{"id":310279,"date":"2025-01-08T06:26:27","date_gmt":"2025-01-07T23:26:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310279"},"modified":"2025-01-08T11:11:47","modified_gmt":"2025-01-08T04:11:47","slug":"kak-ros-upin-ipin-figur-kakak-pertama-paling-menderita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kak-ros-upin-ipin-figur-kakak-pertama-paling-menderita\/","title":{"rendered":"Derita Kak Ros Sebagai Anak Pertama di Serial \u201cUpin Ipin\u201d: Harus Serba Bisa, Sayang Keluarga, tapi Sering Dibilang Kakak yang Jahat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sedang menonton serial \u201cUpin Ipin\u201d, rasa-rasanya nggak afdal kalau nggak lihat adegan Kak Ros marah-marah. Sepertinya, setiap episode selalu ada momen-momen dimana dia memberi respons dengan nada ketus sambil memicingkan mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak jarang, karakter Kak Ros yang pemarah ini justru jadi salah satu peran yang paling dibenci penonton. Terutama, bagi mereka yang masih berusia belia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sosok berkaos merah muda dengan kucir kuda itu muncul di layar kaca sambil meneriakkan nama Upin Ipin, anak-anak yang tengah menonton sontak mengerutkan dahi sambil berdecak. Heuh, marah mulu, deh. Batin mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, sifat pemarah Kak Ros ini nggak serta merta buruk. Dia ini anak perempuan pertama dalam keluarganya. Ditambah lagi, statusnya sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-orang-tua-upin-ipin-masih-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">yatim piatu<\/a> serta rentang umur dengan adik kembarnya, Upin dan Ipin yang terlampau jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau nggak mau, ada beberapa hal yang harus dia penuhi sebagai kakak. Ya, meskipun itu juga bukan keinginan dia. Mana ada seorang anak yang bisa request mau lahir sebagai putra\/putri nomor berapa, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Upin Ipin sering bilang kalau Kak Ros itu jahat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena statusnya sebagai anak sulung, menjaga adik kembarnya merupakan tanggung jawab nomor satu dalam kehidupan Kak Ros. Apalagi, gap umur yang jauh banget itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam berbagai episode, penonton diperlihatkan bagaimana <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/hiburan\/20240701210247-220-1116392\/misteri-siapa-suami-opah-yang-juga-kakek-upin-ipin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Opah<\/a> berkali-kali mengingatkan Kak Ros. Opah ingin dia tidak terlalu keras kepada dua adik kembarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa menemukan bukti lain di salah satu episode, ketika Upin Ipin sedang berada di warung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uncle-muthu-upin-dan-ipin-belajar-masak-dari-mana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uncle Muthu<\/a>. Melihat adik-adiknya masih main, padahal sudah hampir Magrib, Kak Ros berteriak supaya Upin dan Ipin segera pulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, hal ini justru sontak mengundang decakan Uncle Muthu. Marah-marah saja Ros ini. Mbok ya adiknya dibilangin baik-baik. Kasihan, atuh. Masih kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aduh, salah lagi. Padahal, ini memang bagian dari tanggung jawab dia. Kalau bukan Kak Ros, siapa lagi yang mau membimbing dan mengarahkan Upin Ipin? Ya, walaupun sebenarnya nggak harus sambil marah-marah terus, sih.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tingkat gengsi brutal, padahal sayang banget sama Upin Ipin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayang mah, tinggal bilang. Apa susahnya, sih? Aduh, pernyataan satu ini nggak berlaku bagi anak perempuan pertama, guys. Mereka tuh tumbuh besar sama hal-hal unik. Akhirnya, ya gitu. Sebagian besar wataknya pasti keras. Meskipun nggak bisa dipukul rata juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di salah satu episode, ada momen di mana Upin Ipin kesal setengah mati karena dimarahin kak Ros akibat hujan-hujan. Gimana nggak marah, adik-adiknya yang masih piyik itu ujan-ujanan. Nanti sakit, malah berabe.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun mulutnya yang ceriwis itu terus melontarkan kalimat bernada tinggi, Kak Ros akhirnya tetap mengompres dan merawat Upin Ipin ketika keduanya demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang heran. Kok ya nungguin adik-adiknya tidur. Gengsi banget toh, Kak Ros ini. Tapi ya gitu. Semarah-marahnya seorang kakak, dia ini sebenarnya cuma ingin yang terbaik buat adik-adiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia cuma nggak pengin Upin Ipin jadi sakit. Jadi, seorang diri, ketika sang nenek beristirahat, dia merawat adik-adiknya sebaik mungkin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dituntut serba bisa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kejadian-kejadian tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa karakter Kak Ros <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anak-sulung-dan-harapan-yang-kadang-merepotkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sama seperti anak sulung perempuan pada umumnya<\/a>. Sifat pemarahnya itu tameng buat nutupin betapa capeknya dia memenuhi tuntutan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Kak Ros harus bisa membantu ekonomi keluarga, menjaga kedua adiknya yang masih belia, hingga mengurus rumah peninggalan kedua orang tuanya. Di tengah-tengah itu, dia harus berjibaku dengan rentetan perspektif orang sekitar. Termasuk komentar-komentar nyelekit dan celetukan sederhana macam \u201cAdiknya diduluin toh, kakak kan bisa ngalah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kak Ros juga dituntut untuk harus bisa mengerti, membantu, dan harus-harus yang lainnya. Jadi anak pertama tuh nggak gampang. Jadi, ya seperti itulah dia, yang hidup dengan segala omelannya kepada Upin Ipin. Kasian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Chusnul Awalia Rahmah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-kelam-kak-ros-dalam-serial-upin-dan-ipin-bikin-sebel-tapi-sebenarnya-kasihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Kelam Kak Ros dalam Serial Upin dan Ipin<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau sedang menonton serial \u201cUpin Ipin\u201d, rasa-rasanya nggak afdal kalau nggak lihat adegan Kak Ros marah-marah. Sepertinya, setiap episode selalu ada momen-momen dimana dia memberi respons dengan nada ketus sambil memicingkan mata. Nggak jarang, karakter Kak Ros yang pemarah ini justru jadi salah satu peran yang paling dibenci penonton. Terutama, bagi mereka yang masih berusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2780,"featured_media":310317,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12907],"tags":[14435,25515,27080,27032,27079,5855],"class_list":["post-310279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-kak-ros","tag-kak-ros-upin-ipin","tag-karakter-kak-ros","tag-serial-upin-ipin","tag-sifat-kak-ros","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2780"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310279"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310279\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}