{"id":308236,"date":"2024-12-17T11:53:02","date_gmt":"2024-12-17T04:53:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=308236"},"modified":"2024-12-17T11:53:02","modified_gmt":"2024-12-17T04:53:02","slug":"menggugat-ketidakadilan-perlakuan-sinoman-putra-putri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menggugat-ketidakadilan-perlakuan-sinoman-putra-putri\/","title":{"rendered":"Menggugat Kesenjangan dan Ketidakadilan Perlakuan kepada Sinoman Putra dan Sinoman Putri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinoman adalah orang yang bertugas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jasa-wo-di-desa-namanya-sinoman-resepsi-nikah-jadi-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">membantu saat proses pernikahan<\/a> atau hajatan tertentu. Tugas mereka adalah membantu distribusi makanan dan minuman untuk tamu. Ibaratnya, mereka yang melakukan servis kepada tamu. Biasanya, yang bertugas adalah anggota karang taruna setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pasukan sinom ini tampil dengan seragam batik. Biasanya, sudah ada yang menentukan motif batik yang akan mereka pakai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk tugas, antara sinom putra dan putri sebetulnya hampir sama. Keduanya adalah frontliner, yang mana bertugas di depan untuk membawakan makanan dan kudapan untuk tamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada beberapa hal yang menjadi wujud kesenjangan antara sinoman putra dan sinoman putri. Inilah dia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Sinoman putri harus datang lebih awal untuk ikut mengemas camilan, sementara sinoman putra tidak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesenjangan awal antara sinoman putri dan sinoman putra adalah waktu kedatangannya. Sinoman putri biasanya datang lebih awal. Tujuannya untuk membantu ibu-ibu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/budaya-rewang-punya-sisi-gelap-yang-banyak-orang-nggak-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rewang di dapur<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka biasanya membantu mewadahi risoles dan kue untuk isian snack. Setelah itu, mereka membantu mengelap piring, sendok, bahkan sekaligus menata isi dalam piring beserta nasinya yang dicetak bunga itu. Kalau yang putra, mereka tidak perlu datang lebih awal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Sinoman putra biasanya mendapatkan jatah rokok, sementara sinoman putri tidak ada bonusan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesenjangan yang paling terasa adalah soal \u201cbonus\u201d. Kalau yang putra, biasanya mendapatkan rokok. Sementara itu, yang putri hanya mendapatkan konsumsi saja. Padahal pekerjaan mereka kurang lebih sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat yang sinoman putra asyik mengisap rokok, yang putri hanya bisa duduk manis dengan segelas teh hangat di tangannya. Bagi saya, rasanya hal ini kurang adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bonus, ya tidak harus rokok. Mungkin untuk yang putri bisa bentuk lain. Intinya, yang putri atau yang tidak merokok sama-sama mendapatkan bonusan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Perdebatan mana yang lebih capek<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggapan banyak orang adalah sinom putra lebih capek ketimbang putri. Pikiran itu muncul karena yang putra lebih banyak bergerak. Makanya, yang putri kadang dianggap nggak \u201ckerja berat\u201d. Jatuhnya kayak diremehkan. Oleh sebab itu, kalau putra, biasanya dapat bonusan kayak sebungkus rokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah saatnya kita menghilangkan anggapan kayak gitu. Yang putri juga bekerja keras. Mereka datang lebih dulu. Melakukan banyak yang tidak dilakukan putra.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kesenjangan yang terjadi di sinoman. <a href=\"https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2023\/11\/07\/201718178\/mengenal-tradisi-sinoman-di-jawa-dan-manfaatnya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Entah sejak kapan hal ini terjadi<\/a>. Rasanya kurang adil, ketika sama-sama bekerja tapi beda perlakuan. Sejatinya nyinom adalah budaya yang baik. Kalau di tempat kalian bagaimana? Apakah ada hal seperti ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sinoman-sekelompok-pemuda-yang-jadi-kunci-sukses-resepsi-pernikahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sinoman: Sekelompok Pemuda yang Jadi Kunci Sukses Resepsi Pernikahan<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sinoman adalah salah satu kebiasaan baik yang tumbuh di tengah budaya Jawa. Namun, ternyata, ada sisi gelap di balik itu semua.<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":308254,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[26917,26921,8793,26919,26920,26918],"class_list":["post-308236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-budaya-sinoman","tag-sinom-pernikahan","tag-sinoman","tag-sinoman-putra","tag-sinoman-putri","tag-tugas-sinom"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/308236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=308236"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/308236\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/308254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=308236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=308236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=308236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}