pertashop sempat bangkit, tapi&#8230;<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, saya sempat melihat geliat Pertashop mulai ramai ketika pertamax turun harga jadi 12.000 (12.100 jika kalian beli di SPBU). Yaaa setidaknya lebih ramai ketimbang sebelumnya lah. Untuk saya pribadi, kadang saya beralih karena tangki terisi jauh lebih banyak ketimbang waktu harganya masih 12.950. Ya menurut saya tolol aja sih, 50 ribu nggak dapet 4 liter BBM untuk motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seingat saya harga itu berlangsung beberapa bulan, 2-3 bulan kalau nggak salah. Tapi ketika pergantian tahun, tiba-tiba ada kabar pertamax <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/berita\/d-7712771\/pertamax-naik-per-1-januari-2025-cek-daftar-harga-bbm-terbaru-di-sini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">naik lagi<\/a>. Saya memegangi kepala saat membaca berita tersebut. Pemerintah tuh sebenarnya mikir apa coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antrean pertalite tetap mengular, di SPBU mana pun. Pertashop tetap sepi, antrean pertamax di SPBU apalagi. Padahal saya masih ingat betapa gencar pemerintah dulu mengimbau rakyat untuk beralih. Tapi, strategi seperti ini tentu saja kontraproduktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logika sederhananya, jika memang ingin orang-orang beralih ke produk lain, ya jangan pakai strategi menaikkan harga. Coba deh dibikin misal naik, nggak 12.950 kek dulu, tapi 11 ribu. Jelas sih antrean pertalite tak sepanjang ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai sekarang, pemerintah tak memberi alasan yang jelas dan bisa diterima. Seperti yang sudah-sudah, rakyat diminta menerima tanpa bisa mendapat keterangan yang jelas.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Begitulah dunia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap awal dan akhir pekan, saya melihat Pertashop yang kini menutupi areanya dengan pagar. Tempat-tempat yang dulu menyelamatkan saya dari ketakutan kehabisan bensin kini malah dihantui ketakutan kebangkrutan. Atau malah mereka tak lagi ketakutan, karena sudah mati duluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak bisa dimungkiri, memang itulah risiko bisnis. Banyak dinamika di luar sana yang bikin suatu bisnis yang awalnya amat menjanjikan, justru menenggelamkan pemiliknya ke jurang kebangkrutan. Tak ada bisnis yang benar-benar aman. Bebek yang bertelur emas pun suatu saat akan mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi rasa-rasanya, sedih juga jika bisnis (legal) mati karena kebijakan pemerintah. Terlebih jika kebijakannya seakan-akan tak menapak tanah dan tak memandang realitas. Tanpa disadari, mengubur banyak mimpi yang sudah tersemai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin pertashop yang ditutup pagar itu, beberapa bulan lagi rata dengan tanah. Tiba-tiba jadi warung makan padang, atau jadi kantor firma hukum, atau malah roboh begitu saja. Saya hanya bisa melewatinya, sedikit menghela nafas, serta melanjutkan perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, begitulah hidup di dunia. Tiap hari dipaksa melihat penderitaan manusia, dan kita tidak bisa apa-apa selain tetap memutar gas lebih dalam agar tidak ikut menderita.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pertashop-dan-pertamini-itu-nggak-musuhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pertashop dan Pertamini Itu Nggak Musuhan, Asal Nggak Jual Pertalite dan Ada Ketegasan dari Pertamina<\/a><\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-nggak-melulu-berisi-hal-buruk-ini-5-hal-yang-bisa-dibanggakan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.a<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak ada lagi orang antre di Pertashop. Satu per satu, mereka bertumbangan. Pertamax kelewat mahal, dan itu contoh kebijakan yang gagal. <\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":236954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[16086,27105,5496,6485,15225],"class_list":["post-310635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bbm","tag-bisnis-pertashop","tag-pertalite","tag-pertamax","tag-pertashop"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310635"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310635\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}