{"id":309958,"date":"2025-01-05T11:22:14","date_gmt":"2025-01-05T04:22:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=309958"},"modified":"2025-01-05T18:08:00","modified_gmt":"2025-01-05T11:08:00","slug":"kopi-excelsa-wonosalam-jombang-pemberantas-maksiat-kopi-pangku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kopi-excelsa-wonosalam-jombang-pemberantas-maksiat-kopi-pangku\/","title":{"rendered":"Kopi Excelsa Wonosalam, Kopi yang Mampu Membersihkan Nama Baik Jombang dari Maksiat Kopi Pangku"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak ada niat sama sekali mempromosikan kopi pangku. Tulisan ini hanya ingin meluruskan bahwa kopi excelsa Wonosalam adalah kopi khas Jombang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jombang memang bukan daerah penghasil kopi seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kecamatan-silo-aset-terbaik-kabupaten-jember\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jember<\/a>, Bondowoso, atau Malang. Namun, daerah ini punya kopi khas yang (sebetulnya) melegenda. Namanya excelsa Wonosalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Wonosalam berasal dari satu-satunya daerah di Jombang yang mampu menghasilkan kopi excelsa. Ini jenis kopi yang berbeda, bukan robusta atau arabica.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kopi ini malah kalah pamor dibandingkan \u201ckopi pangku\u201d yang meresahkan itu. Celakanya, kalau membicarakan kopi di Jombang, yang langsung muncul justru kata \u201cpangku\u201d, bukan excelsa Wonosalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgomong-ngomong, kopi pangku itu kopi khas Jombang, kan? Itu arabica atau robusta?\u201d Tanya Rozi, teman dari Trenggalek yang sedang liburan Natal dan tahun baru di Jombang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini menjadi pertaruhan reputasi Jombang sebagai kota santri. Nggak seharusnya kota pesantren ini justru dikenal sebagai kota \u201ckopi pangku\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kopi pangku dan Jombang bawah tanah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Status Jombang adalah kota santri. Namun, melihat dari bawah tanah, sejatinya daerah ini nggak jauh beda seperti kota-kota lainnya. Di ini juga ada seperti kriminalitas, <a href=\"https:\/\/jatim.jpnn.com\/kriminal\/1873\/warung-kopi-pangku-mami-anis-digerebek-sejoli-baru-selesai-begituan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">praktik prostitusi<\/a>, maupun kejahatan-kejahatan lainnya. Salah satu fenomena yang saya maksud adalah kopi pangku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ferry Wahyu Arladin, mahasiswa Magister Ilmu Sosiologi, Universitas Airlangga pernah menulis dalam tesisnya yang berjudul \u201cKuasa Atas Tubuh Perempuan Dalam Praktik Warung Kopi Pangku Di Jombang\u201d. Dia menjelaskan bahwa di sini terjadi eksploitasi pelayan perempuan untuk menyajikan kopi ke pelanggannya dengan keharusan berpenampilan menarik dan menghibur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ini cenderung ke arah praktik prostitusi terselubung. Dan sudah sangat pasti menyimpang dari nilai-nilai kebudayaan Jombang yang sangat berpedoman pada aturan religius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, justru banyak orang dari luar daerah mengenal kopi pangku di Alun-Alun Mojoagung, bukan kopi excelsa Wonosalam. Bukannya makin hilang, keberadaanya makin menjamur dan kucing-kucingan dengan aparat. Setiap tahunnya, aparat kepolisian juga selalu mengadakan patroli dan razia untuk memberantas kopi pangku ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kopi excelsa Wonosalam, kopi aroma nangka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebagai usaha untuk memberantas maksiatnya kopi pangku, sudah saatnya pemerintah Jember memperkenalkan kopi excelsa Wonosalam. Kopi ini banyak ditanam di lereng <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/air-terjun-tretes-wonosalam-bukti-jombang-nggak-miskin-wisata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Anjasmoro<\/a> pada ketinggian 800 sampai 1200 meter di atas permukaan laut. Pengembangan kopi excelsa sudah ada sejak zaman Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, kopi ini punya aroma khas nangka. Makanya, banyak orang mengenalnya sebagai kopi excelsa aroma fruity.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sudah seharusnya excelsa Wonosalam ini juga dikenal sebagai kopi khas Jombang. Promosi yang lebih gencar sangat diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu produsen excelsa Wonosalam adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Panglungan, Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam. Potensi produksi kopi ini setiap tahunnya mencapai 20 ton di luas lahan 500 hektare. Para petani mengembangkan kopi ini dengan sistem tanam agroforestri, dengan pohon pinus sebagai tanaman naungan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perlunya festival kopi excelsa Wonosalam di Jombang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar eksistensi dan pamor excelsa Wonosalam semakin bergeliat, pemerintah Jombang perlu mengadakan festival. Boleh kok meniru festival kopi Ijen di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kecamatan-penghasil-kopi-terbaik-di-banyuwangi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banyuwangi<\/a>. Tujuannya adalah memperkenalkan kopi excelsa Wonosalam sebagai kopi khas Jombang sekaligus membuka akses pasar yang semakin luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesona Wonosalam memang cukup potensial. Selain wisata alamnya, ada banyak festival yang potensial menjadi daya tarik. Misalnya, ada kenduri durian yang diadakan setiap tahun sebagai tanda syukur panen raya atau pasar salak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggeliatnya pamor kopi excelsa Wonosalam lambat laun dapat memperbaiki citra Jombang. Citra yang sudah melekat kotor karena kopi pangku, pelan-pelan dapat dibersihkan. Kopi khas Jombang adalah kopi excelsa Wonosalam bukan kopi pangku!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dodik Suprayogi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-jombang-sebaiknya-jangan-ditanya-4-hal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan ke Orang Jombang, Bikin Kesal!<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kopi excelsa Wonosalam Jombang bisa menjadi &#8220;alat&#8221; untuk memberantas maksiat kopi pangku. Saatnya nama baik Jombang dipulihkan.<\/p>\n","protected":false},"author":2731,"featured_media":309964,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14216,27043,27044,27042,27041,27045],"class_list":["post-309958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jombang","tag-kopi-excelsa-wonosalam","tag-kopi-jombang","tag-kopi-pangku","tag-kopi-pangku-jombang","tag-prostitusi-kopi-pangku"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2731"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=309958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/309964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=309958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=309958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=309958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}