{"id":307791,"date":"2024-12-13T07:30:08","date_gmt":"2024-12-13T00:30:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=307791"},"modified":"2024-12-12T23:39:19","modified_gmt":"2024-12-12T16:39:19","slug":"jember-tempat-merantau-yang-mengubah-hidup-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jember-tempat-merantau-yang-mengubah-hidup-saya\/","title":{"rendered":"Lima Tahun untuk Selamanya, Pengalaman Merantau di Jember Jadi Bekal Seumur Hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya orang asli <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/situbondo-tempat-tinggal-terbaik-dan-kota-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Situbondo<\/a> yang sempat merantau di Jember selama 5 tahun. Alasan merantau pada saat itu sebenarnya sederhana saja, saya ingin mengembangkan bakat bermain sepak bola. Lalu, kenapa Jember? Pengalaman saya mengikuti Pekan Olahraga Daerah (PORDA) pada 2012 adalah titik awalnya. Pada saat itu Kota Tembakau ini menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga yang saya ikuti, sepak bola.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mengikuti PORDA, tim saya menginap di sekitar Universitas Jember. Masih segar di ingatan saya, pada saat itu tim sering latihan di lapangan di depan perpustakaan Universitas Jember. Kejadian yang terdengar sederhana dan sepele memang, tapi entah\u00a0 mengapa, memori itu begitu terpatri sehingga timbul niat dalam hati ini untuk melanjutkan hidup di Jember.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dunia baru di luar sepak bola<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, akhirnya saya kuliah di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/pendidikan\/universitas-jember-kampus-unggulan-jawa-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Jember (Unej).<\/a>\u00a0Rencana saya pada saat itu, latihan fisik setiap hari supaya siap ketika suatu saat ada seleksi anggota <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember (<\/span>Persid Jember<span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Semangat saya begitu membara pada saat itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, semangat yang membara itu perlahan redup karena satu dan lain hal. Akhirnya saya lebih banyak bergaul dengan teman-teman sejurusan di Pendidikan Sejarah. Mereka banyak membicarakan hal-hal yang tidak saya tahu, sehingga niat hati untuk belajar dan banyak membaca jadi menggelora. Anehnya lagi, kebersamaan dengan mereka bisa mengobati rasa rindu rumah dan teman-teman di kampung halaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya begitu betah di Jember, itu mengapa butuh waktu hingga 5 tahun untuk menuntaskan studi saya. Tahun pertama perkuliahan saya habiskan untuk mencoba kebiasaan-kebiasaan baru. Salah satu yang paling getol saya lakukan adalah membaca buku. Selain itu, saya banyak berkecimpung dalam diskusi, organisasi, dan sesekali melakukan aksi di depan rektorat, Pemkab, maupun DPRD. Singkat kata, saya jadi aktivis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkaran aktivis inilah yang mengajarkan saya banyak hal. Salah satu yang tidak mungkin saya lupa, cara pendampingan terhadap konflik antara penguasa dan masyarakat. Di situ saya benar-benar belajar tentang memanusiakan manusia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lima tahun di Jember yang berharga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa-masa kuliah inilah yang saat ini paling saya rindukan ketika kembali ke kampung halaman, Situbondo. Walau tidak sesuai rencana awal, menekuni sepakbola, dan malah menjadi aktivis, saya merasakan kebahagiaan-kebahagiaan tidak terkira. Saya rasa inilah yang disebut orang-orang sebagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">blessing in disguise.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lima tahun di Jember membuat saya benar-benar bertumbuh sebagai manusia. Saya merasa lebih peka terhadap lingkungan dan politik. Bak menemukan kehidupan baru, itulah arti kehidupan di Jember bagi saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini saya begitu rindu Jember. Rasa-rasanya ingin sekali mampir mengunjungi beberapa toko buku di sana lalu mendiskusikan hingga larut malam bersama teman-teman. Tidak perlu tempat yang nyaman dan megah, cukup di alun-alun atau di double way <a href=\"https:\/\/unej.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Jember<\/a>. Persis seperti yang saya lakukan ketika kuliah dulu. Saya juga ingin sesekali turun ke jalan bersama para mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya begitu bersyukur pada saat itu memutuskan kuliah di Jember, keputusan yang tidak akan disesali seumur hidup. Harapan saya hanya satu, semoga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Tembakau ini terus berkembang sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk belajar bagi banyak orang. Semoga semakin banyak orang, mahasiswa khususnya, menemukan &#8220;hidup baru&#8221; di Jember, seperti saya, dan mungkin banyak orang lain yang pernah kuliah di Jember.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis : Rofi Setiawan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jember-membuat-saya-semakin-kaya-sebagai-manusia\/\"><b>Terima Kasih Jember, Saya Jadi Semakin \u201cKaya\u201d sebagai Manusia<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merantau ke Jember keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Kota ini mengajarkan banyak hal yang bisa jadi bekal hidup.<\/p>\n","protected":false},"author":2824,"featured_media":307796,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8794,34,26882,15247],"class_list":["post-307791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jember","tag-mahasiswa","tag-mahasiswa-jember","tag-universitas-jember"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2824"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=307791"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307791\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/307796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=307791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=307791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=307791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}