{"id":307324,"date":"2024-12-10T09:56:37","date_gmt":"2024-12-10T02:56:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=307324"},"modified":"2024-12-10T09:56:37","modified_gmt":"2024-12-10T02:56:37","slug":"soto-garing-khas-klaten-ketika-soto-memutuskan-jadi-anti-mainstream","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-garing-khas-klaten-ketika-soto-memutuskan-jadi-anti-mainstream\/","title":{"rendered":"Soto Garing Khas Klaten: Ketika Soto Memutuskan Jadi Anti-Mainstream"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita semua pasti setuju kalau soto itu adalah salah satu makanan yang paling Indonesia banget. Nggak peduli apa pun daerah asalnya, soto selalu punya tempat di hati dan di mangkuk kita. Tapi, kalau kamu pikir semua soto itu sama, ya basah dan berkuah, selamat datang di Klaten, tempat di mana soto memutuskan untuk melawan arus. Namanya? Soto garing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti namanya, soto garing ini memang &#8220;garing&#8221; dalam arti sebenarnya: tanpa kuah! Kalau biasanya kita makan soto sambil menikmati sensasi slurp-slurp kuah panas, di soto garing, kamu nggak akan menemukan itu. Jangan sedih dulu. Keunikannya justru di situlah. Soto ini membuktikan bahwa kamu tetap bisa makan soto tanpa perlu takut baju basah atau kuah tumpah ke meja. Praktis, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kisah soto yang memilih jalannya sendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan ini: daging ayam yang empuk\u2014direbus bersama rempah-rempah khas Jawa\u2014disajikan di atas nasi hangat. Lengkap dengan topping seperti kol, tauge, daun seledri, dan bawang goreng. Yang bikin spesial, ada bumbu kecap manis yang meresap sampai ke inti dagingnya. Tiap suapan rasanya nggak cuma gurih, tapi juga intens karena tanpa kuah, semua bumbu terasa lebih \u201cnempel\u201d di lidah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya ragu. Apa iya, soto tanpa kuah ini bakal menarik? Bukannya justru bakal jadi kayak <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nasi_campur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nasi campur<\/a> biasa? Tapi ternyata, ini lebih dari sekadar nasi campur. Soto garing berhasil menciptakan definisi baru tentang bagaimana soto seharusnya: fleksibel, penuh rasa, dan nggak perlu takut bikin basah tisu di warung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sambal dan gorengan, teman hidup soto garing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hal-hal yang tidak bisa dipisahkan di dunia ini: langit dan awan, kopi dan pagi, serta soto garing dan sambalnya. Sambal pedas ini adalah elemen yang bikin soto garing naik level. Ditambah gorengan hangat seperti tempe atau tahu, pengalaman makan jadi semakin sempurna. Porsi ini pas banget untuk makan siang ringan atau mengisi energi setelah lelah berburu thrifting di pasar-pasar Klaten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, kabar baiknya, soto garing ini murah banget! Cukup merogoh kocek Rp6.000\u201310.000, kamu sudah bisa menikmati hidangan khas ini. Kalau di ibukota, mungkin uang segitu cuma cukup buat parkir motor sejam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Soto garing: lebih dari sekadar makanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membuat soto garing ini istimewa bukan cuma rasanya, tapi juga nilai budaya yang melekat padanya. Soto ini sering muncul di acara keluarga, arisan ibu-ibu, atau sekadar kumpul bareng tetangga. Ketika kamu menyantap soto garing, kamu nggak cuma menikmati makanan, tapi juga ikut merasakan kehangatan orang-orang Klaten. Mungkin itulah alasan kenapa soto ini bisa meninggalkan kesan mendalam: bukan cuma soal rasa, tapi juga suasana.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan anti-serius<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto garing adalah bukti nyata bahwa inovasi bisa terjadi di mana saja, bahkan di mangkuk soto. Ketika soto lain sibuk berlomba-lomba menyajikan kuah yang lebih pekat, soto ini dengan santainya berkata, \u201cSaya cukup jadi diri sendiri.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau kamu merasa hidupmu monoton dan butuh sesuatu yang berbeda, cobalah soto garing khas Klaten. Nikmati tiap gigitan dan pikirkan ini: kalau soto saja bisa menjadi anti-mainstream, kenapa hidupmu nggak?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ariska Ikawati Nurjanah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-kudus-vs-soto-lain-di-pulau-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soto Kudus vs Soto Lain di Pulau Jawa, Enak Mana ya?<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soto garing khas Klaten adalah bukti nyata bahwa inovasi bisa terjadi di mana saja, bahkan di mangkuk soto.<\/p>\n","protected":false},"author":2818,"featured_media":307388,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[8095,26858,23287],"class_list":["post-307324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-klaten","tag-makanan-khas-klaten","tag-soto-garing"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2818"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=307324"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307324\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/307388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=307324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=307324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=307324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}