{"id":310421,"date":"2025-01-09T10:14:39","date_gmt":"2025-01-09T03:14:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310421"},"modified":"2025-01-09T22:54:11","modified_gmt":"2025-01-09T15:54:11","slug":"facebook-marketplace-punya-aturan-tidak-tertulis-untuk-pembeli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/facebook-marketplace-punya-aturan-tidak-tertulis-untuk-pembeli\/","title":{"rendered":"4 Aturan Tidak Tertulis Belanja di Facebook Marketplace supaya Tidak Kena Tipu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook Marketplace salah satu tempat jual beli online paling underrated. Apalagi untuk belanja barang murah dan barang second, tempat ini adalah surga. Hanya saja, &#8220;surga&#8221; satu ini tetap memiliki kekurangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Facebook Marketplace tidak memiliki fitur yang lengkap layaknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/saya-hidup-nyaman-berkat-tokopedia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a>, Shopee, atau marketplace lain. Mungkin karena basisnya media sosial ya, jadi fitur-fitur untuk belanjanya tidak dikembangkan secara maksimal.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kelemahan lain, pasar online satu ini rawan penipuan, mulai dari kondisi barang tidak sesuai deskripsi hingga duit pembeli dibawa kabur <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Semuanya bisa terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pengalaman di Facebook Marketplace tetap aman dan nyaman, kalian wajib mengetahui beberapa aturan tidak tertulis di bawah ini sebelum belanja:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Jangan asal transfer saat belanja di Facebook Marketplac\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Camkan ini, haram hukumnya transfer langsung ke rekening pribadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ketika belanja di Facebook Marketplace. Kecuali, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nya sangat terpercaya.\u00a0 Transfer langsung ke rekening pribadi seller sangat berisiko. Kasus yang biasa terjadi, setelah mentransfer uang muka atau uang pelunasan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bakal memblokir kontak kalian dan membawa kabur uang kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ingin transfer uang muka atau pelunasan, lebih baik melewati rekening bersama atau toko online. Kalian bisa kok meminta dikirimkan atau dibuatkan link Tokopedia atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/shopee-harusnya-turun-takhta-cuma-bikin-seller-merana-buyer-pun-kurang-bahagia\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> ke seller. Dengan cara ini, kalian bisa menghindari duit dibawa kabur. Sebab, apabila seller tidak kunjung mengirimkan barang, uang kalian akan tetap dikembalikan oleh pihak marketplace.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nya nggak mau bikin link <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/developers.bri.co.id\/id\/news\/ketahui-perkembangan-e-commerce-di-indonesia-pengertian-jenis-dan-manfaatnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">e-commerce<\/a> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau rekening bersama mending batalin transaksinya. Biasanya itu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">red flag atau penipu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Usahakan jual beli dilakukan dengan sistem COD<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat pembayaran melalui transfer cenderung kurang aman, saya sarankan kalian memilih metode pembayaran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cash on Delivery <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">alias COD. Ada dua keuntungan dari sistem ini. Pertama, kalian bisa melihat barangnya secara langsung dan melakukan pengecekan sampai puas. Kedua, kalian juga bisa bertemu langsung dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Semisal barang yang diterima bermasalah atau ada keluhan, kalian tahu siapa yang harus bertanggung jawab.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau sudah menggunakan sistem COD, pembeli terkadang masih saja kecolongan. Itu mengapa, banyak pembeli memfoto atau merekam transaksi COD untuk jaga-jaga. Intinya, harus hati-hati dan pastikan barang yang dibeli adalah original dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nya terpercaya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Jangan tergiur dengan harga yang kelewat murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook Marketplace memang surganya barang murah. Apalagi kalau seller sedang butuh duit atau BU. Barang yang dijual bisa setengah harga pasaran. Namun, kalian tidak boleh tergiur dengan barang yang kelewat murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, barang-barang super murah punya asal usul yang nggak jelas. Kemungkinan pertama, barang yang dijual adalah barang curian. Kedua, barang tersebut masih kredit atau bermasalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, kalian patut curiga kalau\u00a0 menemukan barang super. P<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ercayalah, sekalipun BU, orang nggak bakal menjual barang dengan harga 60% atau 70% di bawah harga pasaran.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Harus paham etika dan tata cara tawar menawar di Facebook Marketplace<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sederhananya, Facebook Marketplace itu bagai pasar tradisional. Ada barang baru, second, bahkan barang rongsok pun tersedia. Sebagaimana pasar pada umumnya, kegiatan tawar menawar di Facebook Marketplace jadi hal yang umum. Itu mengapa, kalian perlu skill tawar menawar yang tinggi di Facebook Marketplace. Bahkan, harus lebih lihai dibanding tawar menawar di pasar biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran saya, kalian harus paham terlebih dahulu barang yang diincar. Misal, ketahui harga pasarannya, daerah di mana kalian bisa membeli barang tersebut, hingga rekam jejak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller. Informasi itu harus dikantongi agar dapat barang dan harga terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Selain membekali diri dengan segudang informasi, kalian perlu tahu, banyak seller Facebook Marketplace yang nggak\u00a0 sabaran. Jadi, saya sarankan, jangan terlalu banyak bertanya dan meminta foto barang terlalu detail. Transaksinya dibuat simple saja, chat seller, tanya satu dua hal, nego harga, dan selesai.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau cara tawar menawar kalian salah, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bisa nggak terima dan mengejek kalian miskin atau nggak punya duit. Itu masih mending, kalau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller sedang sensi, mereka<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa screenshot chat dan menyebarkan isi chat tersebut ke komunitasnya. Alhasil, kalian akan dihujat habis-habisan dan dituduh sebagai perusuh. Bukan tidak mungkin image kalian sebagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">buyer<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> rusak dan diblacklist oleh banyak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seller. Drama banget kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana platform jual beli, pasti Facebook Marketplace punya dua sisi yang berlawanan. Kalian memang bisa hoki dan dapat harga murah, tapi kalian juga harus ekstra teliti. Kalau nggak teliti, kalian bisa buntung bukannya dapet untung. Lebih sialnya lagi, kalian bisa kena blacklist para seller. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana? Setelah membaca empat aturan tidak tertulis di atas,\u00a0 kalian masih tertarik berbelanja di Facebook Marketplace?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arzha Ali Rahmat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/di-mata-kurir-metode-pembayaran-cod-lebih-baik-dihapuskan\/\"><b>Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Facebook Marketplace tempat belanja online yang underrated, tapi pembeli perlu  esktra hati-hati supaya tidak tertipu seller. <\/p>\n","protected":false},"author":2697,"featured_media":310432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[6749,460,27090,3249],"class_list":["post-310421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-belanja-online","tag-facebook","tag-facebook-marketplace","tag-marketplace"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2697"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310421\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}