{"id":309750,"date":"2025-01-04T10:00:51","date_gmt":"2025-01-04T03:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=309750"},"modified":"2025-01-04T12:35:29","modified_gmt":"2025-01-04T05:35:29","slug":"trans-jogja-perlu-banyak-belajar-dari-batik-solo-trans","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jogja-perlu-banyak-belajar-dari-batik-solo-trans\/","title":{"rendered":"Trans Jogja Perlu Banyak Belajar dari Batik Solo Trans Supaya Semakin Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><em>Trans Jogja yang punya banyak kekurangan seharusnya belajar dari Batik Solo Trans.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/jakarta-surganya-transportasi-publik-motor-pribadi-jual-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">transportasi publik<\/a> semakin banyak. Tuntutan agar pemerintah terus memperbaiki dan menyempurnakan transportasi umum juga kian gencar di berbagai daerah. Tampaknya, semakin banyak orang tergugah menggunakan transportasi publik karena mengendari kendaraan pribadi tidak lagi nyaman. Jalanan yang macet begitu menyita waktu dan energi pengendara.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peralihan itu juga terjadi pada saya. Perlahan saya beralih ke transportasi publik. Belum seratus persen memang, tapi selalu diupayakan di kondisi-kondisi tertentu. Itu mengapa saya semakin sering bepergian menggunakan Trans Jogja. Begitu pula ketika mengunjungi daerah-daerah lain. Saat berwisata di Solo misal, saya lebih memilih menggunakan Batik Solo Trans daripada memanfaatkan layanan kendaraan online.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat perubahan kebiasaan ini, saya jadi punya banyak pengalaman menjajal transportasi publik di berbagai daerah. Otomatis, saya langsung membandingkan Trans Jogja dengan layanan\u00a0 transportasi publik di daerah lain, membandingkan dengan Batik Solo Trans misal. Itu mengapa saya berani bilang Trans Jogja perlu banyak belajar dari Batik Solo Trans soal layanan transportasi publik.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jarak antar halte<\/b><\/h2>\n<p>Letak halte menjadi perbedaan yang paling saya sadari. Jarak h<span style=\"font-weight: 400;\">alte Trans Jogja satu dengan yang lain lebih jauh dibanding jarak halte Batik Solo Trans. Memang, jarak halte yang berdekatan membuat armada sering berhenti sehingga lebih membuang-membuang waktu. Namun, dalam kasus Batik Solo Trans, armadanya masih tepat waktu kok. Jadi, saya rasa, jarak halte yang berdekatan lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat, ada satu pengalaman kurang menyenangkan soal jarak halte Trans Jogja yang berjauhan. Waktu itu saya berada di Gramedia Sudirman dan halte terdekat yang dapat mengantarkan saya ke daerah Pakem hanya ada dua: Vokasi UGM atau <a href=\"https:\/\/pantirapih.or.id\/rspr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RS Panti Rapih<\/a>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Walau dikatakan halte terdekat, tapi tetap saja, saya perlu berjalan cukup jauh dengan kondisi trotoar yang dimakan habis oleh angkringan dan bengkel darurat pinggir jalan. Menyebalkan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Titik pemberhentian Trans Jogja perlu dievaluasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jarak antar halte yang jauh, titik-titik pemberhentian Trans Jogja juga perlu dievaluasi. Masalahnya, di daerah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-kaliurang-sisi-selatan-mimpi-buruk-para-pengendara-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Kaliurang<\/a>, saya melihat adanya titik pemberhentian yang dipenuhi dengan tanaman-tanaman tinggi dan tidak ada spot untuk calon penumpang menunggu bus. Hanya ada sebuah plang bertuliskan &#8220;stop&#8221; sebagai tanda bahwa itu adalah tempat pemberhentian Trans Jogja. Hal yang lebih disayangkan lagi adalah daerah tersebut jalannya sempit, tapi arus kendaraannya terlalu ramai, kurang aman untuk tempat berhenti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi di atas berkebalikan dengan Batik Solo Trans, yang tempat pemberhentiannya berada di dekat lokasi-lokasi yang krusial, misalnya dekat rumah sakit, kantor pemerintah, destinasi wisata hingga jalan besar yang memudahkan penggunanya melakukan perpindahan moda transportasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangkauan Batik Solo Trans lebih luas daripada Trans Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jadi rahasia umum kalau rute Trans Jogja berkutat di daerah kota saja. Sekalipun ada yang menyentuh daerah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-jalan-di-sleman-yang-makin-berbahaya-ketika-musim-hujan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sleman<\/a> dan Bantul,\u00a0 tetap saja rutenya kurang terintegrasi dengan moda transportasi lain secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu berbeda dengan Batik Solo Trans yang jangkauan rutenya benar-benar luas! Pengunjung bisa melibas belasan kilometer perjalanan dengan tarif yang sangat terjangkau. Misal, dari Terminal Kartasura hingga Terminal Palur atau Jalan Adi Sumarmo hingga Pasar Bekonang. Semua itu bisa ditempuh tanpa transit atau pindah bus, lho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyebutkan keunggulan-keunggulan Batik Solo Trans bukan berarti saya ingin menjatuhkan Trans Jogja dan pengelolanya lho.\u00a0 Saya menuliskan ini s<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">emata-mata untuk kemajuan Trans Jogja juga. Saya berharap pengelola bisa berbenah dan mengetahui hal-hal apa saja yang masih kurang dari layanannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga Trans Jogja jadi lebih baik ke depan. Saya masih mau, kok kalau disuruh untuk naik lagi, itung-itung bisa irit uang bensin yang harganya semakin nggak ramah di kantong itu.<\/p>\n<p><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Cindy Gunawan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/teman-bus-jogja-dihentikan-penumpang-resah\/\"><b>Eks Penumpang Teman Bus Jogja Resah kalau Layanan Pengganti Tidak Sebaik Sebelumnya<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Trans Jogja perlu banyak belajar dari Batik Solo Trans yang memikirkan jarak antar halte, pemberhentian nyaman, dan jangkauan lebih luas. <\/p>\n","protected":false},"author":1294,"featured_media":309803,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16514,115,2284,8416],"class_list":["post-309750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-batik-solo-trans","tag-jogja","tag-solo","tag-trans-jogja"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1294"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=309750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309750\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/309803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=309750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=309750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=309750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}