{"id":3069,"date":"2019-06-06T08:00:47","date_gmt":"2019-06-06T01:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=3069"},"modified":"2022-01-17T15:12:01","modified_gmt":"2022-01-17T08:12:01","slug":"belum-lebaran-kalau-belum-megono-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belum-lebaran-kalau-belum-megono-an\/","title":{"rendered":"Belum Lebaran Kalau Belum Megono-an"},"content":{"rendered":"<p>Idulfitri merupakan momen yang patut dirayakan, terlebih bersama orang-orang tersayang di sekitar kita. Seperti yang sering kita dengar, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/tmii-dipadati-pengunjung-pada-hari-pertama-idulfitri-2019-d9vZ\">Idulfitri adalah hari kemenangan.<\/a> Menang dari perjuangan sebulan penuh menahan hawa nafsu, yaitu dengan berpuasa. Tentu saja idulfitri sangat ditunggu bagi seluruh kaum muslim.<\/p>\n<p>Lebaran di rumah maupun di kampung halaman merupakan impian semua orang. Siapa sih yang tidak ingin berkumpul bersama keluarga ketika lebaran? Lebaran adalah momen\u00a0 yang tepat untuk saling meminta dan memberi maaf. Kapan lagi rela meninggalkan seluruh pekerjaan dan tugas kampus yang begitu banyak? Kapan lagi rela berjuang dan berebut mencari tiket untuk pulang kalau bukan lebaran?<\/p>\n<p>Setiap orang seringkali mempunyai sesuatu yang bisa jadi tidak dapat ditemukan di daerah lain selain daerah asalnya. Sesuatu ini tentunya juga menjadi sebuah dorongan untuk segera pulang ke rumah. Misalnya saja, makanan daerah. Beberapa makanan memang bisa kita temukan di mana-mana, tapi tetap saja rasanya beda, tidak sama.<\/p>\n<p>Contoh kecil yaitu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/sdp\/corak\/rerasan\/wong-jawa-ilang-jawane-mendoan-ilang-mendone\/\">mendoan<\/a>. Di daerah saya, mendoan merupakan barang yang langka dan biasanya digoreng matang, bukan setengah matang seperti mendoan. <em><span style=\"text-decoration: line-through;\">Yaiyalah, namanya juga mendoan.<\/span><\/em><\/p>\n<p>Nah, pasti setiap daerah mempunyai makanan khas masing-masing. Biasanya, makanan ini akan dicari sewaktu pulang kampung. Rasanya belum pulang kalau belum makan makanan daerah.<\/p>\n<p>Saya tinggal di Wonosobo\u2014<em>iya, yang ada saljunya itu loh<\/em>\u2014sejak lahir. Di sini ada makanan enak yang susah <em>banget<\/em> dicari di mana-mana\u2014apalagi di Jogja, yaitu megono dan tempe kemul. Saya pernah <em>nemu<\/em>, tapi rasanya beda.\u00a0 Beda banget <span style=\"text-decoration: line-through;\">dan harus nangis <em>kayaknya<\/em>. <\/span><\/p>\n<p>Megono \u00a0adalah nasi dan sayur yang dicampur menjadi satu. Sayurnya terdiri dari kubis dan sawi hijau yang dimasak dengan bumbu-bumbu, kemudian dikasih kelapa parut. Biasanya, megono ini dijual di waktu pagi apalagi <em>pas masih anget-angetnya<\/em>. Cocok sekali untuk sarapan di kota yang dingin ini.<\/p>\n<p>Sebenarnya, megono juga bisa ditemukan di daerah lain seperti Pekalongan, tapi megono Wonosobo dan megono Pekalongan berbeda. Kembali lagi, tiap-tiap daerah mempunyai khasnya masing-masing.<\/p>\n<p>Tempe kemul\u00a0 sendiri ya <em>nggak<\/em> jauh beda dengan\u00a0 tempe\u00a0 goreng biasa. Bedanya, kemul merupakan bahasa jawa dari selimut. Jadi, ya tempe selimut <em>gitu<\/em>. Kok aneh ya? <em>Tempe kemul aja berarti<\/em>. Kemul di sini maksudnya dilapisi tepung yang dicampur dengan bumbu khusus dan warnanya kuning <span style=\"text-decoration: line-through;\">karena spongebob warnanya kuning.<\/span> Warna kuning ini dari kunyit yang dihaluskan dengan bumbu khusus tempe kemul itu.<\/p>\n<p>Tempe kemul hampir mirip mendoan, tapi digoreng matang. Bedanya lagi, tempe kemul dikasih daun kucai, bukan daun bawang. Makanan ini benar-benar susah ditemukan di mana-mana, <em><span style=\"text-decoration: line-through;\">enggak kayak doi yang muncul di mana-mana.<\/span><\/em><\/p>\n<p>Ada tradisi unik di daerah saya\u2014khususnya di kampung saya saat lebaran. Ketika lebaran, pasti kami akan megonoan alias menikmati nasi megono ini bersama-sama satu RT. Megonoan ini merupakan rangkaian dari kegiatan halalbihalal dengan seluruh anggota RT. Megonoan akan mengumpulkan satu RT menjadi satu, kemudian kami akan saling bermaafan, baru menyantap nasi megono.<\/p>\n<p>Adanya megonoan membuat kami tidak perlu keliling dari rumah ke rumah. Semua akan melebur menjadi satu dalam satu waktu. Tidak sampai satu jam, satu RT sudah saling meminta maaf dan sarapan bersama-sama. \u00a0Jadi, rasanya ya belum lebaran kalau belum megonoan.<\/p>\n<p>Selain di RT saya dan RT lain yang masih satu kampung, nasi megono biasanya juga diletakkan di masjid seusai salat ied. Megono ini dari perorangan yang ditujukan untuk seluruh masyarakat. Jadi, ya siapa saja boleh ambil. Yang seru dari megonoan di masjid adalah kita harus berdesak-desakkan dengan warga lain yang juga ingin mengambil megono tersebut.<\/p>\n<p>Megono tidak lengkap kalau tidak bersanding dengan tempe kemul. <em>Megono aja ada sandigannya yha heu~<\/em> Di mana ada megono, pasti tempe kemul di sana. Kalau tidak ada, ya pasti rasanya kurang dan kurang pas di lidah.<\/p>\n<p>Kegiatan megonoan memang sudah berlangsung beberapa tahun di kampung saya. Selain menyatukan warga, megonoan juga membuat siapa saja cepat kangen rumah, kangen masakan mama, <span style=\"text-decoration: line-through;\">kangen kamu juga<\/span>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Megono \u00a0adalah nasi dan sayur yang dicampur menjadi satu. Sayurnya terdiri dari kubis dan sawi hijau yang dimasak dengan bumbu-bumb dan dikasih kelapa parut.<\/p>\n","protected":false},"author":118,"featured_media":3078,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[781,794,342,795],"class_list":["post-3069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-idul-fitri","tag-idulfitri","tag-lebaran","tag-megono"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/118"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3069"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3069\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}