{"id":310506,"date":"2025-01-10T10:00:53","date_gmt":"2025-01-10T03:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310506"},"modified":"2025-01-10T10:23:30","modified_gmt":"2025-01-10T03:23:30","slug":"makanan-yang-dilarang-dimakan-saat-imlek-karena-bawa-sial-sepanjang-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makanan-yang-dilarang-dimakan-saat-imlek-karena-bawa-sial-sepanjang-tahun\/","title":{"rendered":"5 Makanan yang Dilarang Dimakan Saat Imlek karena Bisa Membawa Sial Sepanjang Tahun"},"content":{"rendered":"<p><em>Jangan sampai kalian menyantap makanan ini saat Imlek nanti karena bisa membawa sial sepanjang tah<span style=\"font-weight: 400;\">un.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Imlek sebentar lagi. Di beberapa pusat perbelanjaan di kota-kota besar, nuansa Imlek yang khas dengan warna merah dan kuning mulai terlihat. Tahun ini, Imlek jatuh pada hari Rabu, 29 Januari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sinciaan, biasanya sanak saudara akan berkumpul untuk saling mengucapkan selamat tahun baru. Selain itu, ada pula tradisi membagikan angpao kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Kalau sudah kumpul bareng sanak saudara, acara makan bersama juga tak boleh dilewatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa makanan khas yang biasanya disajikan saat Imlek untuk disantap bersama-sama. Misalnya kue keranjang, jeruk, yu sheng, mie goreng, dll. Berhubung di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-makanan-khas-imlek-yang-punya-makna-dan-harapan-baik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a> pernah ada yang membahasnya, kali ini saya akan membahas hal berbeda. Yakni makanan yang justru sebaiknya nggak dimakan saat Imlek. Konon, makanan-makanan ini dilarang untuk disantap saat sinciaan karena bisa membawa sial.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Menyantap makanan berwarna putih saat Imlek dipercaya bakal membawa nasib buruk<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan pertama yang dilarang dimakan saat Imlek adalah makanan berwarna putih. Makanan berwarna putih seperti telur, tahu, dll., sebaiknya nggak disajikan saat Imlek. Dalam tradisi orang Tionghoa, warna putih melambangkan kematian. Oleh karena itulah menyajikan makanan berwarna putih dipercaya bakal membawa nasib buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya saat berkumpul bersama, makanan yang disajikan di atas meja makan lebih berwarna seperti sayuran hijau atau kuning. Alasannya karena warna tersebut melambangkan kekayaan dan kemakmuran alih-alih kematian seperti warna putih.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#2 Buah salak memiliki duri tajam yang bisa &#8220;menusuk&#8221;<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan selanjutnya yang nggak boleh dimakan saat Imlek adalah buah salak. Sebenarnya nggak cuma salak, setahu saya, buah dengan duri tajam seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/durian-musang-king-enak-tapi-bikin-trauma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">durian<\/a> juga konon dilarang untuk disantap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salak memiliki duri yang tajam. Duri ini dipercaya bisa membawa konflik karena sifatnya yang tajam dan menusuk. Konflik tentu bakal membawa sial dalam hidup. Makanya saat sinciaan, buah yang biasanya dikonsumsi adalah jeruk karena melambangkan keberuntungan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#3 Jangan makan bubur saat Imlek karena dipercaya bakal membawa kemiskinan sepanjang tahun<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ketiga yang dilarang disantap saat Imlek adalah bubur. Orang Tionghoa zaman dulu menganggap bubur adalah makanan orang-orang yang kurang mampu. Oleh karena itulah bubur pantang dimakan saat tahun baru karena dipercaya bakal membawa kemiskinan di tahun yang akan datang.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#4 Kalau makan mie goreng saat Imlek jangan sampai putus di tengah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan selanjutnya yang nggak boleh dimakan saat Imlek adalah mie yang terputus. Mie yang dimaksud di sini adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-dokdok-vs-mie-goreng-enak-mana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mie goreng<\/a> yang digigit dan putus di tengah-tengah saat menyantapnya. Jadi, orang Tionghoa biasanya menyantap mie goreng ini saat Imlek secara utuh tanpa terputus. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian pernah melihat orang Cina, Korea, atau Jepang saat menyantap mie, biasanya mereka akan langsung menyeruput mie tersebut hingga bagian ujung mie alih-alih mengigit dan memutusnya di bagian tengah. Nah, persis seperti itu cara makan mie saat Imlek.<\/span><\/p>\n<p>Mie goreng yang disajikan saat Imlek ini j<span style=\"font-weight: 400;\">uga biasanya disebut mie panjang umur atau siu mie. Dinamakan mie panjang umur karena konon menjadi simbol bagi umur panjang, kebahagiaan, dan juga harapan baik. Oleh karena itulah mie ini jangan sampai putus di bagian tengah agar semua doa dan harapan baik di tahun baru bisa terwujud.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#5 Makanan dengan rasa pahit juga dihindari saat Imlek<\/strong><\/h2>\n<p>Makanan terakhir yang dilarang dikons<span style=\"font-weight: 400;\">umsi saat Imlek adalah makanan dengan cita rasa pahit. Konon, apabila kita memakan makanan pahit bakal mendatangkan nasib sial dalam kehidupan sepanjang tahun. Oleh karena itulah makanan pahit sangat dihindari.<\/span><\/p>\n<p>Sebaliknya, saat Imlek tiba, makanan yang disajikan identik dengan rasa manis. Misalnya seperti <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kue_keranjang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kue keranjang<\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, lapis legit, ronde, kue mangkok, hingga manisan. Makanan manis ini dipercaya sebagai harapan akan kehidupan yang beruntung dan berlimpah rezeki di tahun yang akan datang. Yah, ibaratnya berdoa supaya tahun yang akan datang manis terus lah.<\/span><\/p>\n<p>Nah, it<span style=\"font-weight: 400;\">ulah beberapa makanan yang dilarang disantap saat Imlek tiba. Pantangan-pantangan di atas biasanya sudah turun-temurun diketahui keluarga keturunan Tionghoa. Tentu nggak ada salahnya mengikuti tradisi yang sudah ada. Namanya juga sebagai doa dan harapan baik di tahun yang akan datang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, selamat mempersiapkan Imlek, semoga kita semua beruntung di Tahun Ular Kayu ini.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Intan Ekapratiwi<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-makanan-khas-imlek-yang-punya-makna-dan-harapan-baik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna dan Harapan Baik<\/a>.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa makanan yang dilarang disantap saat Imlek karena dipercaya bisa membawa sial sepanjang tahun. Misalnya makanan pahit dan bubur. <\/p>\n","protected":false},"author":1182,"featured_media":310584,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[10642,27099,27100],"class_list":["post-310506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-imlek","tag-makanan-imlek","tag-sincia"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1182"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310506"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310506\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}