{"id":309635,"date":"2025-01-02T12:45:33","date_gmt":"2025-01-02T05:45:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=309635"},"modified":"2025-01-02T22:38:50","modified_gmt":"2025-01-02T15:38:50","slug":"alasan-orang-temanggung-lebih-memilih-plesir-ke-luar-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-temanggung-lebih-memilih-plesir-ke-luar-kota\/","title":{"rendered":"Alasan Orang Temanggung Lebih Memilih Plesir ke Luar Kota"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang berbondong-bondong ke Temanggung untuk menikmati keindahan alamnya. Bahkan, tidak sedikit yang rela berangkat jam 2 dini hari demi mengejar pemandangan matahari pagi yang menyinari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/maljum\/gunung-sindoro-sebuah-prolog-untuk-sesuatu-yang-menyesatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Sindoro<\/a> dan Gunung Sumbing. Pemandangan alam yang mungkin sulit dijumpai di daerah-daerah lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga lokal, pemandangan semacam itu sudah menjadi makanan sehari-sehari. Walau begitu, keindahan alam Temanggung kadang tetap mampu memikat hati warga lokal, apalagi kalau cuaca sedang cerah-cerahnya. Sayang, di saat itu pula banyak wisatawan mampir ke Temanggung untuk menikmati panorama yang sama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga lokal akhirnya lebih seirng\u00a0 \u201cmengalah\u201d. Apalagi kendaraan wisatawan kadang parkir sembarangan di pinggir jalan. Membuat kami semakin malas berlama-lama menikmati panoraman itu.\u00a0 \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu jadi salah satu alasan warga lokal Temanggung lebih senang plesir ke luar kota daripada di daerahnya sendiri. Dilihat dari sisi pemandangan, daerah dengan julukan Kota Tembakau itu memang jauh lebih memukau, tapi ada banyak hal yang ditawarkan oleh daerah lain yang memikat mata dan hati orang Temanggung.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Di mata warga lokal, Temanggung gitu-gitu aja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, pemandangan Temanggung memang memanjakan mata, tapi sudah sampai di situ saja. Walau masih mampu memikat hati ini berkali-kali, warga lokal lama-lama bosan juga, ingin cari pengalaman refreshing lain. Itu mengapa warga lokal lebih memilih plesir ke daerah lain yang terasa lebih \u201chidup\u201d karena lebih banyak hal yang bisa dinikmati. Salah satunya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-orang-jogja-malas-ke-malioboro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, orang Temanggung ke Jogja untuk berwisata, kulineran, dan belanja. Kota Pelajar ini memang begitu menarik di mata orang Temanggung. Itu mengapa, banyak diantara kami\u00a0 \u201ckepincut\u201d lalu kuliah atau bekerja di sana. Tidak dipungkiri, dari sisi kualitas pendidikan dan pengupahan, Jogja masih lebih baik daripada Kota Tembakau.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada tempat belanja yang menarik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa minggu yang lalu, Mbak Anita menulis <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/swalayan-mahkota-tempat-belanja-terbaik-di-temanggung\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Swalayan Mahkota, Tempat Belanja Terbaik di Temanggung <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">di Terminal Mojok. Sebagai warga asli sana, saya sungguh relate dengan tulisan tersebut. Benar kata tulisan itu, swalayan terbaik di Temanggung sebenarnya hanya sekelas minimarket Alfamart atau Indomaret.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa melihat pusat perbelanjaan dan grosir seperti yang ada di Malioboro Jogja atau PGS Solo begitu memikat mata dan hati. Sebab, hal-hal seperti itu sulit ditemui di Kota Tembakau ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-temanggung-lebih-memilih-plesir-ke-luar-kota\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Banyak hidden gem &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Banyak hidden gem yang nggak terawat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, selain pemandangan yang memesona, Temanggung juga punya beberapa hidden gem. Hanya saja, banyak dari spot potensial itu tidak terawat.\u00a0 Akhirnya hanya terbengkalai begitu saja. Padahal, apabila spot-spot itu dikelola dengan baik, bisa menjadi cuan bagi warga setempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan tanya lokasinya mana saja. Saking nggak terawatnya, saya\u00a0 belum sempat (lebih tepatnya malas) untuk mampir. Saya tau hal ini dari Instagram Explore Temanggung dan mengikuti grup di <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/1182299978641414\/?locale=id_ID\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Facebook Wisata Temanggung<\/a>. Saya pernah berkunjung ke salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hidden gem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena bersliweran di Instagram, tapi setelah sampai lokasi ternyata sudah tidak beroperasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alun-alun Temanggung yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, untuk daerah-daerah seperti Temanggung, ada satu alternatif refreshing bagi warga yang dekat dan murah meriah, yakni alun-alun. Di banyak alun-alun, warga bisa menikmati suasana tengah kota sambil bercengkrama dan kulineran. Beberapa alun-alun bahkan menawarkan pilihan hiburan yang menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-temanggung-menjadi-kuburan-di-tengah-kota\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alun-alun Temanggung<\/a> tidak seperti gambaran di atas. Seperti yang ditulis Mas Atfi di Terminal Mojok, alun-alun yang berada di pusat kota itu seperti kuburan. Memang tidak salah saran Mas Atfi untuk membongkar alun-alun itu karena seperti tidak berfungsi. Tentu saja saya sangat setuju karena kenyataanya memang begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, orang Temanggung lebih memilih cari refreshing di luar kota daripada di daerah sendiri. Walau merogoh kocek dan waktu yang lebih dalam, setidaknya mereka benar-benar bisa menyegarkan pikiran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Raychan Assabiq<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-wonosobo-malas-berwisata-ke-dieng\/\"><b>3 Alasan Orang Wonosobo Malas Berwisata ke Dieng<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemandangan Temanggung memang punya pemandangan indah, tapi warganya lebih senang berwisata ke kota lain karena dianggap lebih menarik. <\/p>\n","protected":false},"author":2607,"featured_media":309666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22855,13098,14749,20505],"class_list":["post-309635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kabupaten-temanggung","tag-pilihan-redaksi","tag-temanggung","tag-wisata-temanggung"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2607"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=309635"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309635\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/309666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=309635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=309635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=309635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}