{"id":30726,"date":"2020-03-20T10:40:51","date_gmt":"2020-03-20T03:40:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=30726"},"modified":"2020-03-20T10:44:20","modified_gmt":"2020-03-20T03:44:20","slug":"udah-ngotot-pengin-jadi-ketua-organisasi-pas-dipilih-cuma-ongkang-ongkang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/udah-ngotot-pengin-jadi-ketua-organisasi-pas-dipilih-cuma-ongkang-ongkang\/","title":{"rendered":"Udah Ngotot Pengin Jadi Ketua Organisasi, Pas Dipilih Cuma Ongkang-Ongkang!"},"content":{"rendered":"<p>Bagi sebagian mahasiswa, berorganisasi adalah hal keren yang bisa dilakukan saat kuliah. Namun, itu hanya bagi sebagian mahasiswa loh, karena banyak juga kok mahasiswa yang tak ingin berorganisasi. Bahkan jumlah mahasiswa yang tak ingin berorganisasi biasanya lebih banyak daripada yang ingin berorganisasi.<\/p>\n<p>Di kampus saya kuliah dulu, IAIN Gorontalo, misalnya dari 1000-an mahasiswa baru, yang mau ikut organisasi hanya sekitar 200-300an orang saja. Sisanya memilih untuk tak berorganisasi. Mungkin bagi mereka berorganisasi itu tak keren. Lebih keren kalau fokus kuliah, bekerja, atau rebahan saja. Ya, suka-suka mahasiswanya sih, mau milih jalan keren yang bagaimana saat kuliah.<\/p>\n<p>Itu pun setiap mahasiswa yang berorganisasi punya jalan kerennya sendiri. Ada yang merasa keren kalau rajin ikut kajian, sehingga suatu saat nanti bisa ngisi kajian. Ada yang merasa keren kalau sudah bisa turun aksi di jalanan. Ada yang merasa keren kalau setelah pengkaderan nggak muncul lagi, munculnya nanti saja kalau lagi ada aksi turun ke jalan, kan keren bisa teriak-teriak, \u201cHidup mahasiswa, hidup rakyat!\u201d<\/p>\n<p>Ada yang karena udah senior nih, jadi kerennya pas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-pan-melempar-lempar-kursi-itu-bukan-karena-brutal-itu-namanya-dermawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">momen pengkaderan<\/a>. Di depan calon kader banyak sekali sabda-sabdanya, eh nggak taunya <em>bullshit <\/em>semuanya.<\/p>\n<p>Dan ada yang merasa keren kalau bisa jadi ketua organisasi. Wihhh, kalau yang ini memang banyak sih yang mandangnya keren, kan jabatan yang diinginkan oleh banyak anggota.<\/p>\n<p>Ya, walaupun sebenarnya tak semua anggota organisasi itu punya hasrat untuk jadi ketua, sih. Pasalnya, setiap anggota punya jalan keren dan dorongan masing-masing dalam berorganisasi. Ada juga yang sebenarnya punya hasrat kuat untuk jadi ketua. Namun, nggak jadi maju mencalonkan diri, sebab dianya tidak percaya diri apa bisa mengemban amanah atau tidak. Ya, baguslah kalau sikapnya seperti itu. Sadar diri, kan?<\/p>\n<p>Eh, kok orang tidak percaya diri dibilang bagus dan sadar diri, sih? Ya, bagus saja, daripada orang yang ngotot ingin jadi ketua organisasi, tapi ujung-ujungnya malah tidak bertanggung jawab, ujung-ujungnya malah nyebarin visi misi yang isinya hanya menjadi <em>bullshit <\/em>semuanya. Sebab pas sudah jadi ketua, kok ya organisasi nggak diurus dengan baik.<\/p>\n<p>Pas dituntut untuk menggerakkan organisasi dengan baik, eh malah mengeluh, \u201cSaya sudah berusaha, tapi para anggotanya yang nggak mau gerak.\u201d Heyyy, itu risiko loh jadi ketua organisasi. Jangan hanya maunya jadi ketua buat mentereng nama saja di setiap kegiatan. Namun, giliran menggerakkan organisasi\u2013mengajak para anggota untuk bergerak\u2013nggak bisa malah pakai mengeluh lagi.<\/p>\n<p>Memang benar untuk menggerakkan organisasi tak hanya cukup jika ketuanya saja yang bergerak. Namun, sebagai ketua harusnya bisa menjadi contoh atau motivasi bergerak bagi anggota-anggota. Untuk itu ketua harus terus maju tak gentar dalam menggerakkan organisasi dan jangan malah mundur <em>alon-alon<\/em>.<\/p>\n<p>Menjadi ketua organisasi itu emang asyik. Namun, nggak gampang juga. Percaya deh, banyak nggak asyiknya. Oleh karena itu, kalau mau maju calonin diri jadi ketua, jangan bayangin asyiknya doang. Eh, pas sudah terpilih, merasa sok-sokan karena namanya udah mentereng sebagai ketua organisasi. Pas ketemu yang nggak asyik, malah organisasi dibiarin. Pakai ngeluh lagi, \u201cSaya sudah berusaha loh.\u201d<\/p>\n<p>Hal yang menurut saya sangat <em>halu<\/em> di kalangan mahasiswa yang katanya para penggerak organisasi, adalah saat pemilihan ketua saling berebut kekuasaan kursi ketua. Mulai dari calon ketua hingga orang-orang yang ngotot sebagai pendukung, semuanya bersikeras memperebutkan kekuasaan. Bahkan tak jarang sampai terjadi insiden bagi-bagi kursi, eh, lempar-lempar kursi. Sampai organisasi yang punya satu tujuan, malah pecah menjadi 2 kubu. Katanya jalan bisa beda, tapi tujuan masih samalah. Hadeeeh, alasan saja.<\/p>\n<p>Saat berebut kekuasaan\u2013berebut posisi ketua\u2013semuanya penuh perjuangan. Eh, pas sudah dapat kekuasaan, ketuanya malah menghilang entah di rimba mana. Dan sialnya tak hanya ketua organisasinya saja yang menghilang, tapi berserta orang-orang yang ngotot mendukungnya. <em>Jiancuk, <\/em>banget, kan?<\/p>\n<p>Mungkin mereka lagi istirahat, sebab tenaganya sudah habis dalam perebutan kekuasaan\u2013posisi ketua. Jadinya untuk menggerakkan organisasi, sudah tak ada lagi energi yang tersisa.<\/p>\n<p>Ujung-ujungnya yang menjadi korban adalah kader-kader baru, yang masuk organisasi untuk benar-benar berproses, yang ketika direkrut diberi banyak harapan indah. Namun, sayang, proses yang mereka impikan harus kandas karena belum bisa berproses. Sebab ketuanya lagi <em>stay home<\/em>, takut ke luar ada <a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/corona-virus-bsCt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">virus corona.<\/a><\/p>\n<p>Berebut kekuasaan ya boleh-boleh saja. Itu bagian dari dinamika dalam berorganisasi. Namun, kalau sudah dapat kekuasaan\u2013sudah jadi ketua\u2013organisasinya jangan hanya dibiarkan saja. Sebagai ketua organisasi, apa pun tantangannya tetaplah harus bisa mengemban tanggung jawab dalam menggerakkan organisasi. Tak boleh mengeluh, sebab kalau ketuanya mengeluh bagaimana dengan anggotanya??!!!<\/p>\n<p>Menjadi ketua harus bertanggung jawab plus harus bisa kuat tanpa keluhan. Kalau tidak bisa gitu, jangan ngotot menjadi ketua. Sebab nantinya hanya akan menelantarkan organisasi dan para kader.<\/p>\n<p>Jika ada organisasi yang tidak jalan karena mungkin ketuanya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-album-untuk-menemani-kalian-yang-sedang-work-from-home\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">lagi <em>stay home<\/em>.<\/a> Maka anggota-anggota yang masih peduli bisa melakukan gerakan sendiri tanpa harus minta izin ketua. Biar si ketua ini tahu, kalau kalian mau bergerak tanpa harus menunggu instruksinya.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aliran-aliran-senior-organisasi-eksternal-yang-betul-betul-harus-dihindari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aliran-Aliran Senior Organisasi Eksternal yang Betul-Betul Harus Dihindari <\/a>a<\/strong><strong>tau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/moh-rivaldi-abdul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Moh Rivaldi Abdul<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai ketua organisasi, apa pun tantangannya tetaplah harus bisa mengemban tanggung jawab dalam menggerakkan organisasi.<\/p>\n","protected":false},"author":519,"featured_media":30847,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5739,5740],"class_list":["post-30726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ketua-organisasi","tag-pemilihan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/519"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30726"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30726\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}