{"id":310004,"date":"2025-01-06T10:28:57","date_gmt":"2025-01-06T03:28:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=310004"},"modified":"2025-01-06T10:31:31","modified_gmt":"2025-01-06T03:31:31","slug":"sebagai-warga-bangkalan-madura-saya-setuju-jembatan-suramadu-dirobohkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebagai-warga-bangkalan-madura-saya-setuju-jembatan-suramadu-dirobohkan\/","title":{"rendered":"Sebagai Warga Bangkalan Madura, Saya Setuju Suramadu Dirobohkan kalau Memang Meresahkan Warga Surabaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Bangkalan Madura, saya sekarang mulai bingung dengan ide pembangunan jembatan Suramadu. Apa iya pembangunan ini sudah dikaji dengan matang sebelum dibangun?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan gimana-gimana, hanya saja sampai sekarang keberadaannya tidak berdampak apa-apa, selain membuat resah masyarakat saja. Bahkan, saking resahnya tak jarang warga Surabaya sering melayangkan pernyataan agar Suramadu dirobohkan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu ungkapan mereka pun bukan tanpa alasan. Aksi pencurian kendaraan, motor atau mobil, yang kaburnya memang lebih sering ke arah Bangkalan Madura ya melalui jembatan ini. Selama seminggu kemarin saja, sudah<\/span><a href=\"https:\/\/www.suarasurabaya.net\/kelanakota\/2025\/kronologi-motor-kurir-paket-dicuri-di-keputih-surabaya-polisi-temukan-di-dapur-rumah-warga\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ada dua kasus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kendaraan hilang di Surabaya dan keduanya terdeteksi di Bangkalan Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bukan itu saja yang membuat saya berpendapat agar jembatan ini dirobohkan. Banyak pula alasan lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemerintah tidak peduli pada keamanan Jembatan Suramadu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya heran dengan pejabat di negeri ini, terkhusus provinsi di mana saya tinggal. Tak ada satu pun yang terlihat peduli pada masyarakat. Jika masyarakat dirasa tidak menguntungkan, para pejabat menghiraukan. Kalau menguntungkan, dijilat-jilat tak kenal puas. Misalnya,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Jembatan Suramadu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menjadi akses utama penghubung Surabaya dan Bangkalan Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak jembatan ini digratiskan, pemerintah seakan lepas tanggung jawab pada jembatan ini. Motor dibiarkan masuk<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jembatan-suramadu-pusat-segala-pelanggaran-lalu-lintas\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">jalur mobil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, mobil masuk jalur motor, maling motor santai lalu-lalang, jalur motor sempat jadi tempat nongkrong, jalan berlubang dibiarkan berbulan-bulan. Pokoknya keamanan para pengendara dianggap bukan tanggung jawab mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat pak\/bu, kalian digaji rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oiya terakhir, kemarin juga viral modus baru<\/span><a href=\"https:\/\/daerah.sindonews.com\/read\/1512559\/704\/awas-modus-baru-begal-di-jembatan-suramadu-benang-nilon-dipasang-melintang-1736074863\"> <span style=\"font-weight: 400;\">pembegalan motor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Suramadu. Pelaku memasang jeratan benang senar layangan di jalur motor setinggi leher. Informasi yang beredar, pelaku akan mengambil motor pengendara yang jatuh gara-gara senar ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikirkan, setakberguna itu kita punya aparat keamanan. Nggak ada peduli-pedulinya sama keamanan dan kesejahteraan rakyatnya. Memasang jeratan ini tentu butuh waktu. Tapi karena aparat keamanan di kawasan ini tak bisa kerja, ya semua bisa saja jadi korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, ini nih kalau ngejar jabatan gara-gara mau dapet istri bidan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Bangkalan Madura dan Surabaya sama-sama jadi korban<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat dari pemerintah yang tak mampu menjaga Suramadu dengan baik, jembatan ini agaknya hanya pembawa sial. Tidak hanya bagi warga Surabaya saja, tapi bagi warga Bangkalan Madura juga. Bagi orang Surabaya, pelaku curanmor yang sering kabur ke arah Suramadu menduga orang Bangkalan Madura pelakunya. Sehingga, kata mereka jembatan ini menambah aksi kriminalitas di Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Madura, jembatan ini juga pembawa sial. Pertama, orang Bangkalan Madura yang sering kali diduga sebagai pelaku curanmor akhirnya menjadi korban rasisme seluruh Indonesia. Apalagi orang Madura banyak merantau di mana-mana. Sebutan wong meksiko yang ramai dilontarkan orang Surabaya pada orang Madura merupakan bukti meningkatnya sikap rasisme ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, tujuan utama pembangunan jembatan ini juga tak tercapai setelah 15 tahun. Ide tentang Bangkalan Madura sebagai salah satu kawasan metropolitan Gerbang Kertosusilo tak berhasil. Bangkalan Madura yang katanya akan menjadi wilayah penyanggah kota Surabaya hanya omong kosong. Sebaliknya, malah makin memperjelas perbedaan keduanya yang bagai bumi dan langit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan inilah yang membuat saya berpendapat demikian. Kalau pemerintah sudah tak becus ngurus jembatan Suramadu, jembatan ini lebih baik dirobohkan saja. Cuma memperburuk hubungan Surabaya dan Bangkalan Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, seharusnya bukan masalah becus ngurus tidaknya. Tapi termasuk tujuan awal pembangunan ini, yakni membangun pulau Madura. Nah, pertanyaannya akhirnya jadi begini: apa iya Madura kini sudah lebih baik dari sebelumnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya tentu saja kalian tahu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/bangkalan-madura-bikin-warganya-marah-sekaligus-malu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Alasan Bangkalan Madura Menjadi Kabupaten Tertinggal yang Membuat Warganya Marah dan Ingin Pergi<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai warga Bangkalan Madura, saya setuju dengan warga Surabaya: Jembatan Suramadu dirobohkan saja. Bikin rugi!<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":299627,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22434,19655,405],"class_list":["post-310004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan-madura","tag-jembatan-suramadu","tag-surabaya"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/299627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}